Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 250.Menyadap


__ADS_3

Setelah 1 bulan berikutnya tiba tiba windi mengalami mual mual yg parah yg membuatnya hanya bisa berbaring di kasur kamar dan ia sama sekali tak bisa makan karan setiap makanan yg datang dan jika tercium baunya sudah membuat windi muntah muntah sedangkan Abraham yg melihat hal itu mulai panik "Sayang bagai mana kita ke rumah sakit aja??" Windi menggelengkan kepalanya "gak usah, mungkin asam lambungku lagi naik aja." Abraham menjawab istrinya "Iya aku tau, tapi apa salahnya sih coba pergi berobat sebentar saja??" Windi menggeleng  "Gak mau, nanti habis habiskan uang saja." Abraham menghela napas pelan "Uanga ku takan habis hanya karan kamu pergi ke rumah sakit lagi pula rumah sakit yg akan kita datangi rumah sakit punya ku juga." Windi masih mengeleng "Aku gak mau aah, aku mau tidur aja" windi memiringkan tubuhnya membelakangi suaminya yg duduk di pinggir ranjang,abrahan tak bisa melakukan apa pun dan hanya berharap setelah bangun istrinya akan mau di ajak ke rumah sakit abraham memutuskan untuk turun dari ranjang lalu berjalan ke kamar anaknya karna ia yg akan mengurus mereka sampai istrinya terbangun, tak lama hpnya bergetar dan pada saat ia lihat rupanya ada alaram bahaya sontak ia yg panik langsung mengangkat kedua anaknya dan kembali ke kamar mereka dan pada saat itu windi masih tidur jadi abraham berbicara sedikit besar yg membuat anaknya menangis.


"Sayang bangun ayo pergi..." windi yg tadi baru saja masuk ke dalam dunia mimpi, kini di mamaksa kan untuk bangun lagi dan menatap suaminya kesal "Apa lagi sih.." pada saat windi bangun sedikit kaget karan posisi abraham memegang tangan anaknya itu salah yg membuat windi sontak bangkit berdiri "Sayang apa yg kamu lakukan, kenapa anaknya di pegang gini, nanti kalok lehernya keselahu bagai mana." Windi bangkit lalu mengambil salah satu anaknya, setelah abraham abr sedikit leluasa sontak menarik tangan istrinya "Ayo kita pergi." Windi sedikit terkejut karan ia di tarik paksa suaminya apa lagi anaknya masih belum berhenti menangis "Kita mau ke mana sih, aku gak mau. Anak-anak lagi menangis gini." Abraham berhenti di sebuah rak buku lalu ia menggeser sebuah patung dan sebuah pintu kecil terbuka yg membuat windi seketika terdiam melihat hal itu abraham melepas tarikan tangan lalu ia menekan berapa digit kode dan pintu pun terbuka dan rak buku itu pun terbuka dan terlihat  sebuah lift di sana dan windi yg melihat hal itu mulai takut "Apa aan ini." Abraham menarik tangan istrinya "Ayo masuk." Windi menahan tubuhnya tak mau masuk abraham menoleh pada istrinya "Ayo masuk , mungkin bik ijah dan pekerja lainnya sudah ada di sana."

__ADS_1


Windi sebenarnya masih tak mau masuk namun abraham menarik paksa dia masuk dan pintu itu pun kemali tertutup secara otomatis dan abraham menekan lift ke bawah lalu lift itu perlahan turun sedangkan windi berusaha menenangkan anaknya sambil menatap suaminya "Kita mau ke mana??" Abraham menjawabnya "bik ijah akan menjelaskan pada mu." Windi sedikit kesal karna suaminya belum juka memberi tau nya dan akhirnya lift mereka terhenti lalu lift itu pun terbuka dan langsung memperlihatkan seluruh pekerja di rumah abraham di sana dan sedang duduk di ruang tengah yg di mana mereka semua sedang duduk di sofa semua dan ruangan itu begitu asing bagi windi, bik ijah yg melihat windi sontak menghampirinya "Nona apa anda baik baik saja."windi terkejut sedangkan abraham memberikan putranya yg ia gendong pada keristin yg juga datang menghampiri windi "Aku harap kalian tetap di sini dan jangan ada yg naik sebelum ada aba-aba dari simon.." mereka semua mengangguk lalu abraham kembali ke dalam lift namun windi segera


menahan tangan suaminya "Suyang apa yg sebenarnya terjadi dan kamu mau ke mana, abraham menjawabnya "Tetaplah di sini besama anak anak, aku akan menyelesaikan yg seharusnya aku selesaikan sejak lama tapi karna belum waktunya aku hanya menunggu dan hari ini lah waktunya yg tepat." Abraham melepas tangan istrina lalu masuk ke dalam lift sedakan windi kembeku mendengar perkataan suaminya, yang ia tak mengerti apa yg sebenarnya yg ia ingin di katan suamina sedangkan di dakam lift abraham tiba tiba teringat kejadian satu bulan lalu.

__ADS_1


Abraham yg mendengar hal itu seketika terkejut is menoleh pada Mario dan peria itu mengangguk seolah ia tau siapa yg dia maksud dan abraham yg penasaran mulai bertanya "Mario apa kamu tau orang yg du maksud" Maraio mengangguk sedangkan abraham mulai marah tak lama  setelah dari situ mereka kembali ke markas dan mengumpulkan seluruh bawahan mereka dan setelah seluruhnya terkunpul abraham terlihat menatap tajam mereka semua "aku dengar ada yg kembantu tikus di antara kira semua." Seluruh anggota terdiam  tiba tiba abraham menghajar salah satu dari mereka yg tidak bukan dan tidak lain adalah jeri yg membuat seluruh mereka terkejut begitu juga dengan Zefano yg ada di sebelahnya namun ia harus tetap tenang tuanya bukan tipe orang yg memukul tanpa alasan, abraham menjongkokkan tubuhnya menatap Jeri yg tersungkur ke bawah dan jeri terus menahan rasa sakit piping yg di hajar abraham tadi "Sudah berapa lama kamu melakukan hal ini.." jeri tak mau bicara hingga abraham menampar pipi jeri "Hey aku bertanya, jangan tuli jadi orang, atau kamu mau rahasia mu terbongkar!!." Jeri terdiam dan abraham yg termakan emosi kembali menampar jeri (Plak) namaun kali ini membuat bibirnya mengelurkan darah "Yg lain keluar aku mau bicara dengan orang yg membantu tikus ini." Dan para anak buahnya pun seluruhnya keluar dan hanya menyisahkan abraham, mario, dan Jeri.


Berdambung....

__ADS_1


__ADS_2