
Di kamar Tuan dan noanya mereka menikmati kue tersebut "Wah kue yg nona buat enak juga, bukan begitu Ze."Zefano terus memakan makananya sambil mengangguk perkataan jeri tadi dan kembali menambah kuenya "Lah malah nambah lagi, jangan di habisin yah aku juga masih mau makan." Zefano tak peduli ia terus makan dengan lahap tanpa mempedulikan sekitarnya yg menatapnya dan windi yg melihat hal itu tersenyum melihat kedua orang peria itu yg sedang makan "Habis makan jangan lupa nanti gosok gigi, ingat itu makanan manis takutnya gigi kalian berlubang." Berbeda dengan Abraham ia segera menghabiskan kuenya lalu ia menoleh istrinya "Sayang apa kamu sudah memanggil baby sitternya anak-anak untuk datang??" Windi baru ingat janjinya tadi "Oh iya aku lupa sayang, trus bagai mana sayang kalok nanti siang aja gak papa kan, gak ada yg jaga anak juga." Abaham tersenyum mengoda pada istrinya "Yakin mau siang aja, kalok siang mungkin akan lebih terlihat jelas apa kamu bakal sanggup." Wajah windi memerah "Oh kamu apaan sih kan bisa itu tiraynya di tutup biar gelap." Abraham langsung menaruh piring kuenya tadi ke atas meja lalu ia kembali duduk.
"Tapi kayaknya aku mau sekarang.." windi menatap suaminya "Tapi gak ada yg lihat anak-anak.."Abraham tersenyum "Tenang orang kita punya baby sitter dadakan kok." Abraham pun menoleh pada jeri dan Zefano "Iya kan.." jeri terdiam ketika taunya berbicara "Iya apa aan tuan??" Abraham kembali menatap istrinya "Tu kamu dengarkan dia mau." Windi menghela napas pelan "Serah kamu saja kan hari ini kamu juga yg ulang tahun." Abrham yg mendengar persetujun dari istrinya terliht senang lalu ia kembali menoleh pada mereka dan tersenyum "Malam ini aku punya tugas penting untuk kalian." mereka berdua menoleh pada tuanya dan Jeri pun mulai bertanya "Tugas apa tuan.." Abraham tersenyum "Tenang saja ini tak terlalu berat, lagi pula kalian berdua." Dua orang itu saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
Dan tak di sangka sangka Abraham mengantar mereka ke kamar buahatinya lalu ia membaringankan dua bayi tadi "Tugas kalian sekarang menjaga bayi ku." Jeri yg mendengar hal itu terkejut "Apa, tuan Abraham jangan main-main kami mana pernah jaga anak.." abraham tersenyum lalu ia mengambil sebuah buku dan di leparkan pada mereka "Sekalian kalian baca cara-cara mengurus anak dengan buku ini." Zefano yg awanya diam kini berani buka suara "Tapi tuan kami tak pernah mengurus anak sebelumnya..." abraham demgan santai menjawab "Simon juga tak pernah tapi dia bisa menjaga mereka, lagia pula anak ku itu di malag hari jarang cerewet paling...." Abraham menghentikan perkataanya sedangakn Jeri yg penasaran bertanya "Paling apa tuan.." Abraham hanya menggeleng "Kalian baca saja bukunya aku mau kembali ke kamar buat olahraga." Abraham pun segera pergia sedangkan keduanya menghela napas pelan dengan terpakasa mereka membaca buku panduan itu dan abaraham kembali kekamar dengan gembira pada saat ia membuka pintu terlihat windi yg sedang duduk di kasur dengan baju dinasnya dan Abraham yg melihat hal itu tersenyuam lalu dengan cepat menghampiri istrinya di kasur lalu mencium - cium wajanya ,windi langsung menahan bibir suaminya sebentar "Bagai mana apa mereka mau??" Abraham melepas tangan istrinya "Tentu saja mereka mau, mereka gak mungkin menolak perintah atasanya, jadi mari kita nikmati malam ini sayang." Abraham menatap wajah istrinya begitu juga dengan Windi dan Abraham langsung mendorong istrinya ke kasur dan terjadilan malam yg membahagian untuk Abraham.
Keesokanya Jeri terbangun dari tidurnya pada saat ia menoleh samponya terlihat Zefano yg terlihat masih tidur namun ia membelakanginya lalu ia menendang belakang sahabatnya itu "Woy bangun udah pagi." Zefano menoleh ke belakang dengam mata sinisnya "Lu ngapain tendang-tendang gua, gua udah bangun dari tadi lu aja yg kesiangan." Jeri yg mendengar hal itu terkejut lalu segera bangkit dari baringnya "Trus kenapa kamu masih baring??" Zefano membaringkan tubuahnya "Perutku kenyang jadi pengin baring aja rasanya."Jeri yg mendengar hal itu semakin terkejut "lu udah makan??" Zefano hanya menjam "Ya seperti itulah, aku di sini di suruh nona untuk menunggu kamu bangun."jeri menatap sinis Zefano "Trus kenapa kamu gak membangunkan ku..." zefano menjawab "Nona meminta ku untuk tidak mengganggu mu karna takutnya kamu kurang tidur nantinya." Zefano bangkit dari barinya lalu ia turun dari ranjang "Oh iya nona bilang juga jika kamu sudah bangun ia meminta ku untuk mengantar mu makan ke bawah." Jeri pun turun dari ranjang lalu ia keluar bersama Zefano dan benar saja ketika terlihat ia dari jauh para pelayan sudah terlihat sibuk menyiapkan sarapan untuknya dan sesampi di meja makan Jeri segera makan.
__ADS_1
"Buat apa kamu penasaran, lagian itu cuman masa lalu jadi lupakan saja." Windi terlihat cemberut "Cerita dong sayang , masak istri sendiri gak di kasih tau.." abrahm menghela napas pelan ia tak punya pilihan lain selain cerita "Menurutku para wanita waktu itu tidak ada yg secantil istri ku ini walau perofesi mereka rata-rata adalah model, artis, pramugari.." windi yg mendengar hal itu terkejut "Jadi pada cantik cantik dong..." abraham menatap istrinya "Gak mereka itu jelek.." lalu windi kembali beratnya "Kalok satau malam nya berapa??" Abraham menjawab istrinya "Plaing murah sih 200 juta dan yg paliang mahal itu ada yg 700juta satu malam." Windi yg mendengar nominal itu terkejut "Lah satu malam dengan mu beratai udah dapat 700 juta jika dia pergi lagi ke tempat lain udah dapat 1,4 m dong." Abraham berpikir "Mungkin segitu, tapi untuk apa kamu membahasnya lagi,itu cuman masalalu jadi jangam salah paham oke.." windi mengangguk mengerti, dan mereka kembali fokos ke layar tv.
Bersambung.....
__ADS_1