Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 46.Pertengakaran


__ADS_3

"Nona jaga mulut anda,ibu saya mengajarkan sopan santun pada saya!!!!".


"Tapi buktinya kamu tidak pernah menghargai saya sebagai ibu".


"Hah ibu...,pernahkah kamu mengangap aku sebagai anak mu.Tidakkan, maka dari itu tidak perlu berharap ku hargai seperti sorang ibu!!!!".


"Aku sudah menyekolah kamu dan merawat mu jadi ini balasan mu".


"Untuk apa aku membalas mu ,lagi pula hak ku sebagai pewaris dari perusahan Putra Jaya Gurup sudah anak-anak mu ambil, jadi untuk apa aku balas budi?".


"Itu karna kamu masih kecil,tidak mungkin seorang anak kecil mengurus perusahan .Itu sebabnya kakak mu yg pegang".


"Tapi sekarang aku sudah dewasa dan kak Jordan sudah menyerahkan perusahan ,tapi kenapa harus kak Jordi dan bukan aku!!!!",

__ADS_1


Kerlara terlihat mengelus dadanya  sedangkan Windi takut jika suwaminya terlalu kasar dalam berbicara akan menyakiti nona tersebut, "Sayang sudah lah....",Abraham menoleh ke arah Windi,"Gak,sayang ini belum selesai."Kembali menoleh ke arah kelara, "Nona silakan angkat kaki dari rumah saya,"Kelara yg kesal berbalik  namun diam diam ia mengambl sebuah pisau dan iakembali berbalik lalu berusaha menikam Windi ,Abraham yg sudah siap langsung menghentikan pisau tersebut dengan tanya hinga berdarah Lalu para Bodyguart Abraham langsung menahan kelara lalu di bawa ke luar sedang Windi segera menghampiri Abragam,"Bik Ijah bawakan kotak P3K",Wajah Windi begitu kawatair sekali sekali ia menghapus air matanya,"Tak perli hawatir ,ini hanya luka kecil".


"Bodoh ,kamu selalu gegabah "Windi kembali menghapus air matanya Bik Ijah pun datang dengan membawa kotak P3K lalu Windi pun segera mengobati tangan Abraham,"Lain kali tedang saja jagan di pegang untung saja tidak dalam"Windi kembali menghapus air matanya,Setelah mengobatai Abraham Windi tiba-tiba memeluk Abraham,"Ada apa sayang???".


"Diam lah",Windi terus memeluk erat suaminya dan Abraham pun mencoba membalas pelukan Windi,"Ayo kita ke kamar sekarang aku,sudah mengantuk..",Windi pun melepas pelukanya demikian juga dengan Abraham,Lalu mereka pun segera ke kamar.


Di kantor polisi Angga tengah menjenguk kakaknya,"Bagai mana kabar kakak???".


"Aku baik baik saja",Tiba-tiba suasana menjadi canggung Lalu Angga memberanikan diri untuk angkat bicara,"Maaf..."


"Tidak kakak....".


"Bagai mana kabar Jeni, ku dengar dia di masuk rumah sakit karna asmanya kambuh, aku jadi merasa bersalah karna tidak bisa menjenguknya".

__ADS_1


"Dia baik-baik saja",Di balik pintu Jeni yg diam diam mendengar perkatan Brayen,"Aku merasa tidak pantas untuk mendampinginya lagi."


"Itu gak benar kakak,jujustru kakak Jeni berharap persidangan cepat selesai supaya kakak cepat bebas".


"Tapi aku merasa gak pantas ,aku harap kamu yg akan menikahinya".


"Apa maksud kakak,yg kakak Jeni sayang hanya kakak".


"Tapi aku sudah mengecewakan dia!!", Tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan Jeni,"Aku akan tetap menikah dengan mu karna yg ku cinta hanya kamu!!!",Brayen segera  berdiri dari tempat duduknya lalu Jeni pun berlari dan memeluk Brayen,"Ayo kita menikah setelah kau keluar nanti".


"Bagai mana kuliah mu ".


"Aku gak peduli lagi, yg aku mau hanya kamu seorang",Jeni pun melepas pelukany lalu menatap Brayaen setelah itu menciumnya lalu di balas Brayen.Angga yg melihat hal itu segera pergi dari ruangan  tersebut dan tiba-tiba air matanya perlajan keluar, "Sepertinya aku harus berhti berharap . "

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2