
Keesokanya Abraham terbangun pada saat ia membuka mata rupanya sudah pagi ia terlihat belum bersemangat untuk membuka matanya jadi ia menutupnya kembali dan dengan suara yg kecil ia berbicara "Sayang, jam berapa ini??" Tak ada yg menjawabnya sama sekali lalu is kembali bertanya "Sayang jam berapa??" Namun masih sama tak ada jawaban sontak ia membuka matanya lalu menoleh ke samping tak ada windi sama sekali sontak ia bangkit dari baringnya dan pikiranya langsung tertuju pada luar rumah tanpa ia sadari jika kamar mandi terbuka kecil dan bahkan di dalam Ada windi dan salah satu pelayan yg membantunya memandikan anaknya di dalam tempat mandi bayi namun mereka hanya berbicara kecil karna takut jika berbicara besar akan membangunkan Abraham, sedangkan pada saat Abraham memangil windi tadi tidak terlalu besar dan yg mendengar hanya pelayan tadi sedangkan windi yg sedang serius tidak mendengar sama sekali namun karna ia tak mengerti bahasa mereka jadi ia tak berpikir jika tuanya mencari nonanya, tiba-tiba terdengar pintu yg di buka lalu tertutup dengan keras dan windi yg mendengar berbicara "Astaga kasar sekali, memang dia harus di omelian dulu kalok tidak mungkin habis pintu rumah rusak karnanya.".
__ADS_1
Di liar kamar Abraham pertama tama ke kamar mereka namun tak ada windi lalu ia kembali memeriksa ruang ganti baju untuk mencai apakah ada pakian windi yg menghilang dan benar saja ada bereberapa itu tak ada karna sedang di cuci namun di pikiran Abraham yg sudah tak karuan kalau windi sudah pergi darinya ia mengambil jaketnya lalu mengunakanya ia mengambil kunci mobil dan dompetnya di pikiranya sekarang bagai mana ia pergi ke bandara untuk mencarinya di sana dalam hatinya berbicara 'Apa salah ku semalam, aku tak melakukan salah apa pun tapi kenapa dia pergi, apa dia masih sakit hati pada ku, apa dia menemukan peria lain dan berencana untuk meningalkan ku, samalam aku hanya memintanya untuk tidur tapi kenapa sampai seperti ini apa mungkin karna dia belum puas denan semua jawabn ku." Ia turun dari tangga, Jeri dan Zefano menaiki tangga dan mereka berpas-pasan dengan Abraham yg terlihat sangat tergesah-gesah jeri berencana untuk menyapanya terlebih dahulu "Pagi tu..." namun peria itu hanya melewatinya sontak perkataan Jeri terhenti dan Zefano langsung mengejeknya "Wah sepertinya kamu di cuekin bagai mana nanti anaknya mungkin mereka juga akan cuek pada mu." Jeri tak terima dengan perkataan Zefano "Gak mungkin lah Ze, mereka pasti senang melihat paman tampan mereka ini aku dengar dari pelayan tadi mereka sedang mandi yah, aku jadi penasaran bagai mana Bayi mandi apakah akan sama seperti aku mandi atau tidak."
__ADS_1
Abraham yg sudah sampai di pintu luar hanya mengunakan sendal dan pada saat akan pergi ia baru menggingat hpnya jadi ia berbalik dan ia tak sengaja mendemgar pembicaraan Jeri dan Zefano tadi dan kembali berguma 'Apa mandi, anak-anak ku sedang mandi.' sontak ia kembali menaiki tangga dan kembali melewati Jeri dan bahkan peria itu terkejut ketika tuanya melewatinya lalu Abraham segera membuka pintu kamar ia melihat sekeliling namun masih tak ada orang lalu matanya langsung tertuju pada kamar mandi yg hanya terbuka kecil ia menghampiri kamar mandi dan pada saat ia buka seketika suara windi langsung terdengar mengema di dalam kamar "Wah anak mama suka berendam yah.." akhirnya Abraham bisa bernapas lega lalu berbicara "Astaga ternyata kalian ada di sini..."Abraham segera membuka jaketnya lalu ia menaruh dompet dan kunci mobilnya di atas meja sampingnya lalu ia masuk dan menghampiri pelayanya "Biar aku yg memandikanya pelayan tadi mengangguk lalu ia bertukar dengan tuanya sedangkan Windi langsung bertanya padanya "Habis dari mana??"Abraham hanya menjawabnya "Habis dari luar.." dan jawabnya sudah betul karna windi hanya bertanya 'habis dari mana' bukan 'kamu tadi mau ke mana' tentu saja jawabnya akan bandara sedangkan windi yg mendapat jawaban dari Abraham seperti itu hanya pasrah ia tak mau bertanya lagi takut mood peria itu rusak lagi taklama terlihat Jeri dan Zefano yg masuk ke dalam kamar "Di mana kamar mandinya." Zefano sama sekali tak mau menjawab Jeria ia langsung berjalan ke kamar mandi dan menemukan Abraham dan windi yg memegang anaknya yg terlihat berendam mereka teerlihat aktif sepertinya mereka senang di dalam bak mandi mereka itu.
__ADS_1
Setetelah memakaikan pakian anaknya Mereka segera ke bawah untuk sarapan namun kali ini windi menawarkan dua peria itu untuk menggendong kedua anaknya dan mereka sangat antusias namun karna ini kali pertama menggendong anak jadi mereka agak kaku lalu mereka segera keluar dari kamar menuju ke luar mereka segera turun dari tangga lalu menuju ke dapur dimana sarapan mereka sudah di siapkan lalu kedua anak tadi di baringkan ke dalam box dirong mereka yg berada di samping windi agar ia bia memantau kedu anaknya itu lalu mereka mulai sarapan pagi dengan roto dan berberapa minuman yg sudah di sediakan.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1