
Tak terasa tahun sudah berganti semua orang merayakan akhir tahun dengan bahagia bersama dengan sanak saudara berbeda dengan Roy yg merayakn akhir tahun bersama ibunya tanpa seorang kekasih karna besok adalah hari pernikahanya jadi mereka di larang untuk bertemu selama seharian itu dan Roy terlihat gugup ia tak menyaka tahun akan berganti secepat ini dan besok sudah akan hari pernikahanya mamanya sudah sedari tadi memintanya untuk tidur namun ia sama sekali tidak bisa tidur ia masaih terus memikirkan hari esok, yg ia hawatirkan apakah pernikahanya akan berjalan dengan biak atau tidak, atau apa kah dia akan bisa mengucapkan jaji suci dengan lancar atau malah akan mempermalukanya "Oh Tuhan bagai mana ini, aku harus melakukan apa agar aku bisa tidur dengan baik."
Tak lama terliht notifikasai yg masuk hpnya dan di lihat rupanya calon istrinya Jesi dan ia melihat jam pada hpnya sudah menunjuk pulul 01.45 malam lalu ia segera membuka pesan tersebut "Kakak belum tidur??" Roy langsung membalas "Gak kok ini tadi mau tidur cuman matanya aja belum kepejam." Jesi kembali menjawab "Sama kakak, jesi jugak."tiba-tiba jantung Roy berdebar membaca pesan jesi tadi, sebelum ia berpikiran kalok jesi sama gugupnya seperti dia jadi ia inisyatif untuk bertanya "Jes, kamu guguk gak untuk besok??" Sempat berapa menit tak ada balasan dari jesi padahal sudah di lihat oleh gadis itu dan Roy masih senag tiasa menunggu, dan benar saja tak lama terlihat di atas chat yg bertulisam sedang mengetik dan Roy tak sabar melihat jawab jesi dan tak lama sebuah pesan masuk.
__ADS_1
"Hey bocah berandalan, cepat tidur sana, besok kamu itu mau menikah, masiha aja belum tidur, apa kamu mau pernikahanya saya batalkan aja." Roy yg membaca pesan itu segera membalas "Baik pak, Roy tidur maaf udah ganggu bapak malam-malam." Roy segera mematikan hpnya lalu di taruh keatas meja "Bisanya bapak mertua gua yg chat, trus yg waktu itu chat sama aku jesi atau pak mario sih." Namun roy berusaha menepis pikiran buruk tersebut "Oh mungkin aja bapknya lihat jesi main hp trus hpnya di ambil dan yg cahat tadi pak mario, bisa jadi begitu." Roy berusaha berpikir positif dan segera tidur. Sedangakan di rumah Mario, peria paruh baya itu sedang berbaring di kamarnya sambil memainkan hp putrinya sambil melihat isi galiri hp putrinya yg memiliki banyak foto istrinya, sedangkan jesi sudah dari jam 10 malam tadi dia tidur karan lelah.
Keesoaknya pernikahan Roy dam Jesi mulai hinga sampai resepsinya namun namanya pernikahan tidak 100% berajalan dengam baik karna dari pagi mulai hujan jadi ketika prosesi pernikahnya hanya sedikit tamu undangan yg hadir namun untunya hujan cepat reda dan pada saat resepsi perlahan para undangan yg terhambat hadir karna hujan akhinya datang dan acara itu terlihat begitu meriah dan sebagai bos yg baik Abraham yg di dampingi istrinya Windi juga membuat video ucapan selamat untuk Roy dan JesiĀ karna mereka tak dapat hadi karna kedua anaknya masih terlalu kecil dan tidak memungkinkanya untuk bisa kembali dan yg paliang mengejutkan Roy lagi ternyata di dekat akhir video ada dua sahabnya yaitu Jeri dan Zefano yg ia kira mereka malas datang ke pernikahanya ruapnya mereka sedang berlibur di Amerika dan akan kembali dua hari lagi. Setelah selesai para undangan mulai menikamati makanan yg sudah di sediakan ada juga yg mau berfoto dengan penagantian dan acara itu baru selesai pada sore hari namun karna hotel yg menjadi tempat resepsi pernikahan Jesi dam Roy ini jauh dari rumah mereka jadi untuk malam ini mereka mungkin akan menghabiskan malam pertama di sana.
__ADS_1
Sedangkan Jesi terus menatap ayahnya "Pa, bantu jesi bilang dong jesi malu." Mario menjawabnya "Lah kok malah papa yg bilang, malam ini kan malam kamu bukan malam papa jadi apa masalahnya papa." Jesi masih malu untuk birbicara pada roy dan masih terus memaksa ayahnya "Papa, masak gak kasin anak papa yg cantik ini, bantu kasih tau dong pa..." Roy yg sudah dekat mulai di buat penasaran apa yg sedang dua orang ini ingin kata akan padanya "Ada apa yah??" Mario langsung menjawan "Ini anak lagi datang bulan kamu sebagai laki ngerti kan.." Roy terdiam lalu ia kembali menggingat perkataan ibunya dan berguma dalam hati 'Jangan jangan mama udah tau kalok Jesi lagi datang bulan, makanya waktu itu ngomongnya masalah malm pertama terus...' roy pun langsung menjawabnya "Oh, kalok gitu kenapa belum istirahat. Kamu pasti sangt capek birdiri tadi siang jadi baring aja biar enakan." Mario langsung menolaeh pada putrinya "Tu, sekarang kamu puaskan dengan jawaban suami mu, jadi kamu tidur sudah papa juga mau istirahat sekarang nanti jangan lupa kirim gambar mama mu yg ada di hp mu, papa tadi semalam udah lihat semuanya."Roy yg mendengar perintaan Mario tadi sontak terdiam lalu ia menoleh pada peria paruh baya itu yg masih menatap putinya.
Guma Roy dalam hati 'Eh tunggu-tunggu dulu, katanya dia melihat Foto di hp putrinya tadi malam, jadi yg chat aku waktu malam siapa jangan bilang semalam aku chat dengan bapak pertua ku sendiri...' jesi lagsung menjawab ayahnya "Iya nanti jesi kirim emang papa gak bisa kirim sendiri kan bisa tu lewat Bluetooth atau aplikasilianya dan kalok papa gak mau ribet kan bisa tu lewat percakapan media sosial." Ayahnya menjawab sambil melirik sampingnya dengan tatapan sinis "Oh itu papa sudah coba tapi lupa caranya." Roy menelan ludahnya ternyata benar kalok yg memjawab chatnya tadi adalah Mario, mana mertuanya itu pakia chat niru kata kata anaknya lagi hingga dapat mengecoh Roy dan Jesi pun langsung menjawab "Iya nanti jesi kirim deh, papa tidur aja dulu papa pasti capek." Mario mengangguk lalu pergi dan pada saat ia menolah pada Roy "Hey bocah tengil, jangan kebanyakan begadan orang itu cepat tidur lihata mata mu itu sudah berkantung." Mario pun pergi melewati Roy yg mematung ketika mertuanya lewat dan ketika pintu sudah tertutup serasa tubuh Roy menjadi lemah lalu ia segera ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya sedangkan Jesi yg melihat hal itu mengira Roy sedang gugup aja dan mulai berbaring di kasur.
__ADS_1
Bersambung....