
Malam pun tiba kini Abraham yg sudah pulang lalu langsung di sambut istri dan anaknya yg sedang tidur di Box dorong mereka "Kamu baru pulang, apa pekerjaan mu di kantor banyak??" Windi menghamiri suaminya lalu membantu melepas jasnya dan membawakan barang barangnya sedangkan Abraham langsung menghampiri anak anaknya yg tidur "Tidak terlalu banyak hanya saja tadi pada saat mau pulang aku di Telfon teman bisnisku untuk bertemu dan kami bertemu di Restoran xxx." Windi yg mendengar hal itu sedikit sedih "Coba kamu bilang pada ku kalok kamu makanya di luar, padahal aku sudah susah susah menyiapkan makanan untuk kita malam ini." abraham menjawab "Aku tau, bik ijah juga memberitau ku jadi ketika aku ke restoran aku sama sekali tidak makan dan hanya memesan minuman." Abraham mulai mencium kedua anaknya berharap mereka bangun karna ia sangat ingin bermain dengan mereka, sedangkan windi yg mendengar hal itu begitu senang "Baiklah, kalok gitu aku siapkan makan malam dulu." Windi pergi ke dapur sedangkan Abraham masih terus mengganggu anak anaknya "Anak papa bangun dong, tidurnya nanti aja, tunggu tengah malam." Namun kedua anak itu malah makin nyenyak tidurnya abraham pun menyerah lalu ia memutuskan untuk mendorong box dorong anaknya itu ke dapur.
__ADS_1
Sesampainya di dapur ia segera duduk di kursinya sedangkan windi langsung menyiapkan makanan yg sudah ia masak tadi di atas meja "aku membuat sop buntut." Windi juga menaruh miliknya ke atas meja lalu ia segera duduk dan mereka pun mulai makan dan Abraham terlihat sangat lahap menikmati makananya dan windi yg melihat hal itu menjadi senang ruapanya suaminya suka dengan masakanya Abraham lebih dulu habis dari pada istrinya dan Windi yg sadar mulai bertanya "Mau tambah lagi??" Abraham mengangguk lalu windi bangkit dari duduknya lalu mengambilkan lagi makanan untuk suaminya sedangkan Abraham menunggu sambil sesekali melirik anaknya dan tak lama windi datang lalu langsung menaruh lagi di depan suaminya lalu ia kembali duduk "Bagai mana, enak gak??" Abrham mengangguk "Makanan mu itu selalu enak..." windi yg mendemgar hal itu merasa senang lalu kembali menikmati makananya, abraham juga mulai membuka pembicaraan sambil makan "Bagai mana tadi pagi, apa barang yg mau kamu beli tadi sudah semua??" Windi menjawab "kalok untuk perlengkapan anak anak tadi ada tapi brokoli yg aku cari gak ada jadi kami ke supermarket lain untuk membeli brokoli."Abraham mengangguk mengerti lalu kali ini windi yg bertanya "Kamu hari ini tidak melewatkan makan siangkan." Abraham menggeleng "Tidak mungkin aku melewatkan makan siang, lagi pula sekarang kesehatan yg terutama masalah uang bisa di cari lagi." Windi senang dengan jawaban suaminya yg sekarang mau memperhatikan keshatanya.
__ADS_1
Mereka pun segera menyelasiakan makan mereka setelah itu mereka kembali ke kamar, abraham Mendorong Box dorong anak anaknya sedangkan Windi membawa barang baranya "Oh iya sayang ada Filem zombi baru lo, aku mau menontonya tapi takut sendiri, mau kah kamu menontonya dengan ku." Abraham menoleh pada istrinya "boleh saja."windi terlihat senang "Kalok gitu kita amankan anak-anak dulu." Abraham tak mengerti apa maksud istrinya "Amankan ke mana??" Windi menatap suaminya "Kita amankan mereka di kamar mereka lah, mau di mana lagi??" Abraham mengagguk mengeri mereka pun masuk lift lalu yg menekan tombol lift adalah windi dan lift pun mulai berjalan hinga sampai ke lantai kamar mereka lalu terbuka dan mereka pun keluar lalu masuk ke kamar anak-anak mereka dan Abraham lah yg membaringkan mereka ke dalam Box mereka dan mereke tilihat tenang "Sayang coba kamu lihat, mereka terlihat begitu tenang."windi tersenyum menatap mereka "Kau benar, mereka sama sekali tidak terganggu ketika kamu memindahkan mereka." Setelah puas menatap dua buah hati mereka lalu mereka pergi menggunakan sebuah pintu yg ada di dalam kamar anak mereka yg juga tersambung ke kamar mereka.
__ADS_1
Windi menjawab dengan sobongnya "Aku gak bakal takut, lihat saja nanti."windi pun membuka bukus ciki-ciki tadi lalu mulai menonton, selama filem itu mulai windi mulai tegang sedangkan Abraham hanya biasa saja karna menurutnya itu tidak menakutkan, di pertengahan filem windi tak sngaja berterika karna kaget sontak abraham menoleh padanya dan windi yg sadar langsung berekting "Aku gak takut, aku hanya kaget saja." Abraham tersenyum lalu berguma dalam hati 'Kita lihat saja, sampai kapan kebarnian mu itu.' Dan perlahan filem itu mulai menegangkan yg membuat Windi sudah tak sanggup lagi untuk melihat dan melilih untuk memalingkan wajahnya ke arah suaminya sedangkan Abraham yg sadar berbicara "Kamu lihat apa, apa mungkin kamu sudah takut yah..."windi menjawab "Kamu apa aan sih.." windi menatap mata suaminya yg menolehnya peria itu pun kulai membelai wajah istrinya "Loh katanya berani kok malah lihat ke arah suaminya sih." Abraham perlahan mencoba untuk menolehkan kepala istrinya namun windi dengan sekut tenaga menahannya sambil menutup matanya, abraham tersenyum ia tak mau meyia-yiakan kesempatan ini dan mendekat kan wajahnya dan langsung mencium istrinya itu sontak windi membuka matanya dan perlahan menik mati ciuaman itu dan Abraham yg nakal langsung memasukan lidahnya ke dalam mulut istrinya begitu juga dengan Windi dan ciuman itu mulai panas hinga terdengar suara tangis anaknya yg kembuat mereka melepas ciuman terebut "Aku pergi meliht anak anak sebentar.." windi dengan wajah memerah tergesah-gesah meninggalkan suaminya sedangkan Abraham terlihat sangat puas tak lama terdengar sebuah notifikasi masuk di hpnya istrinya dan Abraham yg penasaran mengambil hp istrinya lalu membukanya untungnya hp Windi memang sengaja tak di pasangkan kode Agar abarah bisa menggunakannya juga dan peria itu terkejut ketika membaca notifikasi yg masuk rupanya adalah notifikasi pesan masuk di media sosial istrinya yg bertuliaskan 'Hai win..' bukan karna kata itu yg kembuat Abraham terkejut tapi yg pengirimnya lah yg membuat abraham terkejut sekaligus marah"Kevin jonatan...".
__ADS_1
Bersambung....
__ADS_1