Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 143.Sandra


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit Mario berpura-pura menjadi seorang Ob, di sudah dari pagi membersihkan Rumah sakit itu agar tidak di curigai dan pada saat pintu lift terbuka ia keluar terlihat sebuah kamar yg di jaga sangat ketat ia mulai membersihkan di bagian luar namun tak lama kemudina terdengar suara barang yg terlempar ke dinding dan pecah lalu seorang suster keluar dengan ketakutan dan para menjaga di luar di buat kebinggungan karna penasaran mereka masuk dan terdengar suara tembakan dan para penjaga yg masuk tadi tak keluar lagi dan Mario semakin percaya orang yg ia cari pastia ada di dalam.


Ia mengambil pistol dari dalam ember yg di tupi kain pada trolinya lalu berjalan perlahan mendekati kamar tersebut, ia pertama-tama melirik pada celah pintu dan terlihat mayat seorang penjaga yg masuk tadi ia segera masuk dan menodongkan pistolnya "Jangan bergerak..." seketika wajahnya berubah marah ketik tau peri yg berada di dalam adalah peria yg ia cari selama ini "Ternyata itu kamu Rehan.." peria itu tersenyum "Apa kita pernah beretmu sebelumnya sepertinya dari wajahmu tidak asing bagi ku." Mario matap sinis peria tua itu "Tak usah berekting, mana mungkin kamu akan melupan peria yg paling kamu benci ini." Rehan tertawa "Haha, Mario-Mario kamu membuat ku tak kusa menahan tawa ku, apa mau kamu datng kesini, apa mungkin kamu ingin segera menyusul istri mu." Mario yg sudah tak bisa menahan rasa panas yg berkobar di dalam tubuhnya langsung menembaknya, namun dengan lincanya ia menghindar "Hey Mario walau aku sudah tua jangan kamu pikir kemampuanku akan berkuran dan hari ini kebetulan aku sedang tidak dalam suasana hati yg baik jadi mungkin membunuh akan sedikit menghibur ku..." peria itu dengan lincahnya menembak kan pistolnya pada Mario, kemana peria itu pergi peluru itu terus hampir mengenainya.

__ADS_1


Dan kara suara tembakan itu seorang satpam rumah sakit datang memeriksa ke dalam dan meliaht dua peria itu yg saliang mengembak satu sama lain, ia tak tau yg mana yg salah tapi ia berpendapat bawa Ob itulah penjahat sebenarnya namun kenapa pasian itu memiliki pistol dan malah menembak Ob tersebut Rehan yg sadar akan kehadiran satpam itu dengan lincahnya mendekatinya lalu menyandranya setelah itu menodongkan pistolnya pada kepala peria itu "Jika kamu bergerak lagi peria ini akan mati..." sontak Mario tak bergerak dari tempatnya "Baiklah tapi aku mohon lepaskan dia..." Rehan tersenyum "Aku mau kamu merusak pistol mu itu dulu baru akan melepaskanya." Mario sebenarnya masih ragu namun ia tak punya pilihan ia menjatuhkan pistolnya lalu menginjaknya hingga rusak Rehan tersenyum melihat hal itu "Dari dulu kamu memang naif ." Ia menembak kaki Mario lalu menyeret satpam itu bersamanya ke luar.


Mario pantang menyerah ia masih harus membalaskan dendamnya pada peria tua itu, ia bangit dan menyeret kakinya keluar pada saat keplanya keluar Rehan menembak dari jauh dan kali ini ia bisa menghindar "Gila dia masih ada di luar." Rehan pun menyeret satpam itu masuk ke dalam lift di mana terlihat sebuh keluarga yg ada di dalam lift, sejetika mereka ketakutn ketika melihat pak tua itu, pada saat mereka akan keluar lift sudah tertutup, Rehan tersenyum lalu menembak kepala satpam itu, dan selanjutnya kedua sumi, istri yg ada di hadapanya hingga menyisahkan putri kecil mereka yg ketakutan. Rehan menariknya lalu menodongkan pistolnya padanya. Sedangkan mario nekat turun dari tangga darurat walau kakinya sangat sakit ia tetap nekat secepat mungkin ke bawag dan memberi peringatan untuk orang-orang di sana agar segera besembunyi dan setelah cukup lama akhirnya ia samapi dan pada saat ia membuka pintu darurat terdengar suara tembakan dan teriakan orang yg berusaha melarikan diri ia berjalan dengan pincang-pincang ke tempat kejadian itu lalu menodonkan pistol yg ia ambil dari embernya di atas tadi karna ia membawa 3 buah pistol  "Rehan hentikan jika tidak..." ia terdiam ketika melihat seorang gadis yg menjadi sandranya dan di mana mana tergeletak mayat orang yg sudah di bunuh olehnya.

__ADS_1


Dan penyerangan mereka yg tiba-tiba itu berhasil, para angota Elang perak berhasil di amankan ke kantor polisi dan para Bodiguard yg terluka ketika penyerangan di markas mereka di bawa ke rumah sakit Milik Abraham  untunya tak banyak yg terluka parah, paling ya di katakan terluka parah adalah Abraham dan Mario yg terluka karan tembakan. Setelah melakukan berbagai prosedur oprasi akhinya Mario di bawa ke kamarnya ia sadar setelah 3 jam ia tertidur ia mendengar suara tangisan dan seseorang yg memegang tanya, ia perlahan membuaka matanya lalu menoleh ke sampinya, ia di buat terkejut ketika melihat putri kesayanganya ada di sampinya dengan suara lemah ia memangil putrinya "Jesi..." gadis itu menoleh pada ayahnya "papa, udah sadar..." ia memeluk tubuh ayahnya sambil terus mengis "Kenapa papa gak bilang kalok papa masih hidup, kenapa ketika Jesi tau papa masih hiduk kenap harus dalam kondisi begini..."Peria itu membelai rambut putinya pelan dan ia tak bisa menahan tangisnya ketika sekian lama akhirnya ia bisa menyentuk rambut putrinya  ia tak bisa berkata-kata bertapa bahagianya ia ketika ia tau rupanya putrinya tak membencinya ia selam ini takut menenui gadis itu karena ia merasa bersakah karna tak bisa melindungi istrinya dan putrinya saat itu.


Setelah berapa lama istirahat kini tenaganya kembali pulih ia duduk di ranjanya lalu memegan tangan putrinya sambil mendengar cerita putrinya dan lupa memberitau ayahnya mengenai ia pertunanganya dengan Roy, tak lama kemudian pintu terbuka "Sayang biar kamu gak sedih lagi aku bawakan kue kesukaan mu."Mario yg mendengar Roy memangil putrinya dengan kata 'Sayang' membuat ia kesal lalu menatap kearahnya "Kamu barusan memangil putri ku apa??" Roy terdiam di depan pintau "Buakna apa apa aku tadi hanya memangilnya teman kok..." Roy berusaha tersenyum ia gak tau bahwa Mario sudah sadar, dan Jesi pun menjelaskan pada ayahnya "Papa jagan gitu dong , Roy itu calon menantu papa juga." Ayahnya yg mendengar hal itu menatap putrinya "Apa..., kenapa harus Roy, tidak adakah peria lain..."Jesi mencoba memperjelas hubungan mereka "pa jesi mau nikah sama kakak Roy karna Jesi sayang paa." Peria itu menatap sinis Roy ruapanya mau menikahi putrinya tanpa memberitaunya terlebih dahulu padahal dia tau kalok Mario adalah Ayah Jesi "Apa peria itu pernah menyentuh mu." Jesi yg mendenar hal itu menggingat kejadian berapa waktu lalu ia tak bisa berkata kata sedangkan Roy berusaha meyakinkan Calon ayah mertuanya itu "Gak lah mana mungkin..." Dan jesi dengan polsnya menoleh pada Roy "Terus yg waktu itu gak di sentuh namanya, itu ciuman pertama ku lo." Mario yg mendengar hal itu lantas melempar pisau yg putrinya gunakn untuk mengupas buah hinga tertancap ke pintu kayu di belakang Roy dengan suara yg besar ia berbicara"Keluar.." peria itu berusaha tersenyum lalu mendekat dan menaruh kue tadi ke meja "Ini untuk calom istriku dan bapak mertua saja." Lantas Mario kembali meneriaki Roy "Keluar peganggu, dasar tukang pelet...." Roy berlari keluar sedangkan Jesi tak bisa menahan tawanya dengan tinggkah laku Roy dan Ayahnya itu, seketika sedinya menjadi tawa yg membahagiakan dan ayahnya senang melihat hal itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2