Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 202. Ke Pantai


__ADS_3

Besoknya karna hari saptu kebetulan tangal merah abraham memutuskan untuk membawa anak dan istrinya jalan jalan ke pamtai yg kebetulan tidak jauh dari kota ada pantai yg dimana juga tempat itu sering di datangi turis dan jika di malam hari di sana juga menjadi tempat nongkrongnya anak muda jadi Abraham yg bosan di rumah enatah kenapa kepikiran untuk pergi ke sana sambil mengajak istri dan anaknya sesampainya di sana ia segera memarkirkan mobilnya, windi yg melihat sekitar sedikit ragu "Sayang, panas gini kamu ajak anak-anak mu ke luar." Pada saat ia menoleh pada suaminya ia sudah keluar dan membuka belakang mobil dan mengambil gendonganya sedangkan Windi menyusulnya "Sayang ini panas lo, kok malah ngajak anak panas panasan. Kalok pagi gak papa aku gak masalah, ini siang lo." Abraham menjawab "Kita duduk di bawah pohon yg rindang." Windi menghela napas pelan lalu ikut mengambil gendonganya lalu mereka mengambil anak mereka di dalam mobil dan mengendong mereka satu persatu, windi yg menggendong Rafael sedangkan Abraham mengendong Farel lalu abraham kembali mengambil tas ranselnya serta satu tas lagi yg berisi barang anaknya sedangkan Windi membawa keranjang yg di anyam rotan di mana di dalanya ada banyak makanan  yg sudah di sediakan lalu mereka pun berjalan untuk mencari tepat yg cocok.

__ADS_1


Akhinya mereka menemukan tempat yg adem di bawah pohon yg sangat rindang lalu Abraham segera menyiapkan tempat untuk duduk dengan membuka sebuah tikar yg sudah di siapkan di dalam ranselnya lalu ia menaruh barang barang di tengah sedangkan Windi membuka tas milik anaknya lalu mengeluarkam dua bantal yg dia bawa dari rumah lalu membarangkan anaknya, cukup lama mereka mempersiakan semua itu baru mereka bisa istirahat "Astaga lelahnya, padahal baru di buka.Sayang ambilkan minum dong." windi meraih kerang tadi lau mengeluarkan sebuah botol air mineral lalu memberikan pada suaminya "Abragam segera mengambilnya lalu meneguknya lalu memberikanya kembali pada istrinya "Ini kamu lagi." Windi menerimanya lalu ia mulai minum sedangkan Abraham sudah merebahkan tubuhnya di samping anak anaknya "Papa capek nak, kenapa rasanya kalian mulai berat yah. Gendong kalian rasanya kayak lagi gendong mama  kalin, eh tapi mama kalian masih berat."Windi melempar selimut pada wajah suaminya "Banyak omong kamu, emang siapa suruh kamu gendong , aku saja malas kalok di gendong sama kamu." Abraham menyingkirkan handuk itu dari wajahnya lalu menatap istrinya yg duduk "Ih bukanya kamu suka makanya aku gendongin, lagian enak kan kalok di gendong." Windi menatap sinis suaminya.

__ADS_1


Tiba tiba dari jauh terdengar suara anak kecil yg mendekat pada mereka "Om baik.. Om baik..."Sontak windi menoleh pada sumbersuara sedangkan Abraham bangkit lalu menoleh ke belakangnya seorang anak datang menghampiri mereka namum karna terlalu tergesah gesah ia malah tersandung lalu terjatu. Sontak Windi bangkit lalu berlari menghampirinya "Apa kamu gak papa nak.." anak itu terdengar seperti akan menagis "Aku jatuh kaki ku sakit." Ketika Windi membantunya berdiri di lututnya sedikit tergores dan mengelurakan darh dan anak itu yg melihat hal itu sontak menangis "Aduh kaki ku berdarah..hik." sedangkan Windi langsung mengangkatnya "Sudah jangan menangis biar tante obatin kaki mu."Windi pun membawa anak itu sedangkan Abraham dari jauh sudah sangat mengenai siapa anak itu lalu, windi segera mendudukan dia ke karpet "Kamu tunggu sebentar yah, nanti tante datang bawa obat buat mengobati kaki mu." Windi menoleh pasa suaminya "Sayang kuci mobil mu dong, buat ambil kotak P3K di dalam mobil." Abraham memberikan kuci mobil pada istrinya lalu windi segera pergi sedangkan Abraham segera menghampiri anak tadi lalu ia menghapus air matanya "Satria harus kuat dong, orang lukanya cuman kecil satria harus kuat gak boleh cengeng ini lukanya cuman kecil nanti tante yg tadi obati jadi jangan nagis lagi yah Adeknya lagi pada tidur."

__ADS_1


Anak itu menajwab "Nama saya Satria Tamara di pangil satria." Windi tersenyum padanya "Namanya bagus." Windi baru teringat makanan yg ia bawa lalu ia segera mengambil kerangjang tadi lalu ia mengeluarkan berberapa kotak dan pada saat di buka ada berberapa makanan di dalamnya lalu ia mengambil satu kotak yg bersi bronis dan bolu gulung "Apa kamu mau ??" Anak itu segera meraih satu "Makasih tante." Lalu ia memaknya ia terlihat lahap memaknya sedangkan Abrahak yang melihat hal itu malah menawarnya untuk mencoba makanan yg mereka bawa itu dan ia sangat senang ketika mencoba satu persatu kue tersebut dan tak lama terdengar suara seorang peria yg memanggilnya dan pada saat Abraham menoleh pada sumber suara ruapnya itu Luis dan pada saat peria itu sudah sampi di dekat mereka, ia terlihat terengah engah "Untung kamu ada di sini nak.., papa sangat memghawatirkan mu...." Anak itu mengangkat kue yg ada di tanganya "Papa, satria lagi makan kue sama om baik, kuenya enak pa. Apa papa mau coba juga??" Luis langsung menoleh pada Abraham "Maaf jika anak ku merepotkan kamu dan adik mu."abraham terkejut karna perkatan luis  "Adik ku yg mana??" Luis meanatap bingung abraham "Bukanya gadis yg di samping putra ku itu adik mu dan dua bayi yg ada di tengah itu keponakan mu bukan??" Sedangkan windi yg mendengar hal itu malah tertawa dan Abraham pun mulai menjelaskan "Dia bukan adik ku dan dua anak itu bukan keponakan ku, wanita yg dekat dengan anak mu itu istri ku dan dua anak yg sedang tidur itu anak ku." Luis sedikit terkejut "Istri...anak....hah..."

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2