Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 82.Telfon


__ADS_3

Di ruang tamu'


"Tak ku sangka,kamu menikah dengan peria gak peka...Keras kepala seperti Abraham"Riski tertawa dan tidak menyadari Abraham menatapnya dengan sangat dingin, namun mata Riski masih fokus dengan Windi .


Windi ikut tertawa " Kau benar suami ku ini gak peka..Keras kepala... pencemburuan pulak,komplit gak tuh" Windi dan Riski kembali taertawa sedangkan Abraham yg mendengar perkataan Windi merasa seperti di tindih batu yg sangat berat bertubi tubi,


Abraham mulai kesal pada Riski karna Riski mulai menceritakan Aib-aib Abraham yg membuat Windi tak henti tertawa"Hey ikan tongkol, berhenti membongkar aib orang. Kayak kayak ibuk ibuk di sinetron aja..".


"Wah wah wah ikan layang mengamuk " Abraham menatap sinis pada Riski. "Udah udah, gak usah kelahi, udah gedek jugak malu di liat orang. Ngomong-ngomong Bagai mana, tentang program kalian??".


"Yah hasinya tetap sama seperti tahun yg lalu,aku melihat dia semakin kurus


dan aku sudah berberapa kali meminta cerai, tapi dia masih saja tidak mau tanda tangan. Mungkin kalom dia menikah dengan peria lain, dia pasti sudah hamil."


"Kak, jangan ngomong gitu dong, kak Isabel gak mau pisah itu karna sayang kakak. Kak harusnya bersyukur ada wanita yg masih mau sama kak."


"Kenapa kamu tidak coba untuk mengadopsi anak saja".


"Sebenarnya aku juga berencana mengadopsi anak tapi mengurus suratnya itu yg lama, sedangkan istri ku selalu sibuk dengan Kafe kami dan aku sibuk mengurus kasus sana sini. Jadi gak ada yg punya waktu untuk mengurus".

__ADS_1


"Kalok gitu, kamu suruh istri mu istirahat dari pekerjanya sehari saja, aku yg akan menemaninya mencari anak yg ingin di adopsi dan langsung mengurus suratnya hari itu juga."


"Tapi istri ku itu keras kepala.." Windi tersenyum "Tenag saja, kalok aku yg minta pasti dia mau".


"Baiklah,nanti akan ku bicarakan padanya."tiba tiba sebuah telfon masuk dari hp Windi, Abraham menoleh pada Windi "Siapa??.." Windi melihat hpnya "Kakak Bambang.." Windi pun segera pergi ke dapur.


"Halo kakak.." tak lama kemudian terdengar suara Bambang "Halo Win, kamu lagi di mana??". Windi tersenyum" Di rumah lah, kamu kira aku bisa keluar tanpa Bodyguart dan Abraham??".


Bambang tertawa "Memang kamu ini istri penurut amat.." Windi duduk di sebuah kursi "Kalok kita gak nurut, nati aku pasti di ceramahin..."


Bambang tertawa "Oh iya, aku mau memberi tau mu, bahwa mingu depan aku dan Anastasia berencana menikah dan menggelar resepsi di hotel keluarga ku di jalan xxxx" .


"Jadi kamu mengundang dari telfon doang??".


"Yah udah gak papa, tapi kalok sempat datang ke rumah nanti."


"Iya iya, nanti kalok sempat aku ke rumah. Kalok gitu udahan dulu yah, aku sonya sebenatar lagi ada rapat".


"Iya,semangat bang" Bambang pun menyudahi telfon mereka, tak lama kemudian sebuah telfon kembali masuk "Ini siapa.." Windi pun menjawab telfon tersebut.

__ADS_1


" Halo.." tiba tiba terdengar suara seorang peria dari telfon "Apa ini kak Robet..." Robet tersenyum " Iya ini aku.." Windi terkejut "Dari mana kamu mendapat Nomor ku??".


"Emang aku gak bolah punya nomor mu??"


"Bukan gak boleh, tapi suami ku itu oranya gak suka aku Telfon sama peria" Windi sambil melihat ke arah Abraham di raung tamu "Kan tingal kamu bilang teman masa kecil mu, gak mungkin dia marah."


"Gak semudah itu juga kalik.." Robet terdengar tertawa "Apa kamu tau,paman sangat merindukan mu, datang lah sekali kali main ke rumah".


"Iya iya nati aku datang, tapi sma sumi" Robet terdiam "Halo..halo.." tiba tiba terlihat Abraham datang menghampiri Windi, sontak Windi menyembunyikan hpnya di belakang badanya.


"Itu siapa??" Windi terlihat sedang mencarai Alasan "Sayang itu siapa.."Robet masih bisa mendengar suara Abraham, Karna pangilnya belum di akhiri "Ih kepo urusan orang..".


"Sayang...,itu siapa".


"Bukan siap siapa sayang, ini teman ku" Abraham bingung "Teman yg mana".


"Ih kepo, kalok gitu aku mau ke atas dulu". Abrham pun menahan Windi" Syang aku mau ke atas",Abraham pun menjuk pipinya "Bik lah" Windi pun menarik tubuh Abraham lalu mencium pipi Abraham.


Robet yg cemburu langsung mematikan telfon mereka. "Sudah.." Abraham tersenyum "Sekarang kamu boleh ke atas" Windi yg bahagia langsung berlari pergi "Astaga , imutnya".

__ADS_1


Sesampi di lift pada saat Windi melihat Hpnya," Alah.. udah di matikan kakak Robet." Lift pun menuju lantai tiga "Yasudah mending gua bobok di atas aja."


Bersambung.....


__ADS_2