Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 197.Ulangtahum pernikahan


__ADS_3

Besoknya Windi bangun lebih pagi ia menoleh sampingnya rupanya dua anaknya masih tidur windi membelai pipi mereka pelan "Astaga kalian imut sekali, apa kalian tau hari ini papa kalian akn pulang dan sekaligus hari ini adalah hari ualang tahun pernikahan mama dana papa mu untuk yg pertama kali."Windi tak bisa berhenti tersenyum karna ia ingin memberi kejutan pada suaminya "Mama akan berdandan secantik. Nanti kalok kalian tinggal bareng tante Keristin dan Bik ijah nanti jangan cerewet yah." Tiba-tiba sebuah ide muncul di pikiran Windi "Oh iya bagai mana kita VC saja dia, kalok di sini jam 6 mungkin di sana jam 8."Windi tersenyum lalu ia bangkit dan mengambil hapnya lalu ia segera menekan tombol Vc pada nomor suaminya tidak butuh waktu lama pangilan windi langsung di jawab dan terlihat suaminya yg sepertinya baru mandi "Selamat pagi sayang." Abraham tersenyum "Pagi juga istri ku.."Windi tersenyum "Oh iya kamu nanti berangkatnya jam berapa??"abraham menjawab "Kira kira jam 11 mungkin nanti aku sampainya jam 6 sore lah, Apa anak-anak masih tidur??"Windi mengangguk "Apa kamu mau melihat mereka??"Abraham menjawab "Gak usah sayang, nanti aku makin ingin cepat pulang, lihat mukak mu aja sudah membuat ku tak sabar untuk pulang apa lagi kalok melihat wajah mereka yg imut mungkin aku akan melakukan demo depan bandara agar pesawat ku segera di berangkatakan."


Windi yg mendengar hal itu terawa "Hahaha, kamu ini ada ada aja."Abraham tersenyum "Oh iya sayang, tadi hanya membeli oleh oleh untuk mu dan sikembar aku."Windi penasaran "Apa itu sayang??"Abraham tersenyum "Rahasia."Windi menatap sinis suaminya tiba tiba terdengar kedua anaknya terlihat bergerak "Astaga sayang, udah dulu yah anak anak udah mau bangun."Abraham mengangguk dan windi pun segera melambai kan tanganya pada suaminya "Dah sayang.."Abraham menjawan "Dah."pangilan itu pun berakhir lalu windi pun mengampiri anaknya yg sudah terbangun dan memberi Asi pada mereka sambil menunghu Kristin dan pada saat jam menunjuk pukul 7 pagi kristin baru datang lalu ia membantu windi memandikan kedua anaknya dan setelah memandikan mereka wini dan kristin lalu menganti pakian mereka setelah itu Windi membaringakn mereka ke atas Stroller karna Keristin akan membawa mereka menjemur sedangkan Windi segera mandi setelah itu ia turun ke bawah dan benar saja orang-orang yg ia panggil untuk membantu akhinya datang namun di antara mereka ada salah satu peria paruh baya di antara mereka.

__ADS_1


Pada saat sudah dekat akhirnya windi bisa melihat jelas siapa peria paruh baya itu "Eh pak Mario."Mario juga sedikit terkejut melihat Windi "Lah nak Windi kerja di sini??"dan yg menjawab Mario adalah Jeri "Apa maksud komandan, nona windi ini kan istrinya tuan Abraham." Mario semakin terkejut "Astaga nak, aku tak tau jika kamu sudah menikah, perasaan baru saja kita bertemu kemarin."Windi tersenyum "Bukan baru pak, udah satu tahun gak ketemu. Dulu kan kita biasanya ketemu kalok bapak datang buat meriksa CCTV kantor dan sekarang setelah nikah udah gak kerja lagi jadi udah gak ketemu lagi kalok hitunganya sudah satu tahun."Mario mengangguk mengerti sedangkan simon yg bingung mulai berbicara "Apa sebelumnya kalian pernah bertemu??"Windi menjawab "Dulu waktu kerja sering ketemu pak Mario, biasanya bapak kalok datang ke kanator biasanya mau memastikan apa keamanan kantor seperti CCTV biasanya kalok bapak mario datang pasati para ob di kantor bakal di suruh baris di luar kantor kayak orang lagi Apel pagi." Guama jeri dalam hati 'Lah kami tiap hari di gituin, berasa kayak upacara mendera.' Simon kembali berbicara "Apa nona tau, kalok pak mario ini mertuanya Roy??"Windi terkejut"Jadi pak mario itu bapaknya Jesi."Simon mengangguk dan Windi masih terlihat terkejut.


Sedangkan mario mulai berbicara "Suadahlah, nanti saja bahas hal itu sekarang untuk apa kita berkumpul di sini sekarang???"Zefano menjawab "Malam ini nanti nona akan mengadakan Acara."mario menjawab "Lalu apa tugas kita di sini??"Simon menjelasakan "Kalok untuk Zefano dia membantu untuk mendekor rumah, kalok untuk Jeri dia bertugas mengantar bik ijah mencari keperluan untuk Acara, sedangkan aku sementara akan membantu Zefano soalnya nanti aku mungkin akan mengantar nona, dan untuk tuan mario kalok mau membantu saya dan Zefano boleh saja."Mario menghela napas pean "Saya sudah terlanjur datang apa boleh buat jadi saya mungkin membantu." Setelah sepakat akhinya yg mereka segera mengerjakan tugas masing masaing sedangkan windi ia ke dapur karna ia akan membuat MPASI untuk kedua anaknya sekaligus memeriksa apa yg orang dapur perlukan agar bisa sekalian ia suruh bik Ijah belikan sebelum wanita paruh baya itu berangkat.

__ADS_1


Belum sempat sampai ke bandara sebuah pelang polisi membuat mereka setop dan terlihat banyak ambulan juga sudah bersiap di sana dan ada berberapa wartawan yg nekat datang untuk meliput berita di sana walau kepolisin sudah melarang mereka mendekat namun Windi yg menghawatrkan suaminya turun dari mobil laku ikut menghampiri mereka ia bertanya pada polisi itu "Pak polisi6 apa ada orang yg berhasil keluar??"Polisi itu menjawab "Sudah saya katakan kami masih mengusahakanya dan lebih baik kalian mejauh tauktnya para terorus itu berhasil keluar "Windi yg memdengar hal itu mulai di landa kehawtairan "Bagai mana ini."perlahn sudat mata windi meluarkan air dan Gadis itu mulai menghapusnya mengunakn sikunya, ia begitu hawatir perlahan banyak mobil yg berdatangan sepertinya mereka dari orang orang yg datang menjemput keluarganya di bandara namun karna ada pelang kepolisain mereka pun mulai berhenti dan mulai bertanya apa yg terjadi dan ketika mereka tau mereka mulai hawatir ada juga yg menagis hingga ada juga yg pingsan karna tak kuas memikirkan keluarga di dalam sana.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2