Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 93.Kakam ganteng


__ADS_3

Ke esoknya Robet kembali menungu di bangku yg biasa ia tempata , berharap dua teman kecilnya datang, Sudah pukul 4 sore belum ada tanda tanda kemunculan mereka karna mereka biasanya datang pada Jan 3 namun kali ini tidak ada tanda tanda mereka akan datang,Robet menunduk saat itu tapan sangat sepi yg membuat Robet berani menangis "Apa yg telah ku lakukan, apa memang aku tidak di takdirkan untuk memiliki seorang teman..." tiba-tiba terdengar duara dari jauh "Kakak Ganteng!!!!". Sontam Robet menaiki Wajahnya lalu segera menghapus air matanya,Windi menghampirinya lalu langsung  duduk di samping Robet "Maaf aku terlambat..." Windi pun menoleh pada Robet lalu menyodorkan sebuah keresek "ini untuk kakak, maaf aku telat soalnya mama meminta aku menemaninya mengantar pesanan kue."


"Apa kamu tidak membenci ku??" Windi terkejut "Emang kakam salah apa???" Robet terkejut "Itu lo soal yg kemarin..." Windi paham "Orang itu bukan salah kakak, yg salah itu kakanya kakak yg banyak omongnya."


"Benar kah..." Robet terlijat sangat senag karna baru kali ini ia menemukan orang yg dalat memahami apa yg terjadi padanya saat ini." Iya kak ganteng.." Robet begitu lalu ia segera membuka kertas yg di berikan Windi "Wah Bika ambon..." Robet segera memncicipi satu "Wah enak sekali, apa pekerjaan ibu mu. Hinga bisa membuat kue Bika senak ini??".


"Mama ku cuman penjual kue Online , kata mama dulu nenek ku suka kue Bika ambon jadi nenek ku belajar membuat  lalu di ajarkan pada ibu ku" Robet mengguk sambil menikmati makananya "Sedangkan kalok Ayah ku hanya tukan bersih bersih . Walau pekerjaan ayah ku selalu di hina ,dia tetap lah pahlawan ku." Windi terlihat tersenyum.


Ribet yg mendengar cerita temanya itu terdiam lalu berhenti memakan makananya lalu mengeluarkan napas kasar "Aku iri pada mu, sejak kecil aku harus bertahan hidup dari uang yg entah di dapat dari apa itu baik atau tidak ,aku tidak tahu.  aku juga di tuntuk untuk selalu menjadi yg sempurna dan mengganap diri lebih berkuasa dari yg lain."

__ADS_1


Windi terdiam mendengar cerita "Apa kah kelurga kakak orangnya baik baik???" Robet tersenyum "Tidak, mereka seperti iblis." Windi terkejut "Jadi serem serem semua mukaknya kakak?" Robet tertawa lalu mencubit pipi Windi pelan" Kamu ini lucu amat sih, bikin gemes aja.." Windi yg risih "Ih kakak, gak usah cubut pipi windi segala..."


Robet melepas cubitanya lalu tertawa karna berhasil mengoda Windi "Ik kakak ini ketawa mulu..." windi terlihat kesal "Maaf tapi kamu sangat lucu....." Robet menghapus air matanya. Tiba tiba sebuah telpon masuk dari hpnya "Tungu sebentar yah.."


Robet pun menjawab telgon tersebut "Halo....."


Robet tersenyum.


"Ya besok aku akan datang, apa kamu mau ku belikan sesuatu??" Robet menoleh pada Windi "Bawakan kue yg menurut paman Enak di Rusia." Pamanya terdengar tertawa" Tumnen sekali kamu meminta di bawa oleh oleh kue, kenapa??" Robet tersenyum "Untuk teman kecil ku..."

__ADS_1


"Kalok begitu sudah dulu, ada seorang tamu yg datang...".


"Baik paman.." pangilan itu pun berakhir. Windi yg kepo "Itu siapa kakak??" Robet tersenyum "Itu tadi paman ku" tiba tiba dari jauh seorang pria terlihta datang menghampiri mereka.


"Papa.." Windi berlari menghampiri ayahny itu "Aku sudah mencari mu kemana mana tapi ternyata kamu di sini.."ayah windi menoleh pada Robet "Maaf jika anak saya merepotkan anda..".Robet tersenyum "Tidak kok om, dia justru menemani saya di sini."


Ayah Windi tersenyum "Kalok giti saya permisi dulu.." Robet tersenyum lalu menganguk dan melambaikan tanya lalu di balas Windi Setelah itu mereka pergi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2