Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 131.Minta Maaf


__ADS_3

Salah satu wanita tadi menunjuk tempat duduk di samping Windi yg kebetulan kosong, mereka perlahan berjalan menghampiri tempat itu, salah satu gadis duduk di sampinya dan yg duduk dekat Windi Adalah Eli dan satu gadisnya di pangku . Windi mengintip dari sudur matanya dan berguma dalam hati 'Ni orang pakai duduk dekat saya lagi,  rasanya pengen ku jambak aja rambutnya trus ku tendang junornya biar dia gak bisa main sama cewek lagi.'  Tak lama kemudian Abraham datang dengan membawa Minum kelapa yg sudah di potong "Sayang aku bawa untuk mu kelapa." Abraham tiba-tiba berhenti ketika tau orang di samping istrinya ruapanya Eli.


Dan Eli juga terkejut ia malah bertemu Abraham di Hawaii ia kira Abraham Pergi berlibur ke Boston "Abaraham..."  wajahnya yg tadi tersenyum kini berunah dingin "Apa yg kamu lakukan di sini.." Windi berdiri dari duduknya lalu memgambil satu minuman tadi "Makasih satang, ayo kita duduk." Abraham mengganguk tapi kali ini ia yg di dekat Eli sedangkan windi di sampinya "Ham maaf masalah kemarin aku waktu itu tak bermaksud." Abarahm menajwab "Telat, aku dan istriku sudah bertengkar jadi tak perlu di bahas lagi. Dan untuk di sini bisa gak kamu pura-pura tak saling mengenal, aku muak melihat wajah mu itu."


Eli berdiri dari duduknya lalu menghampiri Windi yg sedang meminum air kelapanya , Abraham melihat gerak gerik sahabatnya itu ia tiba-tiba berdiri di depanya lalu ia menunduk "Maaf Soal kemaren, aku tak bermaksud merusak rumah tangga kalian aku tak tau kalok Abraham sahabat ku itu sudah menikah" Windi menoleh pada Eli dan tersenyum "Tak papa, yg penting kamu udah tau kalok kami sudah menikah dan aku harap jangan di ulang lagi." Eli di buat diam ketika melihat senyuman Windi, ia terlihat begitu cantik, Guma Eli dalam hati 'Gila tak kusangka ia secantik ini, aku mengerti kenapa Abraham takut istrinya salah paham padanya. Ia pasti takut kehilangan permata indah ini.' Abraham malah menjadi kesal melihat Eli yg malah bengog melihat istrinya , sedangkan windi ia tak melihat Eli sama sekali karna ia kira dia sudah pergi dan windi asik menikmati minumanya.

__ADS_1


Abraham berdiri lalu duduk di samping istrinya "Dasar pria mesum, tidak bisa kah kamu jaga mata mu itu, berani sekali kamu berlama-lama melihat istri orang" Eli tersadar dari lamunanya "Maaf kan aku." Ia langsung kebali bersama dua gadisnya, walau ia bersama gadis-gadisnya ia masih kepikiran mengenai Windi, perlahan windi mulai risih karna Eli mulai sering curi-curi pandang padanya, Windi menutup matanya lalu sejenak setelah itu ia menoleh pada suaminya "Sayang ayo kita pindah, aku tak nyaman di sini." Abraham yg baru sadar lalu meng iyakan permintaan istrinya mereka pun pergi. Eli yg melihat hal itu sebenarnya ingin mengikuti mereka dari belakang namun kedua kekasihnya menahan tanganya jadi ia terpaksa mengurung niatnya untuk pergi. Jam pun perlahan berganti kini sudah menunjuk pukul 16.44 waktu Hawaii mereka berdua memutuskan untuk pulang karna tidak baik bagai seorang ibu hamil keluar di sore hari.


Di rumah windi memutuskan untuk tidur di lantai 3 bersama suaminya, setelah mereka sampai mereka langsung mandi bersama di Bak mandi sambil berbincang-bincang tentang masa lalu Abraham agar tak ada lagi salah paham dan Windi bisa menerima semua masa lalunya mulai dari ia yg sakit hati karna di tinggal Tiara, hingga dia yg selalu bekerja hingga hanya memiliki waktu tidur sedikit dan sampai di mana ia mencari kehangtan dari wanita bayaran. Windi bertanya "Lalau di antara banyak wanita itu bagusan sipa??" Abraham mencium puncak kepala istrinya, karna posisi mereka saat ini istrinya berada di pangkuanya "Tentu saja kamu." Windi menjawab "Jadi aku ini sama aja kayak para ****** mu itu sehingha kamu memilih aku."Abraham menjawab "Tidak, kamu itu tidak sama dengan mereka, kamu ini adalah istri Abraham putra, dan kenapa aku memilih kamu karna menurutku para wanita ****** itu tak ada artinya, mungkin di mataku mereka tak pernah ada dan wanita yg ada di hatiku hanya kamu seorang."


Di hotel tempat Eli menginap setelah kedua wanitanya tertidur karan kelelahan bermain ia menikmati pemandangan kota dari lantai atas hotel tersebut sambil menikmati muinumnya "Kenapa aku tak bisa melupakan wajah cantik istri Abraham." Eli terlihat penasaran dengan sosok gadis itu, ia pun memutuskan untuk menelfon Abraham dan telfonya tak pernah di angkat sama sekali lalu ia memutuskan untuk melacak keberadaan hp Abraham, rupanya mereka berada di sebuah Villa mewah yg tidak jauh dari pantai dan berlantai 3 . Ia segera memakai bajunya lalu meningalkan cek di meja untuk kedua gadis itu setelah itu ia pergi. Karna kebetulan Villa temapt Abraham menginap tidak jauh dari Hotelnya jadi ia tak butuh waktu lama hingga sampai ke sana.

__ADS_1


Sesampi di sana banyak Bodyguard yg berjaga di sana dan bahkan jika di hitung totalnya 50 lebih dan dari wajah mereka seperti orang yg berkeliaran di dekat Windi ketika di luar namun pada saat itu mereka memakai baju biasa, guma Eli dalam hati 'Kenapa Abraham selebay ini, bukanya biasanya ia tak suka di jaga ketat'. Sesampai di sana ia di tahan dan tak di bolehkan masuk "Maaf anda tak boleh masuk." Eli menatap tajam peria itu "Aku sahabatnya Abraham putra.." peria itu ketakutan lalu langsung memangil simon. Tak lama kemudian Simon datang "Ada apa tuan Eli ke sini??" Eli menjawab "Aku mau bertemu Abraham." Simon menjawab "Kalok gitu tungulah di situ sebentar." Simon pun langsung menenelfon Abraham.


Setelah pelepasan untuk ke 3 kalinya akhirnya mereka selesai bermain dan Windi sudah terlihat kelelahan dan hpnya kembali berdering, Abraham yg sudah kesal "Ngapain anak ini terus menelfon ku." Abraham mengambil hpnya namun kali ini bukan Eli tapi Simon ia langsung menjawabnya "Ada apa simon??" Simon menjawab "Tuan Eli ingin bertemu anda ,apakah kami bolehkan di masuk atau tidak." Abraham yg sudah kesal "Suruh saja si penggangu itu masuk, aku akan membuat perhitungan pada dia karna berani melacak keberadan ku." Abraham mematikan Hpnya, windi yg melihat suaminya sedang marah diabuat penasaran "Sayang tadi siapa??" Abraham mendengus kesa "Itu tadi simon, katanya Eli datang aku akan menemuinya ke bawah kamu istirahat aja." Windi menjawab "Aku juga ikut ke bawah." Abaraham terkejut "Buat apa??" Windi menajawab "Tentu saja mengikuti kamu, setega itukah kamu membiarkan istri mu yg sedang hamil ini sendirian di sini, sudah tau istrinya penakut tapi kok malah gak peka." Abraham menciuk kening istrinya "Baiklah, tapi aku duluan ke bawah kamu mandi saja dulu." Windi dengan kesal memukul lengan suaminya "Ih jagan, tunggu aku dulu dong." Windi pun segera turun dari ranjang dan berjalan ke ke kamar mandi Abraham melihat hal itu malah tersenyum dan mengikuti istrinya dari belakang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2