
Pada saat abraham akan berangkat kerja ia bisanya akan sarapan bersama istrinya namun di meja makan hanya ada satu piring yaitu untuknya seorang dan ia terlihat sangat menyesali perbuatannya, sedangkan dari jauh bik ijah dan pak Rahmat melihat Abraham dari jauh "Sepertinya masalah nona dan tuan sangat parah makanya nona sampai pindah kamar." Pak Rahmat menjawabnya "Cobalah kamu bujuk dulu nona agar mau berbaikan dengan tuan, kamu kana tau sendiri sejak kehadiran nona siakap tuan yg bisanya suka marah marah dan minum minuman keras sudah teratasi dan bahkan sikapnya saat ini sangat baik." Bik ijah mengangguk "Ya, nanti akan ku coba." Abraham sama sekali tak menghabiskan sarapannya dan langsung berangkat dan ia seperti orang yg tak memiliki semangat, hingga sampai di kantor banyak pekerja yg melihat tingkah tuannya yang tiba tiba tak ada semangat dan senyuman yg selalu nengembang itu kini sudah tak terlihat lagi dan bahkan ketika bekerja ia tak henti memeriksa hpnya karan ia berharap ada pesan dari istrinya namun tak ada, hingga jam makan pun tiba Roy yg sadar jika dari tadi tuanya tak memintanya untuk membeli makan siang bernisyatif membelikan tuannya, anggap saja kali ini ia yg teraktir karan selama ini makannya di kantor selalu di tanggung bosnya itu. Setelah makanannya sampai ia masuk keruangan tuanya dan ia menemukan tuanya yg terlihat tengah duduk di sofa dan tak hentinya ia memeriksa hpnya, Roy menyapanya terlebih dahulu "Siang tuan." Abraham sontak menoleh pad Roy "Ada apa??".
__ADS_1
Roy mengangkat keresek makanannya "Ini makan siang Tuan." Abraham mengangguk mengerti "Taruh di meja sini saja." Roy mangangguk lalu menaruh satu untuk tuannya dan satu untuknya, ia pun diduk di hadapan tuannya dan Roy dapat melihat tidak adanya semangat abraham, mungkin ini semua karna masalah waktu itu lalu Roy memberanikan diri untuk bertanya "Tuan apa nona masih marah karna masalah waktu itu??" Abaham mengangguk "Dia bahkan tak mau menemui ku, dia membenci ku dan bahkan berbicara masalah perpisah, aku yg mendengar itu aja sudah membuat beban pikiran ku." Roy yg mendengar hal itu ingin sekali menyemangati tuannya namun dengan cara apa dia tak pernah mengalami masalah seperti ini lalu ia mulai berfikir dan ia teringat kisah ayah mertuanya dulu yg bercerita tentang dia dan mendiang istrinya ketika masih muda dan permasalahanya pun sama, roy beranikan diri untuk bicara "Tuan, jika nona marah ketika tuan bersama wanita lain itu wajar itu tadanya nona mencintai tuan dan tak mau tuan sampai bersama wanita lain selain dia." Abraham yg mendengar hal itu sontak menoleh pada Roy "H.. maksud mu??"
__ADS_1
Roy menghela napas pelan "Nona masih marah pada tuan itu tandanya nona sayang pada tuan nona marah seperti itu karna cemburu,seperti halnya tuan ketika melihat nona bersama pria lain tuan pasti sangat marah melihatanya,itu artinya tuan tak mau kehilangan nona, jadi jika ada kata nona yg mengatakan nona sayang pada tuan itu artinya ia berbicara dari lubuk hatinya terdalam kepada tuan bukan hanya kata kata bisa." Abraham terdiam ia mulai berpikir mungkin apa yg di katakan Roy tidak salah sama sekali namun bagai mana caranya ia minta maaf pada wanita itu, abraam menajwabnya "Lalu bagai mana minta maaf padanya??" Roy tersenyum "Tentu saja berikan apa yg nona suka." Abraham terdiam mungkin apa yg di sukai istrinya, setaunya wanita itu suka Anime tapi semua yg bernuasa Anime sudah banyak ia punnya sedangkan uang dia juga punya banyak uang baukan hanya dari ATM yg di berikan Abraham tapi di ATM pribadinya dan ia tak tau lagi apa yg harus ia berikan lalu ia menatap Roy lagi "Aku tak tau apa yg dia suka, menurut mu dia bagusnya di berikan apa??" Roy menjawabnya "Hal yg belum pernah tuan berikan dan takan pernah dapat di miliki orang lain." Abraham terdiam lalu sebuah ide muncul di pikiranya dan ia teringat dulu ayah pernah memberikan sesuatu pada ibunya dulu dan membuat ibunya yg awalnya marah kini berubah bahagia, jadi itu lah yg akan ia berikan untuk Windi dan ia sangat berharap wanita itu akan memaafkanya.
__ADS_1
"Bibik juga pernah muda seperti nona dan bibik tau rasanya bagai mana nikah muda dan bibik sudah pernah gagal sekali, hannya karna tak ada komonikasi yg baik dengan pasangan dan kami saat itu hanya mementingkan ego sendiri sehingga berdampak pada tumbuk kembang anak kami, jadi saya sarankan jika ada masah cerita saja sama bibik, bibik bisa bantu kok lagi pula bibik juga pernah merasakan rasanya menikah muda dan bibik juga tau rasanya di posisi nona." Tiba tiba windi menteskan air mata sedangkan bik ijah langsung mengambil tisi yg ada di meja samping kasur lau memberikannya pada Windi dan wanita itu pun mengelap air matanya "Nona windi jika ada masalah jangan di pendam sendiri cerita aja sama bibik dan keristin, dan bibik sarankan jangan pisah kamar gini lagi karna gak biak suami istri sampai pisah ranjang hanya karna masalah kecil yg bisa saja di selesaikam dengan komunikasi."windi mengangguk sambil tersenyum sambil melap air matanya sedangkan bik ijah tersenyum karna noannya mau mendengara perkataannya "Nanti jika tuan kembali nanti malam berbaikanlah." Windi mengangguk lagi "Baik bik.." bik ijah tersenyum lalu membelai rambut windi pelan "Bibik keluar dulu, nanti jika ada yg mau di cerita, bisa panggil bibik atau keristin." Windi mengangguk lalu bik ijah pun segera pergi.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1