Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 97.Jenuh untuk Mandi


__ADS_3

Pagi ini Windi terbangun lalu menoleh pada sampinya terlihat suaminya masih tertidur dan pada saat di lihanya jam."Sudah jam 7, tapi Abraham kok belum bangun juga."


Windi turun dari ranjang dan langsung masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan mengosok gigi pada saat ia keluar terlihat suaminya sudah bangun dan tengah duduk di sofa sambil memainkan hpnya.


"Udah selesai mandi??" Windi berjalan ke ruang ganti baju "Aku tidak mandi, airnya dingin."Abraham melirik Windi yg masuk ke dalam  rang ganti baju. Tak lama kemudian ia keluar dengan pakain yg berbeda. "Kamu dari malam belum mandi dan sekarang sudah mengganti baju...".


Windi menatap suaminya"Aku sedang malas mandi apa lagi airnya sangat dingin. " Abraham menatap istrinya itu " Bukanya ku bisa mencampurnya dengan Air panas. Jangan mencari alasan "


"Tetap aja,aku gak mau mandi. Kenapa kita harus mandi jika di dunia ini sudah ada parfum" Abraham menatap bingung pada istrinya itu "Ada apa dengan mu hari ini bukanya biasanya kamu mandi..."

__ADS_1


"Entah kenapa aku merasa jenuh untuk mandi. Dan yg ada di pikiran ku hanya makan makan dan makan, hanya itu saja." Windi pun segera pergi meninggalkan suaminya itu. Abrahamhanya menatap bingung pada istrinya "Ada apa denganya?".


Sesampai di bawah Windi langsung duduk di meja makan karna tiba-tiba merasa lelah setelah satu jam menunggu suaminya kini Abraham sudah datang dan duduk di samping istrinya itu.Windi tiba tiba dengan manja berbicara pada Abraham "Sayang apa hari ini kamu akan pergi bekerja??".


Abraham yg kini sudah rapi dengan jasnya menatap bingung istrinya itu "Tentu saja,apa kamu tidak lihat aku memakan baju apa??" Windi yg kesal langsung mengalihkan pandangnya dari suaminya itu. Abraham yg sadar istrinya sedang marah "Sayang..."


"Hem..."Windi sama sekali tidak menoleh pada Abraham "Sayang hari ini aku ada miting penting dengan kelayen jadi mengertilah sedikit, setelah miting aku janji aku pasti langsung balik pulang.." Windi masih tidak mau menoleh pada Suaminya itu "Mending aja gak usah balik, kalok bisa mitingnya di adakan satu mingu berturut-turut."


"Tapi gak gini juga kalik.."Windi pun segera turun dari pangkuan Abraham  namun tiba tiba Abraham menarik tangan istrinya itu, Windi menoleh ke belakang pada Abraham "Sayang lepasin aku mau duduk.."

__ADS_1


"Gak, aku gak akan lepas sebelum kamu memaafkan ku.." Windi awalnya tidak ingin memaafkan Abraham , tapi karna ia takut ada orang yg melihat mereka Windi mengiyakanya "Baiklah..., sekarang lepaskan tangan ku."


"Aku akan melepaskan mu jika ada bukti kamu benar-benar memaafkan ku"Windi bingung " Bukti apa lagi, kan tadi aku udah ngomong.." Abraham menunjuk bibirnya, sontak wajah Windi memerah "Apakah harus.." Abraham hanya menjawab degan angukan.


Windi memperhatikan sekelilingnya.


Guam Windi 'Ku harap tidak ada yg meliht.' Setelah selesai memeriksa kini Windi menatap suaminya itu lalu mendekatkan bibirnya pada bibir suaminya itu,


Awalnya Windi hanya ingin memberikan kecupan namun Ciuman tadi malah menjadi ciuman panas, Tiba-tiba terdengar suara Kristin yg memangil Bik ijah Windi segera menyudahi ciuman mereka wajah Windi memerah  dan napasnya terengah Engah, Sedangkan Abraham Tidak bisa menahan senyumannya ketika melihat tingkah laku istrinya itu,Taklama kemudian Kristin dan para pembantu yg lain menyipkan makanan di meja setelah itu mereka sarapan, Setelah sarapan Windi langsung cepat cepat pergi karna masih malu dengan hal tadi. Sedangkan Abraham yg melihat kepergian istrinya yg tergesa gesah hanya bisa menahan tawanya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2