Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 83.Ruang VVAP


__ADS_3

Robet masuk ke sebuah Ruang VVAP di sebuah rumah sakit."Bagai mana??". Robet pun menunduk peria yg sudah terlihat tuwa itu pun melempar sebuah gelas dan jatuh tepat di depan Robet sampai pecah.


"Dasar anak bodoh,tak ku sangka kamu lebih bodoh dari Adik mu..!!"


Robet yg kesal langsung menatap pamanya itu "Jika dulu kakek tidak memaksa memaksa adik ku yg lemah itu untuk mewarisi bisnis gelap mu itu, mungkin sampai sekarang dia masih hidup. Kenapa aku harus ber pura-pura menjadi dia!!!".


"Berhenti mengeluh, dan lakukan semua yg ku minta!!".


"Paman sudah ku kataka  tidak semudah itu mendekati Istri Abraham putra".


"Maka lakukan apa pun untuk mendekatinya, dan balaskan dendam paman mu ini kepada Abraham dan istrinya!!".


"Paman, sampai kapan aku akan menjadi Robet dan aku hanya ingin menjadi diri ku sendiri sebagai Robi pemilik Bakti Grup dan bukan sebagai si pembunuh Robet??".

__ADS_1


Pamnya yg mendengar hal itu sangat marah namun Robi tidak berhenti saat itu juga, Robi tersenyum "Memang aku sangat tertarik tentang masala lalu adik ku itu tapi bukan berati aku mau menjadi dia,seorang penjahat yg sewaktu waktu akan di tangkap dan di adili...".


Karna terlalu marah paman Robet merasa jantunya kembali sakit "Sebiknya paman istirahat, tentang rencana kedepanya akn ku pikirkan lagi".


Robet pun keluar dari ruangan pamanya lalu tak sengaja berpas pasan dengan suster yg mengurus pamanya "Nona paman saya .....".


Suster yg mendengar hal itu sontak berlari ke dalam sedangkan Robet denga  santainya pergi dari ruangan tersebut,


Setelah dari rumah sakit Robet langsung ke kantornya dan langsung di pangilnya Rudi ke ruang kerjanya.


"Tuan saya masih tidak menemukan apa apa.." Robet terlihat frus tasi "Jika saja orang yg Windi nikahi bukan Abraham mungkin aku masih bisa masih bisa menipunya,jika aku sekali bertindak mungkin dia bisa langsung menggagalkan rencana ku dan lebih paranya menghacurkan reputasi ku."


Rudi terlihat bingung dengan perkatanya bosnya "Apa mungkin CEO Samudra Grup itu sudah tau bahwa penculikan Windi saat itu ada campur tangan tuan??". Dengan berat hati Robet mengganguk.

__ADS_1


"Bukan itu saja, dia juga tau bahwa kelompok yg kita jalankan dengan diam diam ini adalah kelompok yg di cari cari polisi Rusia dan jika mereka tau paman dimana, bukan hanya paman yg akan di tangkap tapi kita juga."


"Lalu apa yg harus kita lakukan??" Robet tengah berfikir "Kita tidak bisa menculik Windi, karna aku yakin pasti setelah penculikan Windi. Dia tidak hanya memasang pelacak pada barang barang Windi mungkin para bodyguard yg menjaga Windi itu adalah orang orang yg sudah di latih kehusus ."


"Kenapa tuan berfikir begitu??" Robet menatap mata Rudi "Apa kamu lupa salah seorang dari Bodyguart tersebut ada seorang peria berkacamata yg selalu ada bersama Windi." Sontak Rudi terkejut "Jangan bilang dia peria yg waktu itu....".


"Kau benar dia adalah  pesaing mu saat itu. Aku mendengar orang yg mendonasikan untuk dia sampai ke tingkat Internasional adalah Abraham".


"Jadi dia penembak yg mengalahkan ku saat itu....".


"Mungkin saat otopsi salah satu Bodygrat yg Ardian buang ke jurang saat itu, mereka sudau tau orang yg bisa menembak seperti itu hanya dia dan kamu".


"Jadi sejak awal mereka tau" Rudi terlihat marah"Kurasa begitu,itu sebabnya Abraham marah pada ku ketika dekat dengan Windi, selagi Windi belum tau apa apa . Kita manfaat kan saja situasi ini untuk menculiknya dan memanfaat kanya."

__ADS_1


"Dengan cara apa??"Robet tersenyum.


Bersambung...


__ADS_2