
Sorenya Abraham mendapat info yg di dapat oleh Jeri dari kepolisian bawa orang-orang yg mereka tangkap semalam di temukan mati di sel tahanan karna keracunan makanan, serta masalah Mayat Robi yg menghilang juga membuat Abraham sangat marah, hinga mengepalkan tanya erat "Kenapa para polisi bisa-bisanya terkelabuhi oleh mereka. Kasusnya sama seperti di Jerman yg katanya mayatnya juga hilang di curi." Jeri berusaha menenangkan tuanya "Tuan tenang dulu, ada kabar baik juga bawa laporan kita yg di poroses polisi waktu itu sudah di terima sekarang kita di beri izin untuk mengintogasi di ruamahnya." Abraham yg mendengar hal itu menatap Jeri sebentar "Kapan aku bisa keluar dari rumah sakit??" Jeri menjawab "Mungkin satu minggu lagi tuan." Abraham mendengarnya menjadi tak senang dan langsung mencabut infusnya paksa "Tuan apa yg tuan lakukan??" Peria itu bangkit dari ranjangnya "Luka ku hanya ada di tangan maka tak perlu ada yg di hawatirkan dan bawa kan sekarang pakian ku."Jeri tak bisa melawan perintah atasnya dan hanya menurut perkatanya untuk mengambilkan pakaianya.
Tak lama kemudian Jeri datang bersama Roy dan peria itu terlihat sangat panik "Tuan, kenapa anda harus cepat cepat keluar bukanya tun baru saja di oprasi." Abraham menatap sini Roy "Aku muak berlama-lama di rumah sakit, aku ingin segera menyelesaikan masalah ini lalu menemui istri ku." Jeri memberikam sebuah paper bag berisi pakian Abraham, Roy tauit bagai mana jika tuanya tau bahwa istrinya melarikan diri dari Wasinton dan masih belum di temukan pasti peria itu akan marah besar pada Simon, dan ia juga baru dapat info dari peria itu baru saja ia juga memintanya untuk menyibukan tuanya lalu ketika bertanya mengenai istrinya yg tak ada kabar ia harus berbohon dan menagatkan istrinya sedang bersembunyi di tempat yg sangat terdembunyi hinga susah sinyal.
__ADS_1
Di lubuk hati Roy ia sangat takut berbohong pada tunya itu karna tunya itu jika sudah marah dia akan berpilaku seperti monster yg bisa kapan saja akan menyakiti atau pun yg paling parah yaitu membunuh, namuan Roy sudah membujuk tuanya untuk nanti saja mengurus masalah ini dan istirahat dulu namun Abraham masih bersikeras untuk tetap pergi "Roy jangan menahan-nahan ku, apa kamu mau selama setahun tak akan ku gaji." Seketika Roy terdiam jika sudah masalah gaji Roy tak bisa bersuara karna ia butuh ungan untuk biayaya pernikahanya nanti, Abraham pun berhasil pergi bersama Jeri, Roy merasa tak berdaya melawan tuanya "Sial apa yg harus akau lakukan...".
Di perjalanan Abraham masih mencoba menelfon windi namun masih tak ada jawaban "Sial,kenapa dia tak menjawab ku sama sekalia, ini sudah jam 6 sore pasti di sana sudah pagi." Jeri yg diam-diam memperhatikan tuanya dari kaca sepion penasaran dan bertanya "Ada masalah apa tuan??" Abraham menatap ke depan "Istri ku belum menjawab telfon ku." Jeri tersenyum dan menjawab sambil menyetir karna matanya masih tertuju ke depan "Mungkin saja istri anda sedang sibuk atau ada sesuatu yg membuatnya masih kesal pada anda sehingga ia belum menjawab anda." Abraham mengerti apa yg di katakan Jeri dan mengingat masalanya waktu di Hawaii "Mungkin saja, kalok gitu setelah masalah ini selesai akau akan menemuainya dan mungkinakan memberi hadaih untuknya agar dia tak marah lagi."
__ADS_1
Jeri tersenyum "Saya jadi penasaran seperti apakah wajah istri anda itu, karna selama ini anda tak pernah memperkenalkanya pada kami dan hanya mengenalkanya pada Roy dan Simon.." Seketika wajah abaram berubah dingin "Lebih baik kamu tak melihatnya sama sekali." Jeri bingung dengan jawabn tuanya "Tapi kenapa tuan, apa karna dia jelek??" Abraham menjawab "Tidak, tapi tetap saja kamu tak boleh meliatnya maupun menyentuhnya, cukup Roy dan Simon sudah membuat ku sangat ceburu ketika mereka bearada di dekatnya." Jeri semakin penasarn dengan sosok windi dan mobil itu kembali hening, tak lama kemuduan akhinya mereka sampai di sebuah Villa mewah yg diluarnya terdapat banyak polisi yg berjaga agar Markus yg dalam poroses penyelidikan tidak melarikan diri .
Abraham kembali bicara"Tapi untung saja anak buah ku pandai dalam hal seperti ini jadi ia memperbaiki rekaman CCTV tadi, dan sepertinya terlihat kamu menemui Robi dan Rudi bukan." Sontak Markus memukul meja "Berani sekali kamu berbicara sembarang tentang ku, apa kamu tau aku sama sekali tak mengenal mereka." Abraham tersenym "Benarkah , bagai mana dengan putra mu, saya dengangr waktu itu juga ia mengunakan jasa mereka,Bagai mana seorang anak yg tau tapi ayahnya tak tau, ingat kasus yg menjerat anak mu waktu itu. apa aku salah??" Seketika Markus tak bisa berbicara dan ia langsung menatap polisi yg ada di depanya untuk membantunya, polisi itu yg paham langsung bangkat bicara "Anda mencoba memprovokasi terduga, maka anda bisa mendapat hukuman pidana." Abraham tertawa mendengar perkataan polisi itu "Hahahaha, Jeri apa kamu dengar apa yg ia katakan tadi??" Jeri mengguk, Abraham menatap sinis polisi itu "Untuk apa sya percaya dengan kata kata seorang polisi yg tidak jujur seperti anda, yg sudah terbukti berapa waktu lalu mendapat kiriman ungan sejumlah 2 Miliar dari nomor Rekening terduga dan setelah kejadin di rumah saya anda menutup kasunya hanya karna kurang bukti padalah jelas-jelas banyak korban yg berjatuhan dan isi percakapan kalian di Telfon juga ada, apa lagi bukti yg anda mau atau masih kurang untu mengataka jika anda telah melakukan kejahatan dan harus di hukum. Saya dengar hukuman untuk orang seperti anda adalah mati." Seketika wajah polisi itu memucat.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu terbuka dan banyak polisi masuk lalu menagkap mereka "Apa yg kalian lakukan, lepaskan saya.." seorang peria menggangkat surat izin yg penagkapan"Kami mendapat surat izin resi untuk mengkap mu. Dan untuk anda pak kepala anda akan di cabut dari jabatan anda secara tidak hormat dan akan di jatuahkan hukuman sesuai dengan hukum yg sudah di tentukan." Karna keributan itu membuat orang -orang di rumah besar itu keluar dan dua orang itu di tarik pasa oleh para polisi, ketika mereka yg ada di rumah berbondong-bondong untuk mengantar nonyanya bertemu tuanya yg di bawa ke luar rumah, di dalam Anga berhadapan dengan Abraham "Apa yg anda laukan pada Ayah saya!!." Suara peria itu terdengar marah, Abraham bangit dari duduknya lalu memperbaiki jasnya lalu menghampiri dia dan memegang bahunya "Itu karna dia memang salah, jika kamu tak ingin hidupmu berakhir seperi Ayah dan kakak mu di penjara maka bersikap biak lah, jagan berani mencari masalah ingat hanya kamu yg tersisa dan yg akan melindungi ibu dan adik mu." Abraham pun langsung meninggalkanya yg masih terdiam.
Bersambung...
__ADS_1