
Malam itu setelah makan malam windi tak memegang hpnya lagi ia di sibukan dengan menonton Tv karna wanita itu menonton kartun kesuaanya yaitu Anime dan di temani suaminya yg bekerja di sampingnya, walau windi berisik Abaraham tak pernah marah mungkin karna sudah terlau bucin apa pun kelakun pasanganya takan membuat kesal melainkan semuanya manis, misalnya ketika Windi meminta suaminya untuk menoleh dan peria itu akan menoleh walau ia sedang serius atau ketika istrinya tertawa dan Ia akan ikut tertawa walau ia sama sekali tidak menonton apa yg istrinya tonton namun mereka seperti sebuah pasangan yg saling melengkapi satu sama lain.
Tepat pada saat filem Anime yg ia tonton habis ia pun meraih hpnya pada saat di buka sudah banyak Notifikasi yg masuk di ponselnya "Notifikasia apa ini semua." Windi pun membuka media sosailnya dan ia di kejutkan dengan Folowernya atau pengkikutnya di media sosial sudah mencapai 1 juta padahal Folowrnya yg 500 ratus orang sempat mengilang setelah godip mengenai dia yg menghalu me jadi istri Abraham putra dan Folowrnya menjadi 80,ia mencari tau kenapa Folowrnya bisa begitu cepat naik dan ia di kejutkan dengan tekan yg suaminya buat di akun media sosialnya yg memiliki 20 juta Folower "Sayang apa yg kamu lakukan pada media sosial ku yg begitu sedrhana ini??" Abraham masih Fokus dalam pekerjaanya "Sayang apa kamu dengar ??" Abraham berhenti sebentar dari pekerjaanya "Tentu saja, aku mau memperkenalkan kamu pada dunia pahwa istri Abraham putra adalah windi."Abraham pun kembali menoleh pada Leptopnya.
Lalu ia kembali membuka media sosianya dan melihat namun ia nyaman jika memainkan hpnya tanpa cemilan, karna pada saat ia menonton ia memakan kue dan itu pun sudah habis jadi ia ingin makan lagi, windi pun mengoyangkan tubuh suaminya "Sayang mau makan senek, yok kita pergi beli ke sebentar." Abraham menghantikan pekerjanya lalu menatap istrinya "Baikalh ayo." Windi senang suaminya mau mengantarnya, abraham kembali ke kamar lalu mengambil mantel untuknya dan istrinya, setelah memakai mereka pergi mengunakan mobil berwarna biru yg hanya memiliki dua tempat duduk dan mereka menuju ke
Supermarket yg tak jauh dari sana.
__ADS_1
Sesampai di sana mereka ke bagian persenekan lalu mereka membeli beragam cemilan hingga membuat troli itu penuh banyak mata yg melihat mereka namun Windi tak peduli pada saat ia berjalan di bagian buah tiba-tiba ia ingin membuat salat buah lalu ia mengambil buah stroberi, mangga,kiwi,anggur,melon
Dan apel, abraham yg melihat itu menatap bingung istrinya "Kamau membeli buah banyak-banyak mau buat apa??" Windi dengan santai menjawab "Maua buat Salat buah, oh iya apa kamu taua dimana nata de coco??" Abraham tak tau apa itu nata de koko "Apa itu??" Windi kenjelasakan "Yg bentuknya kyak jeli itu." Abraham masih belum paham pada akhirnya mereka bertanya pada pekerja di sana dan mereka di antar ke tempatanya dan Windi pun menggmbil satu bungkus.
"Sekarang apa lagi yg harus di cari??" Windi menjawabnya "Mayo, yoghurt, susu kental dan keju." Abraham mengguk lalu ia mendorong troli mereka ke bagian susu dan kebetulan sekali bahan yg mereka cari ada di dekata situ juga, jadi mereka segera memasukan satu persatu bahan tadi, Abraham menatap istrinya "Masih ada yg mau di beli gak??" Windi menggeleng lalu mereka pergi ke kasir untuk membayar dan ketika di total semua belanjaan mereka 120 Dolar kalok di rupiahkan 1.782.480, abraham mengeluarkan dompetnya lalu mengelurakan kartu hitamnya lalu segera membayar, Setelah membayar abraham membawanya ke parkiran lalu ia memasukanya ke dalam bagasi mobil "Akhirnya selesai juga." Abraham pun menyudul istrinya masuk ke dalam mobil, terlihat istrinya sedang mengelus perutnya yg buncit, abaraham memeang perut istrinya "Apa perut mu sakit??"
Windi terlihat kulinya seperti di tendang dari dalam namun di lihat dari tonjolan yg terlihat ia sangat kecil Abraham mengelus perut istrinya "Astaga anak papa aktif sekali." Setelah di elus Abraham akhinya ia berhenti menendang, windi tersenyum melihatnya "Sepetinya dia takut ketika papanya yg elus." Abraham pun mendekat dan mencium perut windi, setelah itu windi menurunkan dressnya kembali dan Abraham mulai menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Sesampai di ruamah seorang pelayan pria mengkat dua kardus yg berisi senek windi ke dalam, sesampai di dalam Windi membuka kardusnya lalu mengambil buah- buahan tadi beserta Bahan-bahan lainya, ia meminta dua pelayan wanita membantunya mereka di tugaskan untuk memotong buah setelah selesai windi lah yang mencampur-campur nya ke dalam sebuah mankuk besar dan yg terakhir ia tabur ke atasnya adalah keju parut "Akhirnya sudah selesai juga." Windi meminta para pelayan tadi untuk membawanya ke depan Tv besrta mangkuk-mangkuk kcilnya juga windi pergi duluan lalu duduk di samping suaminya.
"Sayang, apakah nanti kamu akan membuat syukuran untuk rumah ini." Abraham yg mendengar hal itu sontak menoleh istrinya "Buat apa??" Windi menatap binggung suaminya "Bukanya setiap orang membeli rumah baru selalu di buat syukuran agar nanati orang yg tingal di sana akan aman dan di jaga sama tuhan." Abraham kembali menoleh pada leptopnya "Terserah kamu saja, kalok bisa kamu tentukan saja tanggalnya." Selagi windi berpikir para pelayan tadi datang dan seketika pemikiranya buyar lalu ia menyendokan salat tadi ke sebuah mangkuk kecil, Abraham yg melihat hal itu hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya karan istrinya jika sudah melihat makanan akan lupa segalanya, setekah menyendok ke dalam makunya ia pun mulai memakanya.
"Mau dong sayang.." windi menoleh pada suaminya "Ambil sediri saja sana." Windi menujuk pada mangkuk besar yg ada di hadapanya "Gak mau, aku maunya mangkuk punya mu." Windi pun Menyendokan dari mangkunya lalu ia menyondorkan sendoknya ke mulut Abraham pada saat peria itu akan memasuknya ke mulutnya windi kembali menariknya lalu di masukan ke dalam mulutnya lagi "Emmm enaknya." Abaham yg merasa di permainkan langsung menyambar bibir istrinya, windi sedikit terkejut, belum selesai makan di kunyah suaminya main merebutanya dari mulutnya, sontak Windi mendorng suaminya "Sayang kok yg di dalam mulut aku di ambil lagi sih." Abarahm tersenyum "Bukanya itu yg kamu suapin untuk aku, itu tandanya aku yg berhak memakanya." Windi mencubit pinggang suaminya "Tapi jangan yg di dalam mulut ku juga." Abraham malah teratawa lalu ia menyendekok salat buah tadi ke dalam mangkuk kecil lalu memakanya "Wah enak sekali salat buah buatan istri ku ini, kayaknya kita perlu membuka tolo salat buah nanati." namun windi sudah terlanjur di buat kesal karnanya jadi tak mau menanggapi perkataanya.
Bersambung.....
__ADS_1