
Sesampai di kamar yg di beri tau Anastasia pelan pelan membuka pintu kamar Pada saat pintu kamar terbuka memperlihatkan Bambang yg tengah tidur dan Roy serta Windi yg tengah duduk di kurisi yg sudah di sediakan Sontak Windi berdiri dari tempat duduknya lalu menghampiri Anastasia."Untung kamu sudah datang,Bambang terus mencari mu dan sekarang dia sudah tertidur",Dengan rasa bersalah Anastasia mengahmpiri Bambang lalu duduk di kursi yg di samping lalu menggengam tangan Bambang lalu menempelkan pada pipinya."Maaf...maafkan aku"Anastasia pun menangis sambil memegang tangan bambang.Windi kembali menghampiri Anastasia lalu mengelus rambutnya pelan "Dia mengalami sesak napas dan kondisinya masih belum setabil,yg ia butuhkan saat ini hanya kamu.Karna hanya kamu satu satunya orang yg paling mengerti dia saat ini,jadi ku mohon tetap lah bersama bambang."Anastasia semakin menyesali perbuatnya yg sudah membuat tuanganya yg paling ia cintai terluka karna dia.
Tak lama setelah Anastasia datang Windi memutuskan untuk memeriksa Abraham di kantor di ikuti Roy yg pergi untuk mengantar Windi, Sesampai di parkiran Roy segera membuka kan mobil untuk Windi,setelah Windi sudah masuk Roy segera berlari ke pintu sampingnya pada saat dia akan masuk ke dalam mobil ia teringat ada hpnya yg ketingalan.
'Guma Roy'
Ambil gak yah,tapi nanti kan aku balik juga.Tapi nanti jika ada orang menelfon ku karna ada urusan peting bagai mana??.
Roy membuka pintu mobil "Nona tungu di mobil saja ,saya mau kembali mengambil hp saya yg ketingalan".
"Oke Roy,cepat yah".
"Iya nona",Roy pun segera pergi.Windi merasa tubuhnya sangat berkeringat,ia pun mencoba mencium tubuhnya."Masih harum,tapi kok aku keringatan banget sih.Padahal jalan bentar aja",
Windi pun menoleh sekelilingnya dan tak sengaja matanya melihat sebuah botol parfum,Windi segera mengambil botol parfum tersebut."Ini pasti parfum suami ku,lagian ini juga mobilnya."Windi pun mengambil parfum tadi dan mengunakanya.Tak lama kemudian Roy datang dan segera masuk ke dalam mobil,
__ADS_1
"Maaf terlambat nona".
"Tudak papa kok Roy.",Sesampai di depan kantor."Oh iya Roy bisa kah kamu mengambil pesanan ku di rumah,aku tadi ada pesan makanan dari aplikasi,tenag saja udah ku bayar kok .Kamu tingal ambil ke rumah ,katanya Keristin saat ku chat pesanan ku udah sampi".
"Baik nona ".
"Sama satu lagi,baju yg aku pesan udah jadi.Katanya tingal ambil aja".
"Oke nona saya akan pergi.",Windi pun segera keluar dari mobil dan Roy pun segera pergi.
"Saya mau mengambil maknan nona yg di antar tandi."
"Oh tungu sebentar.",Jesi dengan cepat berali mengambil makanan tersebuat setelah itu ia kembali berlari mengantarkan makanan tadi.
"Ini tuan"Jesi pun menyerahkan makanan tadi.
__ADS_1
"Oke makasih",Pada saat Roy berbalik dan akan pergi Jesi kembali memangil dia,sontak Roy kembali berbalik."Ada apa??",Jesi dengan gugup berbicara "Apa tuan Roy sudah punya kekasih??"Sontak Roy terdiam."Tuan Roy saya bertanya??".
"Oh iya,tidak ada.Memang kenapa??",Jesi mendengarna sangat lega"Apa tuan tidak punya niat untuk mencari??".Roy berusaha terlihat santai walau hatinya tak berhenti berdetak kencang."Awalnya aku tidak mau,namun aku sadar usia ku udah dewasa jadi aku mungkin akan mencari."
Seketika harapan Jesi kembali hancur.
'Guma Jesi'
Sepertinya tidak ada kesempatan ke dua aku untuk mendekatinya lagi.
"Orang itu...".
"Maaf tuan Roy,sepertinya Bik Ijah memangil ku"Jesi pun segera pergi dengan perasan yg hancur.Roy yg melihat Jesi perlahan menjauh darinya"Orang itu pemalu ,baik dan pintar.Jawabanya kamu..",Roy tersenyum setelah itu ia pun kembali berbalik dan segera pergi.
Bersambung....
__ADS_1