
Tak terasa sudah dua bulan Windi dan Abraham di Wasington dan kini usia kandungan windi sudah tujuh bulan, sejak postingan Abraham 2 bulan yg lalu menjadi pembicaraan dan orang-orang mulai penasaran dengan sosok wanita yg berhasil memikat hati Abraham putra yg terkenal dengan banyak rumor yg tidak baik seperti seorang pria yg arogan yg suka barmain wanita bahkan di sebuah interviu ia pernah bilang kalau dia tak mau menikah namun kenapa sekarangada kabar ia sudah menikah dan bahkan istrinya sudah mengandung, ada Rumor yg mengatkan kalu Istri adalah salah satu gadis nakal yg Abraham tiduri dan hamil, untuk mempertanggunga jawabkan perbuatanya jadi ia menikahinya dan Rumor lain datang lagi yg mengatakan kalau windi adalah cinta pertama Abraham makanya bisa meluluhkan hati peria itu, Perlahan banyak Rumor mengenai mereka yg tersebar di internet.
Di ruang tamu windi sedang membaca artikel tentang berapa rumor tentanganya sambil memakan Kripik kedukanya "Di duga Windi adalah seoranh anak pengusaha kaya yg orang tuanya menjodohkan kanya dengan Abraham putra. Astaga Setelah di rumor tentang ku sebagai seorang wanita nakal setelah itu muncul lagi rumor kalau aku Cinta pertama Abraham dan Rumor yg satu ini kembali beredar apa aan artikel yg tidak masuk akal ini, aku ini hanya seorang anak yatim yg hanya lulusan Paket C ." Abraham yg baru saja selesai mandi langsung duduk di samping istrinya di ruang tamu "Apa yang sedang kamu baca itu??" Abraham melihat apa yg istrinya sedang baca di hpnya "Wh putri seorang pengusaha kaya." Abraham pun diam-diam memasukan tanganya pada makanan Windi setelah itu mengambil satu dan memakanya "Gara-gara ulah mu ini." Abraham tersenyum menatap istrinya lalu mencium pipinya "Kamu terlihat begitu mengemaskan hari ini." Tiba-tiba Windi mengalami keram pada perut bagian bawahnya dan Windi terlihat sangat kesakitan sambil terus memegang perutnya "Sayang perut ku terasa keram." Abraham yg mendengar hal itu menjadi hawatir "Apakah kita perlu ke dokter Windi menggeleng "Mungkin ini hanya keram perut biasa "Windi mencoba bangkit sambil terus memegang perutnya di bantu Abraham.
__ADS_1
Pada saat mereka berjalan ke kamar windi sudah merasa ada yg aneh pada dirinya, padahal ia baik-baik saja tadi pagi, tapi kenapa sekarang ia harus mengalami sakit pada perutnya "Sayang lebih baik kita ke rumah sakit saja, sepertinya aku akan melahirkan." Abraham yg medengar hal itu menjadi panik setaunya kandungan istrinya masih 7 bulan kenapa sudah mau melahirkan saja ia langsung mengangkat istrinya lalu mereka berjalan ke luar, di luar Simon yg sedang asik berbicncang dengan Salah satu pengurus taman rumah Abraham di kejutkan dengan kedatangan tuanya "Simon kita ke rumah sakit." Kebetulan sekali pada saat itu mobil belum sempat Simon taruh di garasai dan masih ada di depan rumah, simon dengan tergesah gesah memencet tombol kuci mobil lalu abraham dan windi segera masuk dan di susuk Simon. Selama perjalanan windi terlihat berkeringat dan tak lama keluar darah dari bagian bawa windi dan terlihat dari bawah dressnya, Abraham semakin panik "Cepat Simon!!" simon segera mempercepat laju mobilnya "Sayang rasanya aku sudah tak tahan lagi." Abaham berusaha menengkan istrinya tapi dia sendiri saja tidak tenag jadi usahnya hanya sia-sia.
Sesampi di rumah skait Abraham segera turun sambil mengkat tubuh istrinya dan orang-orang yg lewat di sekitar situ lantas mata mereka tertuju pada mereka, mereka segera masuk ke dalam rumah sakit dan para perawat yg melihat itu segera mengambil Brankar Dorong dan windi di baringkan ke atasnya lalu Abraham menemaninya masuk ke ruangan bersalin karna windi lebih memilih melahirkan normal dari pada oprasi padahal ia sangat di sarankan untuk oprasi namun gadis itu tetap menolak dengan terpakasa Abraham menurut padanya. Abraham terlebih dulu diminta untuk menganti pakainya begitu juga dengan Windi yg di bantu untuk menganti pakian.
__ADS_1
Perawat tadi pun mencoba menengkan Abarahm "Tenag saja tuan, ini menang tahapan-tahapan dalam melahirkan dan untuk anda hanya perlu menyemangati istri anda." Jika saja istrinya bukan dalam kondisi melahirkan ia pasti sudah menampar mulut wanita itu, windi yg terus melakukan tahapan tadi mulai merasa ada yg ingin keluar lalu denan cara yg sudah di ajarkan Windi mengejan "huh huh huuuuuuuh.." windi memegang erat tangan suaminya, dan setelah 5 menit kemudian akahirnya anak pertama mereka keluar dan salah satu perawat segera memotong tali pusar sang bayi lalu di berikam ke sebelah Windi, tangis bayi itu memenugi ruangan dan Windi terlihat bahagia ketika melihatnya di sampinya begitu juga dengan Abraham namun baru 5 menit setelah mengelurakanya Windi kali ini mengalami Kontraksi dan Bayinya yg pertama tadi di angakat lalu langsung di selimuti dengan selimut dan di masukan ke dalam NICU sedangkan windi kembali mengejan dan kali ini ia membutuhkan 15 menit untuk mengelurkanya baru bayi yg ke dua lahir dan kembali di baringkan di sebelah Windi, Abraham yg melihat perjuangan istrinya menjadi terharu.
Abraham mencium kening istrinya "Terima kasih sayang.."windi tetap tersenyum namun kali hanya berlangsung 5 menit saja ia melihatnya ia sudah merasa sangat lelah "Aku merasa sangat lelah.." windi menutup matanya lalu Bayi tadi di selimuti lalu di masukan ke dalam NICU bersampingan denga kaknya yg hanya beda 15 menit dan mereka di bawa ke kamar yang sudah di siapkan, Seorang perawat meminta windi untuk segera mandi dan jika ia belum sangup ia akan membantunya, "Permisi nona, anda harus segera membersihkan diri , namun jika anda belum sangup ke kamar mandi saya akan membantu anda." Windi mengguk dan pada saat ia bangkit dari duduknya abraham segera menahanya "Sus, biar saya saja yg membantunya." Windi yg awalnya masih merasa lelah sontak membuaka matanya lebar sedangkan suster tadi juga terkejut "Apa tak bisa jika saya yg membantu istri saya??" Perawat itu langsung menjawab "Tak masalah tuan, jika anda memang ingin membantu istri anda tak masalah." Abraham yg mendengar hal itu begitu bahagia ia langsung mengkat tubuh istrinya lalu membawanya ke kamar mandi, windi yg takut terjadi sesuatu yg tak di inginkan mencoba menggingatkan suaminya "Sayang ingat aku baru saja melahirkan." Abraham tersenyum "Iya iya aku tau, aku hanya mau membantu mu saja, jadi tak usah hawatir." Windi pun berusaha untuk percaya pada suaminya.
__ADS_1
Bersambung......