Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 200. Sarapan


__ADS_3

Sesapi di depan rumah Abraham  sedikit terkejut karna rumah malah terlihat ramai tidak seperti biasanya "Sayang kenapa rumah sepertinya ramai." Tanpa menjawab rahel langsung menarik suaminya masuk ke dalam rumah dan di dalam memang tidak banyak hanya berapa orang terdekat namun itu saja sudah bisa di sebut banyak "Ada apa ini??" Mereka semua tersenyum lalu berbicara bersama sama "Selamat untuk ulang tahun pernikahan yg pertam."Abraham yg mendengar hal itu sontak menoleh pada istrinya "Apa ulang tahun pernikahan.." windi tersenyum pada suaminya "Ya, aku sengaja merayakanya karna ini yg pertama dan jika untuk tahun depan mungkin kita berepat saja yg akan merayakan itu sebanya aku mau ulantahun pernikahan kita yg pertama berkesan sangat meriah." Abraham jadi terharu ia memeluk istrinya hatinya terasa sesak kini perasaan yg ia rasakan adalah senang dan di sisi lain dia juga bahagia karna masih bisa bersama istrinya dan bahkan kini mereka juga di karuania 2 orang anak yg tampan dan banyak hal yg terjadi selama setahun ini dari yg bahgia, penuh kesedihan,  bahkan yg emosional dan bahkan hampir saja maut akan memisahkan mereka  namun mereka masih bersama sampai saat ini adalah sebuah anugrah.

__ADS_1


Abraham melepas pelukanya lalu ia mengecup kening istrinya "Oh iya anak-anak di mana." Tak lama keristin datang sambil mendorong anaknya yg tidur di dalam stroller lalu abraham ikut mencium pipi cabi mereka "Nak papa kalok tidur selalu saja imut, papa sangat merindukan wajah tampan kalin." Setelah puas mencium mereka Abraham mengangkat kepalanya "Makasih, karna sudah mempersiap kan semua ini." Windi pun ikut berbicara "Silahkan menikamati hidangan yg sudah di hidangkan." Orang-orang tadi pun bersorak lalu mereka mulai keluar rumah dari pintu belakang lalu menikmati hidangan yg ada di luar yg sudah di siapkan lalu windi menoleh pada suaminya "Untuk kita ada di atas." Rahel langsung menarik Abraham menuju lift peria itu terlihat sedikit ragu "Lalu bagai mana dengan anak-anak??"Windi menoleh pada suaminya lalu ia menarik suaminya masuk ke dalam lift setelah itu ia menekan tombol dan lift itu pun mulai berajaln"Untuk malam ini hanya ada kita berdua." Abraham yg mendengar hal itu tersenyum lalu ia memeluk istrainya "Kalok kita mau ke mana sekarang??" Lift berhenti di lantai kamar mereka lalu mereka berdua keluar dan masuk ke dalam kamar yg diaman seisi kamar sudah di dekor dengan rapi dan foto pernikahan mereka banyak terpajang dan dia atas kasur bahkan di tabur buanga  dan di balkalkon sudah di sedikan sebuah meja yg di mana diatasnya sudah di sedaikan berberapa makanan lalu windi menaraik Abrham ke balkon.

__ADS_1


baru terlihat rupanya di bawah teapatnya di taman di hiasi banyak lampu dan bahkan di sana juga terlihat mereka yg di bawah tadi sepertinya mereka melakukan barbeku serta banyak makanan lain yg sudah di sediakan terlihat juga salon dan mik dan mulai banyak berdatangan para pekerja kantor yg datang serta para pekerja lainya "Wah,ini bukan sederhana, ini malah terlihat sangat meriah." Windi tersenyum pada suaminya "Tak masalah bukan." Abraham tersenyum"tak masalah, lagi pula jika kamu bahagia juga sudah membuat ku bahagia." Lalu mereka mulai duduk di atas meja kecik itu lalu menikmati makanan di atas meja sambil berbincang-boncang sesekali mereka tertawa mendengar berapa orang-orang yg memaksa untuk menyanyi padahal suaranya tidak bagus namun  hal itu sedikit menghibur mereka, setelah makan berapa pelayan masuk lalu mengambil piring kotor dan menyadiakan makanan penutup untuk mereka dan ada juga yg mengantarkan hadiah dari berapa orang yg datang dan setelah selesai memakan makanan penutup kini mereka menikmati segelas win setelah itu kembali masuk karna mungkin malam ini akan menajadi malam panjang untuk mereka.

__ADS_1


Abreham mengehela napas pelan tidak biasanya Mario minum sampai mabuk begini apa lagi simon yg merupakan orang yg anti minum minuman keras dan ini pasti perbuatan Zefano dan Jeri "Pasti ada sesuatu yg dua anak itu lakukan sehingga mario dan simon terpaksa harus minum." Windi menoleh pada keristin"kris biar aku saja yg suapin lagi." Keristin mengangguk lalu ia meninggalkan MPASI tadi ke atas meja lalu Windi mengambilnya lalu mulai menyuapi anaknya sedangkan Abraham langsung menoleh pada Keristin "Keristian kamu bisa bangunkan 4 orang itu, suruh mereka segera turun untuk sarapan." Keristin mengangguk lalu ia segera pergi sedangkan Abraham segera duduk di sofa sambil melihat anak-anaknya makan namun keristin belum kembali juga jadi selesai Windi memberi amakan anaknya mereka segera duduk ke meja makan sambil menunggu mereka namun belum juga ada yg turun windi meatap suaminya "Coba kamu yg pangil mereka sayang, Keristin dari tadi belum balik juga." Abraham menghela apas pelan lalu ia bangkit dari duduknya lalu ia menaiki lift dan menuju lantai 2 dan pada saat pintu terbuka ia segera masuk ke kamar tamu yg dimana kamar tamu di rumah itu terdalat 2 jadi ia masul salah sat yg pertama ia lah Jeri dan Zefano yg masih tidur "Astaga dua ank ini." Abraham keluar dengan kesal lalu ia masuk ruangn satunya dan terlihat Mario yg duduk di pinggir ranjang "Pak mario, ayo kita pergi sarapan ke bawah." Mario menoleh pada Abraham "Oh apa sudah siap, maaf aku sedang menunggu Simon  pelayan mu sedang memijat punggungnya dia muntah muntah karna kebanyakan minum." Abraham menghela napas pelan "Biarkan saja mereka kita turun saja." Mario pun bangkut lalu ia menghampiri Abraham lalu ia segera pergi mereka selama perjalan berbicara hingga sampi ke bawah.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2