Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 63.Lembur


__ADS_3

Windi tengah menikmati makanana dan dia terlihat sangat bahagia tanpa ia sadari Abraham terus meliht dia sambil tersenyum Sedangkan Abraham hanya diam dan melihat Windi makan Windi menoleh pada Abraham dan Roy.


"Berhenti menonton ku makan ,aku tidak sedang mukbang. Jadi berhenti memandinggiku aku ,aku juga tidak dapat mengahbis kanya sendiri". Windi pun menyodorkan satu kotak martabak ,satu kota terang bulan dan enam tusuk pentol bakar."Kok tumben gak habisin".


"Karna aku belum mau kenyang dulu karna aku akan mengisi kekosongannya dengan manga".


"Sayang besok aja makan manganya,entar sakit perut lo.".


"Ih tapi aku maunya sekarang".


"Gak boleh kasian si kembar nanati sakit perut,besok aja".


"Yaudah deh besok aja".


"Gitu dong...".

__ADS_1


"Sayang, kamu sama Roy habisi dulu makananya ,aku mau tidur dulu ".


"Kalaok gitu mendekat wajah mu pada ku"Windi pun mendekatakan wajahnya pada Abraham, Abraham pun mengecup kening Windi."Kamu langsung tidur aja aku dan Roy ada urusan sedikit".


"Iya aku mengerti ,tapi jangam sampai kalian lembur kerja kasin Roy dia gak seperti kamu yg walau dua hari tidak tidur tetap tidak papa".


'Guma Roy dalam hati'


Untung ada nona mengerti kondisi ku .


Abraham menganguk lalu tersenyum,tak lama setelah Windi pergi."Kumpulkan makanan yg di atas meja  dan bawa ke lantai tiga malam ini kita lebur".


'Guma Roy dalam hati'


"Baik tuan".

__ADS_1


Keesokanya Windi terbangun dari tidurnya  lalau ia melihat di sampingnya namun tidak ada Abraham sama sekali."Abraham tumben pagi pagi gak bangunin aku ",Windi pun segera bangun dari tempat tidurnya lalau segera mencuci wajahnya dan mengosok giginya lalau ia pun segera turun ke lantai dua."Selamat pagi bik ijah"Windi pun segera duduk di meja makan,


"Pagi nona,ini sarapanya".


"Makasih bik",Windi bingung kenapa ada dua piring makanan lagi yg tersisa di atas meja ."Bik buat siapa,emang kita ada tamu??".


"Oh ini untuk tuan Abraham dan nak Roy yg tadi malam lembur sampai pagi ini,bibik kasin melihat nak Roy yg begitu terlihat sangat loyo ketika bekerja.Jadi bibik inisyatif buat sarapan".


Mendengar hal itu membut Windi sangat kesal dan seakan ingin menjewer telinga suaminya itu."Bik biar Winda bantu antar sarapanya ke ruang kerja".


"Gak usah ,nonakan lagi sarapan".


"Nanti Windi sarapan di sana aja bik".


"Baiklah,tapi nona tidak sedang kelelahankan??".

__ADS_1


"Iya,tenag saja bik",Windi pun menaruh sarapanya di atas napan yg di ambilnya dari dapur lalu ia dan Bik Ijah bawa pergi ke lantai tiga Sesampai di sana mereka masuk rang kerja Roy yg sedang meregangkan ototnya sebentar terkejut melihat Windi,Windi dengan cepat meminta Roy untuk diam dan Roy hanya mengguk Windi menghampiri Abraham lalu menaruh sarapanya di atas meja kerja Abraham.Sedangkan Bik Ijah menaruh dua piring sarapan yg lainya di atas meja yg berada di tengah ruangan."Jangan taruh di sini ,taruh di depan sana",Abraham tanpa menoleh ke arah Windi sama sekali  dan hanya menunjuk pada meja depanya lalu kembali bekerja.


Bersambung......


__ADS_2