Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 147.Polisi


__ADS_3

Windi dan Abraham masih bertelfonan tanpa peria itu sadari jam sudah menunjuk pukul 1 malam namun di tak mengantuk sama sekali ia justru sangat bersemangat dalam bercerita,dia bercerita mulai dari dia yg sempat di oprasi karna luka tusuak dan sekarang dia sudah sembuh, dan dia juga menceritakan bawa renofasi villa mereka sudah hampir selesai ia bilang di samping kamar mereka ada di buatkan sebuah kamar untuk seikembar jadi memudahkan mereka nanti untuk menengok mereka, hingga percakapan itu beralih lagi ke rasa kekecwaan Abraham karna belum menyelesaikan masalah dengan cepat dan ia memperkirakan masalah ini akan selesai setelah 2 bulan dan windi yg mendengar hal itu sedikit lega kara mungkin selama itu suaminya takan tau kalau dia melarikan diri. ia di kejutkan oleh kedatangan polisi dari jauh.


"Sayang udah dulu yah, nanti kita telfonan lagi." Abraham terkejut mendengaranya, sebenarnya ia belum puas namun pagilan itu lebih dulu di matikan dan Abraham sedikit kawatir mengenai hal itu "Para polisi itu memeriksa orang-orang di taman sambil menanyakan tentang Windi, ia bangit dari duduknya dan mengambil barang-barangya  lalu pergi pada saat ia berjalan ia tak sengaja bertemu dengan Maria yg langsung menyapanya, tiba-tiba terdengar suara polisi di belakangnya yg membuant dia membeku tak bisa bergerak "Permisi kami ingin bertanya, apa kamu pernah melihat orang ini di sekitar sini??" Para polisi itu memperlihatkan gambar Windi dan ciri-cirinya, Suami Maria Kenal dengan gambar yg mereka berikan karna pada saat kedatangan Windi ia belum memotong rambutnya atau pun mewarnainya jadi ia tau siapa itu, ia menatap Windi dan gadis itu menggeleng kepanya pelan, Maria langsung menjawab mereka "Maaf sepertinya kami tak pernah melihatnya." Lalu para polisi itu bertanya pada Windi "Bagai mana dengan anda nona, apa anda mengenalnya ." Windi tak menoleh sama sekali dan menjawab "Maaf saya tak pernah melihatnya." Para polisi itu pun memberikan poster gambar windi pada mereka "Jika kalian melihatnya tolong telfon kami." Maria mengangguk lalu para polisia itu langsung pergi.

__ADS_1


Setelah para polisi itu pergi akhinya windi bisa bernapas lega, Maria menatap windi "Apa gambar di poter ini adalah kamu??" Windi mengangguk, Maria langsung menarik tangan Windi "Mari kita ke dalam sebelum para polisi itu kembali." Maria dan Windi diluan pergi sedangkan suami dan anaknya menyusul dari belakang. Di apartemen Maria windi duduk di hadapnya maria dan suaminya  sedangkan putrinya bermain di lantai. "Sekrang jelaskan pada ku kenapa kamu sampai bisa di carai oleh para polisi itu??" Windi menjawab dengan perasaan bersalah "Aku melarikan diri dari para penjaga ku. Karna aku merasa aku hanyalah beban untuk suamiku, jadi aku melarikan diri. Suami ku sekarang lebih dulu kembali pulang ke negara ku untuk menyelesaikan masalah yg di sebabakan oleh ku dan ia belum tau tentang aku yg melarikan diri dari mereka, mungkin yg melapor pada polisi itu anak buah suamiku dan orang tua angkat suami ku." Mereka menatap bingung Windi "Hanya itu, tapi kenapa kamu harus melarikan diri." Windi menjawab dengan perasaan lesu "Karan aku merasa aku hanya menjadi kelemehan untuk suamiku, aku sering keluar masuk rumah sakit dan jika ada maslah aku hanya bisa menangis dan satu bulan yg lalu kami berlibur Ke Hawaii di sana aku dan suami ku bertengkar dan ia menampar ku lalu meninggalkan ku begitu saja. Namun sekasar kasarnya dia padaku aku tetap merindukanya, jadi di taman tadi aku menelfonya."


Maria menghela napas pelan "Apakah kamu pernah melarikan diri sebelumnya, dan kamu sudah punya rencana untuk kedepanya??" Windi menggeleng sedangkan Maria tak menyangka windi begitu sembrono, suami maria bertanya "Apakah ada orang yg tau tentang mu selain kami??" Windi menggeleng, Maria pun menjawabnya "Jika kamu benar benar ingin melarikan diri kamu jangan lagi berhubuhan dengan suami mu, agar keberadaan mu tidak bisa di lacak oleh kepolisian dan satu lagi kenapa kamu tak mengunakan nama samaran dan malah mengunakan nama asli mu, jika seperti ini kamau akan bisa tertangkap??" Windi menjawab "Aku tak kepikiran sampai di situ." Maria menggeleng-gekengkan kepalnya lagi, dan suaminya puan memberi Arahan untuk windi "Mulai hari ini nama samaran mu adalah Misyel dan jika ada orang bertanya pada mu dari mana asal mu jawab saja dari Asia, dan jika ada orang bertanya tentang siapa diri mu katakan saja kamu adik angakat ku, dan jika mereka bertanya mengenai data diri katakan saja data diri mu hilang." Windi mengangguk mengerti, Maria kembali menjelaskan pada windi "Mulai sekarang jangan lagi menelfon suami mu, itu hanya akan membuat keberadaan mu dengan mudah ditemukan." Windi mengangguk "Aku berjaji tak akan menelfonya lagi, oh iya.." windi menyerahkan cupcake yg ia beli tadi "Ini hadiah dari ku untuk purtri mu." Dan hadiah yg di berikan Windi langsung mereka terima untung saja anaknya suka dengan hadiah yg di berikan.

__ADS_1


Mariam menjawabnya "Tapi jaga juga kesehatan mu, jangan terlalu memaksa kan diri." Simon mengangguk lalu Mariam pun segera pergi dan simon kembali terfokus pada Leptopnya. Namun hasil yg ia dapat tetap sama yaitu derah sana tempat terkhir Ia melacak Windi "Sepertinya aku harus memeriksanya sendiri." Simon menutup leptopnya dan menaruhnya ke tasnya ia juga memasukan dompet dan hpnya tidak lupa ia memakai jaket dan masker  setelah itu ia langsung pergi keluar dari rumah tersebut, namun tanpa ia sadari seorang peria yg melihat kepergian Simon mengikutinya dari belakang , sempat berberapa kali ia menoleh ke belakang namun kana di keramayan jadi ia tak melihat sama sekali lalu ia menaiki Taxi ke tempat tujunya,sesampai di taman itu ia pun mencoba menelfon nomor windi namun nomor itu tidak aktif  lagi dan tiba-tiba 7 orang peria berbadan kekar memegang pisau langsung mengroyokinya ia memang bisa membalas mereka namun karna ia penembak dan yg dia bisa lakukan adalah pertarungan jarak jauh jadi ia tidak berdaya melawan mereka dan kalah ia di tusuh berkali-kali oleh orang-orang itu hingga jatuh ke tanah dan ia juga banyak meluarkan darah, 7 peria tadi mengambil tasnya lalu segera pergi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2