Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 25.Sakit hati


__ADS_3

Abraham dan Windi pergi ke rumah makan di pinggir jalan dan membeli Sate, setelah itu mereka pergi membeli Gado-gado, setelah selesai membeli mereka pulang ke rumah di dalam lift,"Sayang, kita ke dapur dulu buat jus".


"Sayang, kamu ngidam minum jus??".


"Engak aku enggak ngidam minum jus, tapi jusnya mau ku buatkan untuk mu".


"Hah, buat apa sayang".


"Aku tadi liat di internet ada seorang cewek terkena kanger, terus dia rutin minum jus, trus rajin olahraga kayak kamu, tidak lupa juga dia rutin kemotrapi kayak kamu juga, karna itu dia berhasil sebuh lo yang ".


"Terus kamu percaya??".


"Semua akan ku lakukan demi suami ku,Kebahagian siamiku adalah kebahagiaan ku juga".Abraham terdiam,"Sayang, aku harap kamu jangan terlalu menyakiti hati mu ".


"Seperti apa??".


"Misalnya, jangan terlalu perhatian pada ku,biar aku saja yg memperhatikan mu".

__ADS_1


"Tapi itu kan tugas ku sebagai istri".


"Awalnya aku berpikir begitu, tapi berberapa hari lalu aku merasa jika kamu terlalu menghawatirkan ku, apa lagi kondi si mu sedang hamil fokus saja untuk si kembar, jika aku bisa mengurus diri sendiri Lagi pula, ini hanya kontrak".


Seperti panah yg di lepaskan dengan kecepatan tinggi dan mengenai jantung,Windi terdiam sebenarnya hatinya begitu sakit namun ia berusaha tersenyum dengan mulut yg agak gemetar, dan suara yg agak serak karna menahan skit hati dan tangis,"Kau benar, pernikahan ini hanya kontrak dan semua perhatin yg kamu berikan untuk si kembar kan".


"Seperti itu lah",Kini suasana di sana canggung lift berhenti di lantai 4 Winda keluar dari lift tiba-tiba Winda berbalik,"Sayang bisakah kamu membuatkan aku jus, aku sepertinya ingin meminum jus buatan mu".


"Baiklah, akan ku buatkan".Abrham menekan lantai dua dan kini Windi berlari masuk ke kamar mandi, di mana sisitv tidak terpasang disana ia tak henti menagis,Setelah ia merasa dirinya mulai tenang ia segera mencuci wajahnya dan keluar dari kamar mandi, ia menganti pakaiannya dan membawa barang yg perlu ia bawa, setelah itu ia keluar dari kamar dan pada saat lift terbuka, memperlihatkan Abraham yg membawa piring dan makanan merka tadi dan jus milik Windi,"Sayang, mau kemana".


Windi tersenyum kaku,"Maaf sayang, perawat di Panti Jompo menelfon ku ,katanya mama merindukan ku".


"Bagai mana dengan mu,bukanya kamu kepingin makan sate dan jus buatan ku".


"Maaf sayang, sepertinya si kembar sudah kenyang, Nanti aku suruh pak rahmat antar,kamu lanjut makan aja".


Windi tersenyum tampa basa-basi lagi Windi melewati Abraham dan masuk ke dalam lift,

__ADS_1


Guma Abraha dalam hati 'Seperti di buku, ibu hamil moodnya suka berubah buah.',


Abraham pun segera masuk ke dalam kamar.


Di perjalanan Windi terus mengelap air matanya yg tak henti keluar satu persatu,Pak Rahmat yg melihat hal itu dari sepion mobil kawatir,"Nona Windi gaka papa".


"Saya gak apa pak".


"Nona Windi lagi bertengkar sama tuan".


"Gak kok pak,Windi nangis karna rindu mama".


"Oh".Mereka sampai di Panti Jompo, Windi pun turun dan segera masuk, sedangkan pak rahmat segera kembali ke ruamah.


Bersambung....


visual Windi

__ADS_1



__ADS_2