Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 140.Rapat


__ADS_3

Di pagi hari di rumah Roy seperti biasa gadis itu menyiapkan sarapan pagi bersama Ibu mertuanya, tak lama kemudian Roy turun dengan pakian yg sudah rapi dan langsung duduk di meja makan sedangkan Jesi meyipakan makanan di meja dan Melinda yg sudah selesai memasak segera mencuci tanganya lalu menyusl putranya duduk di maja makan "Sayang hari ini kamu soibuk gak??" Ray menjab sambil melihat ipadnya "Masih maa, hari ini bos ku balik dari liburanya." Jesi yg menyusul duduk, terkejut mendengar perkataan Roy "Bukanya masih ada 1 minggu lagi tapi kenapa mereka sudah kembali." Roy menaruh tepnya lalu menjawab "Entahlah, mungkin ada masalah penting."


Setelah sarapan Roy berpamitan pada ibunya dan calon istrinya lalu segera berangkat ke bandara karna tuanya sebenatar lagi akan samapi. Benar saja sesampai di bandara sudah banyak bodyguard yg menjaga di bagian luar dan Roy menyerahkan mobilnya pada seorang supir peribadi Abaraham karna ia akan ikut meniki mobil bosnya ke kantor, tak lama kemudian terlihat Abraham datang dengan jasnya sedangkan Roy langsung membukakan pintu untuknya "Silahkan masuk tua..." Abaraham segera amsuk mobil tanpa mengeluarkan sepatah katapun dan yg membuat Roy bingung kenapa tidak ada nonaya bersama tuanya 'Diamana nona Windi, apa dia masih di belakang.' Roy masih membiarkan pintu mobil terbuka hingga Abraham memberituanya "Dia tidak ikut pulang, ayo kita pergi sekarang."


Roy pun menutup pintu mobil lalu berjalan mengitari belakang mobil menuju pintu sampinya lagi ia segera masuk dan mobil itu pun langsung berajalan, ia yg penasaran kenapa noanya tidak ada "Tuan dimana nona??" Abraham terdiam seperti tak peduli dengan pertanyaan Roy , ia paham kenapa tuanya tak menjawab mungkin itu hal yg rahasia dan tak bisa di beri tau jadi ia memutuskan untuk diam mereka sampi di sebuah rumah yg membuat Roy terkejut "Apa ada yg terjadi taun, sehingga kita ke sini??." Abraham masih tak mejawab dan langsung keluar Roy mengikuti tuanya keluar dari mobil dan mereka saat ini berada di sebuah rumah yg di mana di sekeliling rumah memiliki diding yg tinggi mengelilinya seperti penjara dan pos satpam juga di jaga ketatat serta setiap sudut memiliki CCTV, rumah itu merupakan rumah untuk para Bodyguadnya dan salah satu markas mereka selain di bawah rumah Roy.

__ADS_1


Roy mengikuti tuanya masuk dan mereka langsung masuk di sebuah ruangan di sana sudah ada 3 anak buah kepercayaan Abraham selain Simon dan Roy mereka adalah 'Jeri' seorang peretas usinya 26 tahun, Zefano Seorang ahli strategi dan padai dalam seni bela diri Taekwondo yg juga melatih para anak buah Abraham usianya masih 29 tahun, dan yg terakhir Mario seorang mantan pembunuh, pencuri, dan mantan pemimpin di sebuah organisasi pembunuhan namun sudah lama bubar karna ia mau memiliki kehidupan normal namun karna masa lalunya lah yg membunuh Istrinya di bunuh dan hanya menyisahkan putrinya yg sudah di adopsi oleh keluarga lain, dan yg kini bekerja sebgai pelayan Abraham tanpa menyadari bahwa ayahnya masih hidup karna ia mengira ayahnya sudah tiada, karna itulah demi dapat melihat putrinya walau hanya dari jauh ia mengpdikan dirinya pada Abraham dan tentunya usianya berbeda dari dua peria tadi yaitu 46 tahun.


"Selamat datang tuan sialhkan duduk." Mario mempersilahkan abraham duduk di kursi kebesarnya dan mereka duduk di kursi yg berbeda dan yg menjelaskan situasi sekarang adalah Jeri "Sebelum saya ke inti permasalahnya lebih baik kita jekaskan pada teman kita yg belum tau apa-apa ini." Jeri sambil tersenyum menatap Roy "Apa aku, apa yg aku lewatkan??" Zefano dengan dinginya menjawab Roy "Kemarin apa kamu tak mendapat pesan Rahasia dari Jeri, atau kali ini kamu lupa." Peria itu sepertinya bingung dengan apa yg di katakan Zefano "Surat apa Aan, maaf tapi aku gak tau??" Zefano seperti biasa tak seng dengan sikap Roy, peria itu jika sudah di tempat kerja ia akan lupa dengan dunia luar kecuali tuanya yg sudah memberi arahan baru ia akan bisa terlepas dari lepotopnya, Jeri tersenyum dan menjelaskan "Kemarin kami mendapat sedikit bukti mengenai orang yg menjadi Klien Elang Perak."  Jeri pun mengirimkan pesan hasil yg ia dapat pada Roy selama Peria itu membaca mereka mulai membahas situasi sekarang ini seperti apa.


Jeri berbicara "Mungkin hanya itu yg ku dapat semalam dan untuk rencana Zefano akan menjekaskan." Kali ini Zefano yg menjelaskan dan mereka di sana sudah dari jam 8 siang dan baru selesai jam 3 sore. Setelah selesai Roy, Jeri, dan Zefano keluar dari ruangan lalu segera ke dapur "Tak ku sangka kita akan melewatka makan siang." Jeri terlihat lesu "Sepertinya Mood tuan Abraham sangat bagus hari ini." Jeri menghentiak  jalanya lalu menatap Zefano "Hey kulkas dua pintu, lu yg seperkuwnsi dengan tuan kita itu mana tau derita manusia normal seperti aku,simon, Roy dan pak Mario." Zefano dengan santai menjawab "Bukanya pak Maro juga tak mempermasalahkanya." Jeri baru ingat bawa ketua mereka itu juga memiliki sikap yg sama "Terserah kamu saja yg penting sekarang aku mau segera mengisi perut ku." Roy hanya busa menghela napas mendengar pedebatan kedua sahabatnya ini.

__ADS_1


Sedangkan di dalam Abraham berbicara serius dengam Mari "Aku harap ini segera selesai, dan untuk yg masalh rumah sakit itu aku mau kamu yg menyelidikinya."Mario mengerti apa maksud taunya "Tenang saja aku akan mengurus sediri itu."


Abraham kembali bicara "Aku curiga dia ada di sana, sang pembunuh istri mu." Zeref terdiam mendengar hal itu "Karna seorang yg diam-diam ku kirin semalam ke sana sempat memberi sinyal namun sekarang tak ada informasinya, dia masih hidup atau tertangkap tak ada yg tau." Peria itu tersenyum "Aku akan segera menyelidikinya." Abraham bangkit dari dudunya lalu langsung pergi dan Mario pun mengeluarkan sebuah Foto yg keluarga yg di dalanya terapat Foto istrinya ,Dian dan putrinya "Sayang akau akan menemukan peria tua itu dan menghabisinya dengan tangan ini."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2