Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 60.Kedatangan Windi


__ADS_3

Kini jam menunjuk 12.30 siang waktu istirahat namun tidak bagi Abraham dia tetap berkerja karna jika tidak ada Windi di sampingnya  ia akan terus bejerja tanpa harus beristirahat Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk ."Masuk..."Abraham masih fokus dengan pekerjaanya tanpa menoleh ke depan."Sayang aku capek..."Windi pun duduk di kursi panjang yg berada di depan meja Abraham .Sontak Abraham menoleh ke depan lalu segera mematikan leptonya setelah itu duduk di samping Windi.


"Sayang capek banget..."(Windi).


"Sayang kamu kok keringatan gini??".


"Aku tadi dari rumah sakit".


"Astaga kenapa gak  suruh Roy dorong aja kamu pakai kursi roda??".


"Kan itu buat yg sakit???".


"Emamg apa salahnya."


"Salah lah,kursi roda untuk pasien yg sakit atau gak bisa berjalan, sedangkan aku kan gak sakit apa apa."


"Tapi setidaknya kamu gak capek gini,sekarang di mana Roy.apa dia udah balik??".


"Roy cuman mengantar ku sampai depan kantor,lalu ku suruh dia mengambil pesanan ku".


"Emang kamu pesan apa??".

__ADS_1


"Aku pesan Jas buat kamu yg mirip sama Daysuke ,terus aku juga memintanya membeli sedikit makanan."


"Emang makanan apa aja makananya??".


" Tadi pesan Pangsit,Ice Krim,Mie Ayam,Roti Bakar,Jus Mangga,Bakso ,Ayam Goreng dan Sate".


"Banyak amat sayang emang perutnya cukup???".


"Kan yg makan bukan aku aja ada si kembar,lagian kamu jugakan  belum makan".


"Yaudah",Abraham merasa ada yg jangal pada bau parfum Windi."Sayang kok bawu parfum mu gak kayak yg biasanya,ini baunya kayak bau parfum peria".


"Oh ini parfumnya aku dapat di dalam mobil mu.Waktu dia rumah sakit aku di surah menungu di dalam mobil sebntar karna hp kak Roy ketingalan,terus aku nemu parfum  di dalam mobil harum banget jadi aku pakek deh." Abraham tersenyum walau nyatanya ia sangat kesal karna parfum yg di gunakan Windi bukan parfumnya melainkan parfum Roy yg selalu dia tingalkan di dalam mobil Abraham.


Tamat riawayat mu Roy.


Tak lama kemudian Roy datang dengan membawa pesanan Windi.


"Nona ini pesananya".


"Makasih yah Roy??".

__ADS_1


"Sama sama nona,kalok gitu saya balik dulu nona ,tuan ".


"Roy..."Roy berhenti lalu kembali berbalik.


"Jangan lupa parfum mu yg di dalam mobil ku",


Sontak Roy terkejut ia baru ingat bahwa Windi tadi terlihat mengunakan parfumnya."Apa yg tadi parfum Roy dan bukan parfum mu??".


"Iya sayang"Abraham tersenyum itulah yg di lihat Windi tidak dengan Roy yg ia lihat ialah pemetongan gaji satu bulan.Dengan persaan sedih Roy pamit lalu segera pergi.Windi dan Abraham pun menikmati makanan mereka.


Pada saat Bamang terbangun ia merasa ada yg megengam tanganya bertapa terkejutnya dia ternyata itu Anastasia."Ana apa kah itu kamu???",Anastasia terbangun dari tidurnya lalu matanya bertatapan dengan wajah bambang."Sayang ini aku Ana mu".


"Berjanjilah jangan tingalkan aku lagi".


"Tapi aku bukan Ana mu yg dulu lagi hik..."Anastasia mulai menangis lagi."Aku akan tetap menerima mau bagai mana pun kondisi mu Ana".


"Kehadiran ku hanya akan mempermalukan mu hi....".


"Tidak ana ,kamu adalah  wanita ku, walau anak ygkau kandung bukan anak ku, aku tetap mau kita membesarkanya bersama sama".


"Tabi sayang..."Bambang pun menghapus air mata Anastasia.Tanpa mereka sadari di luar Roy diam diam menguping apa yg mereka bicarakan Wajah Roy begitu terkejut mendengar pembicaran mereka.Kebetulan Karna perusahan Roy dan Rumah Sakit xxxx tersebut cukup dekat yg membuat Roy tidak memerlukan waktu lama sampai di sana.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2