
Pagi ini, Tiara yg tengah menikmati minuman teh di ruang tamu rumah ,Ia tengah membuka sosiala medianya, karna kemarin ia terlalu sibuk mengurus anak dan suaminya yg banyak maunya,namun ia terkejud dengan sebuah artikel tentang Abraham putra yg diam-diam melangsungkan pernikahan dengan seorang wanita yg tidak di ketahuai namanya di sebuah Gereja,Tiara yg membaca artikel tersebut sontak terjejut,hatinya terasa sakit, karna cinta pertamanya menikah, air mata Tiara tak bisa tertahankan lagi,Ia menangis ,dan tidak di sengaja seorang wanita paruh baya itu menghamiri Tiara,
"Ada apa sayang,kok nangis?".
Tiara segera menghapus air matanya, dan berusaha tersenyum menatap mertuanya,
"Gak papa kok mah"Tiara berusaha tersenyum,Guma mertuanya itu dalam hati
'Sepertinya, dia sudah melihat artikel tentang mantannya itu.'Tebak wanita itu dalam hati,lalu ia berpikir lagi, ia mau mengadu doba tiara dengan istri Abraham ,karna bosan tanpa hiburan niat jahat selalu membuat winita tua itu bahagia, apa lagi kalok yg ia siksa anak tirinya yg sombong itu,
"Aku lihat altikel yg lagi banyak di perbincangkan publik saat ini ,tenang CEO samuda grup yg menikah dengan seorang wanita,setau ku anak itu tidak mungkin jatuh cinta pada wanita sembarangan. Mungkinkah wanita itu menguna guna-guna pada Abraham, agar terpikat padanya,astaga aku kasihan sekali dengan dia..."Seketika Tiara terdiam, ia yg lagi sakit hati kini tidak bisa menggontrol emosinya,"Mah, Tiara keluar dulu.."tanpa basa basi lama, ia segera meninggalkan mertuanya itu,
"Yes,akhirnya aku berasil memancing emosi Tiara "ia begitu bahagia.
__ADS_1
"Roy, apa jatwal kita hari ini?".
"Tidak ada tuan,karna rapat hari ini di undur besok, karna ada masalh sedikit ".
"Oh,kalok gitu kita pulang".Sonatak Roy terkejut dengan perkataan bosnya,setaunya bosnya adalah seorang maniak perkerjaan, dan uang yg ia pikirkan hanya motonya yaitu Time is money (waktu adalah uang),namun kini ia inggin cepat cepat pulang,"Roy, kenapa kamu terdiam?". Roy tersadar dari lamunannya,"Tidak ada tuan"
"Kalok gitu cepat kita pulang".Abraham segera berdiri dari kursi kebesarannya, dan segera keluar dari kantornya menuju parkian mobil.Di perjalanan Abraham kembali bengong, ia kembali memikirkan bertapa buasnya di ranjangnya semalan karna sudah menahan sekian lama kini sudah tersalurakan,Roy yg meliht bosnya yg bengong sambil senyam-senyum itu merasa geli,ia menebak pasti bosnya sedang memikirkan malam pertamanya,Roy dulu sempat mengira bosnya yg tidak inggin menikah sampai usianya sudah kepala tiga ,dan menggira bosnya itu seorang BL (boys' love ), atau gay yg membuat Roy takut jika di dekatnya, apa lagi kini usianya 28 tahun yg membuatnya ingin mencari pendamping yg setia menemaninya hingga mati.
"Tiara, ada apa ini??".Tiara menunjuk Windi,"Wanita murahan ini pasti meng guna-guna kamu ,dia inggin merebut harta mu".
"Heh, mabak janga omongan mu"jawab Windi kesal,"Alah jangan bohong kamu,aku udah tau terik wanita busuk seperti kamu,kamu kira abraham bakal jatuh cinta ke cewek sembarangan kayak lu,dasar ******??".Sontak amarh Windi tidak tertahankan, karna kata kata yg sudah 5 tahun tidak ia dengar kini ia mendengarnya lagi,"Jaga omong anda jangan senaknya anda berbicara sembarangan tentang saya ,emang anda ada bukti!!!".
"......."Tiara terdiam, Winda kembali berbicara "Saya memang miskin, saya juga bukan wanita cantik seperti anda, tapi saya gak suka anda ngomong tentang saya sembarangan ,Seorang ****** saja terpaksa menjual dirinya karna membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhannya.Kau pikir aku hanya mau mendapat kekuasan dan harta,Semua itu tidak akan menjamin hidup ku bahagia,aku menikah dengan Abraham karna aku mencintainya!!!!"
__ADS_1
"Banyak omong kamu"pada saat Tiara akan menapar Windi ,Abraham segera menahannya.
"Kalok kamu di sini cuman untuk menggangu ketenangan di rumah ku,mending pergi, aku mohon pada mau".Tiara segera menarik tangganya dan pergi dengan kesal,"Untuk kali ini aku mengalah karna Abraham,namun bukan berarti aku memaafkan mu"Tiara pun segera pergi,tak lama Tiara pergi Windi bernaps lega,Abraham pun meminta bik Ijah, dan satpan kembali ke pekerjaan masing masing,ia pun menghampiri Windi,"Kamu gak papa??".
"Kayaknya, apa yg ia bilang itu benar,aku ini cuman ****** yg tidak tau malu".
"Windi ,jangan pikirkan tentang omonganya, di itu gak bermaksud nyakitin kamu".
"Coba aja waktu itu bukan aku cewek yang kamu tawar".
"Jangan ngomong gitu, yg terjadi biarkan lah terjadi,kini mari kita buka lembaran baru, dan berjalan terus ke depan".Windi menggangguk Abraham pun memeluk Windi,"Ayo kita masuk, aku sudah lapar,"Windi pun melepas pelukan mereka,"Ayo "Mereka segera menuju rumah, sedangkan Roy terlebih dahulu memarkirkan mobil ke parkiran bawak tanah rumah Abraham ,setelah itu menyusul mereka .
Bersambung.....
__ADS_1