Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 29.Bambang


__ADS_3

Windi memutuskan ke sebuah taman di sana dia mencoba menghirup udara segar untuk menenagkan hatinya dan pikiranya,di tempat lain seorang pria yg sedang mencari objek untuk di gambar, kebetulan melihat Windi yg duduk sendiri di kursi taman ia memutuskan untuk melukisnya, Setelah selesai melukis ia pun mengahmpiri Windi,"Hai nona cantik".


"Oh, halo,ada yg bisa saya bantu??".


"Tidak, aku ke sini hanya untuk memberitaukan isi karia ku".Lelaki itu memperlihatkan isi karianya, "Apa itu aku??".


"Ya nona cantik".Windi melihat tulisan di sudut bawah, "Bam..bang,jadi nama tuan Bambang??".


"Ya nona cantik,kalok nona??".


"Saya tidak cantik ,dan perkenalkan nama saya Windi".


"Nona Windi jika boleh jujur, anda begitu cantik".


"Tuan biasa aja".


"Nona sedang apa sendiri di sini ??".


"Aku sedang merenungkan hidup ku yg tidak jelas".Tiba-tiba Bambang duduk di samping Windi, yg kebetulan kosong,"Apa kamu sedang bertengkar dengan suami mu??".


"Dari mana kamu tau aku sudah menikah!!".

__ADS_1


"Karna benda di tangan mu".Windi melihat kedua tanganya,"Oh, jadi kamu melihat cicin ku."


"Tentu, aku hebat kan".


"Ya, aku akui kamu hebat".


"Sekarang, cerita masalah mu".


"Suami ku suka bicara hal yg membuat ku sakit hati, padahal aku sedang hamil dan bahkan ketika aku membutuhkan dia pada saat ibu ku tiada, dia jarang ada untuk ku dan masih saja sibuk dengan pekerjaan.Aku terkadang ingin marah, dan ingin jujur dengan apa yg aku rasakan, tapi suami itu sedang dalam pemulihan jadi aku tidak ingin dia terlalu banyak pikiran yg menghambat kesembuhannya, dan malah memperburuk dia"


"Panjang juga cerita ada,aku jadi tidak mengerti".


"Coba saja kamu bukan orang asing, pasti akan ku tinju wajah tampan mu itu".


"He, Kepiting rebus, sakit".


"Heh, tadi kamu pangil aku barusan apa??".


Windi melepas paksa cubitan Bambang, "Kepiting rebus"Bambamg berusaha menahan tawanya melihat Windi yg kesal, di tambah pipinya yg merah karna cubitanya menambah kesan sekor anjing imut yg sedang marah,"Kita jalan-jalan yuk".


"Apa??".

__ADS_1


"Kita jalan-jalan".


"Tapi.."Bambang segera berdiri mengemasi barang barangnya,"Udah mau pulang??",Setelah berkemas bambang segera menarik Windi, setelah Windi berdiri lalu kembali menariknya ke parkiran,


"Kamu mau membawa ku ke mana??".


"Kita pergi jalan-jalan".


"Ke mana??".


"Kemana aja, yg penting bumil suka".Mereka pun langsung pergi, Bamabang melanjukan mobilnya yg membuat Windi terus berteriak 'Pelan-pelan,awas' , namun Bambang hanya menanggapinya dengan tawa,Sesampai di Mal Windi segera turun dan berlari masuk ke dalam Mal setelah itu masuk ke towilet wanita,Bambang yg tadinya tertawa kini kawatir ia langsung menyusul Windi masuk Mal, dan menungunya di depan towilet wanita.Tak lama kemudian Windi keluar dengan wajah yg pucat,Bambang segera menghampirinya,"Apa kamu gak papa??".


Windi hanya mengangguk,Bambang segera mengambil botol minumnya lalu di berikan,Windi menerima botol air meneral itu lalu meninumnya, setelah selesai minum,"Lain kali, jangan secepat itu mengendarai mobil".


"Maaf kan aku".


"Lain kali jangan di ulangi lagi,janji".


"Iya, aku janji".


"Btw, buat apa kita ke Mal".

__ADS_1


"Oh iya",Bambang segera menarik Windi pergi.


Berasambung.........


__ADS_2