
Kesoknya windi terbangun dari tidurnya karna cahaya matahari yg masuk dari celah jendela,ia saat ini tak mengenakan sehelai kain pun dan hanya di tutupi silimut begitu juga dengan suaminya yg ada di sampinya, windi merasa tubuhnya sedikit sakit karna suaminya semalam terlalu bersemangat sehingga membuatnya kewalahan, Abraham yg sudah dari tadi bangun membelai pelan rambut pirang istrinya "Sudah bangun sayang." Windi mengangguk namun ia tak ingin bangun ia malah kembali berbaring di sebelah suaminya yg sudah duduk dan menyenderkan tubuhnya, "Ayo bangun, ini sudah pagi lo.." windi menoleh pada suaminya lalu perlahan bangkit dan merentangkan tanganya ke samping untuk meregankan ototnya sebentar tanpa ia sadari kalau dia tak memakai sehelai kain pun dan hanya selimut itulah yg menutupi tubuhnya.
Abraham mendekat padanya lalu mencium pipinya "Pagi-pagi kamu sudah terlihat menggoda...." Windi menoleh pada suaminya "Apa.., aku menggoda." Windi menoleh ke bawah dan terlihat kalau dia tak memakai apa pun, sontak ia menarik selimut hingga menutupi bagian atasnya "Kenapa kamu tak bilang dari tadi kalu akau tak memakai bathrobe??" Abraham tersenyum lalu kembali mencium istrinya setelah itu ia turuan dari ranjang dia terlihat memakai sehelai kain pun,sedangkan Windi yg melihat hal itu menjadi malu karna terlihat bagian belakang dan depan suaminya dan bahkan itu sangat jelas karna ini di pagi hari, Abraham mengambil bathrobe dan memakinya lalu di ambil satu lagi untuk istrinya ia mendekati windi yg berada di ranjang lalu memberiknya "Ini pakilah, sebentar lagi pelayan akan mengantarkan sarapan dan pakian ganti." Setelah memberikan bathrobe itu pada istrinya ia berjalan ke depan televisi lalu duduk di sova ia pun menyalan TV tersebut dan menonton siaran Berita.
__ADS_1
Dan windi yg baru selesai memakai bathrobe menghampiri suaminya dan duduk di sampinya dan berita tentang berapa orang yg terduga angota geng burunan polisi Jerman berjumlah 8 orang telah di tangkap dan di selidiki motif mereka masuk sebuah apatemen dan mengobrak abrik apartemen tersebut dan tetanganya yg mengetahui hal itu lah yg melapor polisi untunya taka ada warga sipil yg terluka hanya ada 5 orang polisi yg terluka dan sudah di larikan ke rumah sakit , Windi yg mendengar hal itu sedikit terkejut "Apa maereka sudah tertangkap." Windi menatap suaminya lalu kembali bicara"Apa mungkin itu yg ada di rumah ku??" Abraham menjawabnya "Mungkin saja." Tak lama kemudain seorang Waiter datang dan membawa makan untuk mereka, ia membawa berapa roti dan minuman susu untuk windi dan kopi untuk Abraham tak lama datang lagi berberapa orang yg merupakan Ballboy hotel membawakn berapa baju untuk Abraham dan Windi setelah itu mereka pergi "Ayo cepat sarapan setelah itu kita akn ke rumah sakit." Abraham menggakat cangkir kopinya lalu meminumnya, sedangkan Windi menikmati Roti yg di bawa dan memakanya "Wah enak." Windi terlihat begitu menikmatinya hinga tanpa sadar ada remah roti yg menempel pada sudut bibirnya.
Abraham mendekat wajahnya pada istrinya lalu menjilat remah roti tersebut sontak windi terkejut dan menutup mulutnya "Apa yg kamu lakukan." Abraham tersenyum menatap istrinya "Aku lapar dan rasanya ingin makan." Windi menunjuk Roti yg ada di depan mereka "Itu ada Roti, kalok lapar makan." Abraham mendekatkan bibirnya ketelinga istrinya "Aku ingin memakan istri bidoh ku ini." Windi seketika terdiam lalu menatap suaminya, Entak kenapa hari ini suaminya begitu mengoda ia terus mengodanya pagi ini yg membuatnya sedikit risih,"Astaga, Mending kamu makan roti aja biar kenyang." Windi pun kembali menikmati rotinya dan minumanya sambil melihat berita. Entak kenapa setelah semalam Abraham berubah drastin menjadi begitu menempel padanya dan aura peria mesunya terlihat, entak sejak kapan ia mesum seperti ini Windi tak tau tapi ia sangat mengganggu menurutnya.
__ADS_1
"Habis dari rumah sakait kita akan beli lagi." Windi yg mendengar hal itu lantas menoleh pada suaminya "Sayang gak usah. Yang di rumah sudah banyak buat apa di beli lagi." Abraham tak memperdulinya ia kembali menarik istrinya menghadap depan lalu kembali mengeringkan rambutnya hingga kering setelah itu Windi segera menganti bajunya sedangkan suaminya pergi mandi
Windi mengunakan Gaun Midi Semi-plisket dengan Lengan Lebar berwarna hijau gaun itu sangat longgar jadi sangat nyaman ketika windi pakain, setelah selesai mengganti bau Windi memilih pakian yg cocok untuk suaminya Polo Shirt, celana model Chino dan Sepatu Loafer tak lama kemudian suminya keluar "Sayang ini baju yg harus kamu pakai..." Windi terkejut melihat suaminya yg mengunakan bathrobe namun tidak seperti biasanya bagian atas bathrobe terbuka dan memperlihatkan otot perutnya yg begitu menggoda "Astaga sayang bagai mana kamu menggikat handuk mu itu." Windi menghampri suaminya lalu melepas ikatanya dan mengikatnya ulang "Aku bingung dengan sikap mu pagi ini, apa kamu mencoba mengda ku atau kamu sedang gabut saja." Setelah memperbaiki ia menarik suaminya untuk duduk di ranjang lalu ia mengeringkan rambutnya karna abraham yg begitu tinggi jadi ia mengerinya sambil berdiri "Ini susanya kalu punya suami yg tinggi." Windi terus mengoceh tanpa satu kata pun yg ia keluarkan tak ada yg di pedukikan oleh Abraham peria itu masih diam, setelah selesai mengeringkan rambut suaminya ia turun dar ranjang lalu menatap suaminya "Kenapa kamu hari ini menjadi diam begini, dan aku merasa kamu terlihat aneh." Abraham tak mempedulikan istrinya lalu langsung bangkit dan "Yg mana baju yg harus aku pakai." Windi sedit kesal karna ia di cuekin oleh suaminya namun ia harus memakluminya ia berjalan menghampirinya lalu mengambil satu persatu dan di berikan padanya lalu peria itu pergi memakainkan bajunya ke dalam kamar madi sedang kan windi menunggunya keluar sambil memilih tas mana yg akan ia pakai lalu ia lebih memilih memakai tas hitam mengkilap ukurana tidak besar mungkin hanya bisa di isi dengan hp dan dompet karna ukurnya yg kecil "Mungkin ini akan bagus." Lalu di ambil dan di isi dengan hp, ia juga memilih sepatu Wedges yg tak terlalu tinggi ,beratali dan berwarna bisque lalu langsung di kenakan tak lama terdengar suara suaminya yg keluar dari kamar mandi peria itu sudah rapi dengan pakinya dan windi begitu kagum karna pakian yg ia pilih sangat cocok pada suaminya.
__ADS_1
Bersambung....