
Abraham dan windi pun langsung keluar dari kamar mereka dan Rahel terkejut melihat ada berapa Bodyguard di luar kamar lalu pada saat mereka menuju lift ke lantai dasar dua orang Bodyguar masuk dan berjaga di depan mereka windi yg melihat hal itu bertanya pada suaminya "Siapa mereka sayang." Abraham menjawabnaya "mereka yg akan menjaga kita selama di sini." Windi yg mendengar hal itu sedikit terkejut "Yg benar saja, bukan kah kamu datang sendiri??." Abraham tersenyum sambil menjawab istrinya "Ku mengunakan jasa Bodyguard selama di sini jadi kamu tak perlu takut lagi." Pada saat pintu lift terbuka dua bodyguard itu diluan keluar lalu menepi setelah itu Abraham keluar dan berjalan lalu mereka mengikuti dari belakang terlihat dua peria yg juga di jaga oleh ajudan mereka dan mereka masing-masing bersama istri mereka dan pada saat salah satu dari mereka menoleh pada Abraham ia terkejut karna tidak bisanya ia bisa bertemu dengan Abraham putra yg terkenal dengan kekayaanya hingga masuk urutan ke 4 terkaya dunia, apa lagi ia masih muda dan bukan orang sembarang yg dapat di ajak kerjasama denganya "Bukan itu tuan Abraham."
Salah satu pengusaha yg ada di depanya sontak menoleh pada arah dimana ia menoleh "Di mana??" Ia terkejut lalu langsung menghampiri Abraham "Halo tuan Abraham lama tidak berjumpa." Peria yg tiba-tiba menghampiri mereka dan langsung mengulurkan tanya dan Abraham yg mengenalnya langsung bersalam denganya serta istrinya "Apa kabar tuan Fredrik." Dan salah satu sahabat pengusahnya mendekat "Oh iya perkenalkan ini sahabt ku, ia juga seongang pengusaha." Peria itu langsung mengulurkan tanganya dan Abraham menjabatnya dan istrinya "Abraham putra." Fredrik tersenyum pada Abraham dan pada saat matanya menoleh pada Windi ia di buat penasaran karna setaunya Abraham belum menikah sedangkan wanita di sampinya terlihat bagian perutnya sudah terlihat karna sedang hamil. "Oh iya siapa orang di samping anda?" Abraham tersenyum lalu merangkul bahu Windi "Perkenalkan istri ku Namanya Windi."
__ADS_1
Fredrik begitu terkejut "Kapan anda menikah, mengapa aku tak tau??" Abraham tersenyum "Aku menikah dengan istri ku secara tertutup, jadi aku berencana akan memperkenalkanya setelah waktunya sudah tepat, karna kondisi kami berapa bulan tidak dalam kodisi baik." Ferdrik mengangguk, lalu windi menjabat tangan Fredrik begitu juga dengan istrinya "Windi..." lalu Fredrik bertanya lagi mengenai kandungan Windi karna sangat terlihat perutnya yg besar itu "Sudah berapa minggu kandungan istri anda." Abraham tersenyum sambil menjawab "Sudah 20 minggu." Istri Fredrik yg mendengar hal itu terkejut dan berbicara "Jadi kalian sudah dapat tau jenis kelaminya??" Abraham mengguk dan mereka yg di sana terlihat penasaran dan abraham pun menjelaskan "Istri ku sedang mengandung anak kembar laki-laki." Mereka yg mendengar hal itu lantas memberi selamat untuk Abraham.
Tuan Fredik dan istrinya serta sahabatnya dan istri sahabatnya berencana untuk pergi makan ke sebuah restoran jadi sekaligus ingin mengajak Abraham dan Windi "Apakah kalian mau ikut berama kami ke restoran xxx sambil kita membicarakan bisnis di sana." Abraham tersenyum "Mungkin lain waktu saja karna aku dan istri ku mau menjenguk putra Julius yg terluka di Rumah sakit." Fredrik yg mendengar hal itu mengguk "Kami juga kemaren dari sana, kalauk gitu kapan kalian akan kembali??" Abraham menjawanya "Jelasnya kami mungin akan sedikit lama di sini, karna aku di aku mau sekalian memeriksa perusaan yg ada di sini." Fredrik pun menjawabnya "Jika kamu membutuhkan sesuatu telfon saja aku. Kalok gitu kami permisi dulu." Abraham mengguk lalu orang tadi langsung pergi, windi menatap suaminya "Apa kamu mengenalnya??" Abraham tersenyum menatap istrinya "Tentu saja, jika aku tak mengenalnya takan aku menyapanya. Ayo sekarang kita pergi simon pasti sudah ada di depan." Abraham dan windi pun segera ke luar dan benar saja Sion sudah ada dan terlibat sebuah mobil yg berwarna biru bentuknya berbeda dari mobil biasa dan abraham terlihat bahgia melihatnya "Akhirnya Pagani Zonda ku sudah sampai, aku tak sabar untuk mencobanya." Abraham mengambil kunci mobil dari Simon lalu ia naik bersama Windi sedangkan simon bersama Bodyguard yg datang tadi menaiki sebuah mobik hitam yg berada di belakang mobil Abraham.
__ADS_1
Windi kembaki bertanya "Lalu sejak apa kamu ada perusahaan di sini??" Abraham menjawabnya "Sebenarnya bukan perusahaan ku sih, lebih tepanya perusahaan yg aku bangun bersama-sama dengan julius." Tiba-tiba Abraham berhenti di sebuah salon "Sayang kita mau buat apa di sini." Abraham menjawabnya sambil tersenyum "Kita warnain dulu rambut kuningmu itu." Abraham turun dari mobil di ikuti windi. Pada saat mereka masuk ke dalam salon itu tempat itu terlihat besar namun yg membuat windi bingung adalah tempat itu sunyi dan pemilik tokonya yg langsung melayani mereka "Selamat datang tuan Abraham dan Nona kita, jika untuk tuan Abraham anda bisa duduk sambil menunggu di kursi tunggu dan untuk nona sialhkan duduk di sini." Windi pun menurut, selagi Abraham duduk sambil memainkan poslnya rambut Windi di warnai dan setelah 30 menit rambut windi sudah di cuci dan langsung di keringkan lagi menggunakan Hai dryer dan setelah satu jam akhirnya selesai dan rambut windi di ikat dengan gaya Twist Half Up Do.
Bersambung.....
__ADS_1