Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 174.Demam


__ADS_3

Tengah malamnya jordan terbangun karna istrinya memanggilnya "Sayang..." Jordan menjawabnya "Ada apa??" Tiara menjawabnya "Rasanya badan ku gak enak sekali..." sontak Jordan bangkit dari baringnya lalu ia memeriksa kening istrinya rupanya istrinya tambah panas "Astaga sayang kamu panas..." Jordan memperbaiki selimut istrinya lalu ia pun memutuskan untuk keluar untuk mencari bantuan dan untung saja ada Abraham di dapur ia menghampirinya "Abraham.." peria tadi yg sedang membuka kulkas sontak menoleh ke belakang "Ada apa..." Jordan menjawab "Istri ku kembali demam apa kalian punya obat??" Abraham menjawabnya "Belum ada yg sepet pergi berbelanja." Jordan yg mendengar hal itu makin hawatir apa lagi istrinya sedang hamil ia takut terjadi sesuatu padanya, Abraham mengambil dua bungkus ASi Yg windi taruh di kulkas dapur lalu menutupnya lagi "Kamu kembali saja nanti aku suruh istri ku untuk melihatnya siapa tau istri tau cara lain menurunkan demam selain meminum obat." Abraham segera meningalkan Jordan sedangkan jordan juga kembali ke kamar.

__ADS_1


Abraham yg sudah kembali dari dapur memberitaukan pada istrinya bahwa Tiara kembali demam dan  abraham meminta windi untuk melihatnya sebentar dan untuk kedua anaknya yg terbangun biar ia yg urus windi menurut lalu ia segera pergi ke bawah sedangkan Abraham menjaga mereka, sesampi di depan kamar windi mengetuk pintu dan tak lama kemudian pintu terbuka memperlihatkan Jordan lalu windi segera masuk lalu ia duduk di pinggir ranjang ia memeriksa suhu tubuh Tiara dengan tanganya "Dia panas sekali.." Jordan menghampiri Windi "Lalu apa yg harus aku lakukan, apakah aku harus mencari obat untiknya di luar??" Windi menoleh padanya "lebih baik jika dia dirawat di rumah sakit jika kita memberikan obat yg salah padanya nanti takutnya akan berpengaruh pada kandunganya." Jordan sedikit pusing ia tak tau apa yg harus ia lakukan "Lalu apa yg harus aku lakukan..." Windi segera bangkit dari duduknya "Anda temani dulu dia sebentar aku akan membuatkan minuam untuk meningkatkan dayatahan tubuhnya ." Windi pun segera keluar dari kamar sedangkan jordan yg kini duduk di pinggir ranjang lalu memegang tangan Tiara "Maaf.., maaf kan aku...."

__ADS_1


Jordan merasa bersalah karna telah meninggalkan istrinya waktu itu hanya karna cemburu pada Abraham. Jordan mulai cemburuan seperti ini sejak Tiara mengaku kalau dia hamil anak keduanya ia perlahan memiliki rasa pada istrinya padahal selama 9 tahun usia pernikahan mereka jordan sama sekali tak memiliki rasa pada Tiara yg ada di pikiaranya adalah Jors ia menikahi tiara hanya karns anak mereka dan  dia tau selama itu istrinya pasti masih mencintai Abraham jadi ia memilih untuk tidak menaruh hati pada istriny karna ia berfikir jika suatu saat istrinya meminta percerayan maka ia tak merasakan sakit dan bisa menerimanya namun setelah ia mengetahuai sebuah Artikel yg mengatakan bahwa Abraham diam diam menikah membuatnya sedikit terkejut dan ia tiba-tiba memikirkan istrinya namun setelah kabar itu beredar sikap istrinya mulai berubah 360° ia tiba-tiba mendukung keputusan Jordan mengambil melepaskan Putra Jaya Grup dan mengurus perusahaan ayah kandung Jordan di kota lain, padahal ia bisa saja menolak namun ia mendukungnya dan yg paling mengejutkanya lagi Tiara mau kenurut ketika Jordan memintanya untuk melayaninya padahal dia tipe orangnya kalok sudah lelah dia pasti akan meminta suaminya itu untuk menunda namun kali ini ia selalu menurut, dan biasanya juga dia rutin meminum obat KB tapi setelah mereka pindah Jordan sudah tak melihat istrinya meminum obat itu lagi dan ketika istrinya mengaku kalau ia sedang mengandung anaknya jordan yg ke dua membuat Jordan bahagia akhirnya istrinya itu mau memiliki anak lagi denganya dan itu juga seperti sebuah kode bahwa Tiara bersedia mendampinginya selamanya yg membuatnya memiliki perasaan pada istrinya itu dan tak mau istrinya dekat dengan peria lian Selain dia, yg paling Jordan takutkan adalah jika istrinya ketemu lagi dengan Abraham dan wanita itu akan kembali jatuh hati padanya mungkin ia akan sangat tidak rela jika harus memberikan wanita yg ia cinta.

__ADS_1


Di dapur windi tengah menyipakan sebuah ember yg ia isi dengan air hangat tanpa ia sadar dari belakang tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluknaya dari belakang  ia menoleh pada atasnya dan rupanya itu adalah suaminya "Sayang apa yg kamu lakukan, aku masih harus mengantar air hangat ini pada Kakak ipar." Bukanya mendengarkan perkataan istrinya ia malah membalikan tubuh istrinya lalu mengangkatnya, windi yg terkejut lantas memukul-mukul lengan suaminya "Turunkan.. nanti ada yg melihat kita.." Abraham tersenyum "Tak papa, biarkan mereka melihat kita lagi pula kita juga sudah menikah jadi tak ada hal yg perlu di takutkan." Windi menatap tajam suaminya "Bagai mana nanti jika Jordan keluar dari kamar dan melihat kita seperti ini, apa kamu tidak malu." Abraham tersenyum "Aku takan pernah malu.." windi hawatir jika ada orang yg melihat mereka jadia dan mengenai sikap suaminya yg seperti ini biasanya ada yg ia mau "Apa mau mu, aku akan melakuaknya tapi ku mohon turunkan aku." Abraham senang istrinya peka "Aku mau malam ini kita di kamar..." windi langsung menutup mulut suaminya "Aku tau  apa yg kamu mau sudah, jadi jangan di teruskan lagi kata-kata mu." Abraham dapat melihat wajah istrinya yg memerah karna perkatanya tadi, Abraham pun menurunkanya dan Windi sedikit lega namun tiba'tiba Abraham mengecup bibirnya yg membuat windi sedikit terkejut lalu peria itu tanpa dosa malah tersenyum "Apa yg kamu lakukan.." Abraham menjawab windi "Aku tunggu kamu di kamar." Abraham pun segera pergi dengan gembiranya sedangkan Windi mencoba menenangkan hatinya yg cenat cenut setelah itu ia pergi mengantar air yg akan di gunakan  untuk mengonpres Tiara.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2