
Paginya Windi terbangun dengan tubuh yg begitu lelah karna semalam di tambah ia harus bergadang mengurus anaknya jadi hari ini ia malas sekali untuk turun dari ranjang, abraham yg mlihat hal itu lantas menghampiri istrinya karna dia baru saja selesai mandi "Sayang mamdi, hari ini aku ada janji bertemu dengan Jordan ke kota tempatnya tinggal apa kamu mau mau ikut." Windi yg mendengar hal itu lantas menoleh pada suaminya "Aku juga mau ikut.." abraham tersenyum"Kalok gitu cepat bangun dan pergilah mandi.." windi perlahan bangkit dari baringnya dan segera turun dari ranjang untungnya ia sudah memakai baju tidurnya kembali setelah habis bermain kuda kuadaan bersama suaminya semalam, ia berjalan ke kamar mandi sedangkan adam ia belum sempat mengganti baju ia lebih dulu melihat anak anaknya di kamar sebelah dan mereka belum juga bangun padahal sudah waktu makan mereka jadi abraham pun membuka tirai pada kamar mereka yg menutup kaca dan cahaya matahari pun masuk dari kaca kamar namun tidak bisa membangunkan dua anak itu hingga abraham mengangkat mereka satu persatu dan membaringkan mereka ke dalam box dorong mereka lalu di bawa ke kamar mereka dan saat itu lah kedua anak itu pun perlahan terbangun sedangkan abraham membuatkan bubur instan untuk mereka karna semalam istrinya lupa menyuruh keristin untuk membeli berapa sayur yg bagus di buatkan MPASI untuk anaknya jadi mereka gunakan bubur yg instan untuk sementara dulu dan karna di dalam kamar adam dan windi sudah tersedia peralatan makanan anaknya jadi mereka tak perlu repot untuk turan lagi.
__ADS_1
Setelah jadi abraham menuju kasur dan mulai membaringkan anak anknya di kasur "Anak papa pasti sudah sangat lapar, maaf karan papa mu semalam jadi mama mu kesiangan." Adam pun mulai menyuapi makanan tadi pada anaknya Untungnya mereka langsung memakannya dengan baik tanpa ada penolakan dan ia terus membri makan mereka hinga windi keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat suaminya "Sayang kok belum ganti baju??" Adam menjawab istrinya "Kamu tebak ini udah jam berapa??"windi melirik jam dinding yg menujuk pul 8:45 sontak ia terkejut "Oh iya sudah waktunya mereka makan."adam menjawab istrinya "Pergilah terlebih dahulu mengganti pakian mu dan setekah itu nanti siapkan berapa pakian untuk tiga hari di sana windi mengangguk lalu segeta pergi ke ruang ganti baju sedangkan abraham masih terus menyuapi anaknya hinga makanan mereka habis baru abraham pergi lagi untuk mengganti pakiannya dan ia menemukan istrinya yg baru saja selesai berkemas barang untuk mereka "Sayang apa mereka udah makan??" Abraham mengangguk lalu Windi pun keluar dari kamar.
__ADS_1
Ia menghampiri anaknya lalu mencium anaknya satu persatu "Aduh anak mama belum mandi." Windi meraih hpnya lalu mengirim pesan pada dua orang pelayan untuk datang dan memandikan mereka karna windi saat ini sudah mandi dan sudah berpakian rapi, sambil menunggu ia tak henti mencium dua bayinya itu tak lama suaminya keluar dari kamar "Sayang anaknya jangan di cium terus dong, nanti anaknya risih."windi menoleh pada suaminya "Jam berapa kita berangkat ke sana??" Adam menjawab "Jam 11 nanti kita berangkatnya ke sana." Tak lama terdengar ketuka dari luar kamar "Msauk.." tak lama dua orang pelayan masuk dan langsung menggendong Farel dan Rafayel karna dua playan itu sudah biasa jika di suruh Windi untuk memandikan anak anaknya jika tak sempat dan mereka juga punya pengalaman bekerja di sebuah tempat penitipan anak jadi hal seperti ini sudah biasa untuk mereka sedangan selama anak anaknya mandi di kamar madi kamar mereka Windi menyiapkan barang yg ingin dia bawa untuk anak anaknya sedangakan abraham dia pergi memeriksa Leptopnya siapa taua Roy ada mengirmkan Email padanya dan mereka selesai bersiap pada jam 10.20 dan turun ke lantai dua untuk makan terlebih dahulu dan mereka membawa dua koper yg berukuran sedang dan satu tas ransel yg berisi berapa barang anaknya yg jika sewaktu waktu popok mereka penuh jadi mereka tak perku susah susah membuka koper lagi.
__ADS_1
Windi memutuskan untuk tak banyak memakan sambel itu bukan hannya karna takut kepedesan tapi karna takut sakit perut, selama makan windi berbicara pada suaminya "Sayang kok tumben mau ke sana??" Abraham menjawab "Aku ingin bertemu dengan salah satu teman lama mendiang ayah ku, karna ada yg ingin aku bicarakan dengannya." Windi kembali bertanya lagi "Lalu apa sangkut pautnya kak Jordan dengan Teman lama mendiang papa mu??" Braham dengan santai menjawab "Karna dia ayah kandung Jordan." Windi yg mendengar hal itu terkejut "Jadi mama jordan yg waktu itu masih punnya suami, ku kira mamanya jordan itu janda." Abraham menggeleng "Jadi papa ku itu menikahi istri temanya." Windi yg penasaran kemabali bertanya "Jadi papa mu nikung temannya sendiri gitu??" Abraham mengangguk "Begitulah." Windi begitu terkejut "Kok bisa sih, orang mukak mama tiri mu itu gak cantik cantik amat tapi kok papa mu sampai tertarik. Jangan jangan mama tiri mu waktu itu pakai pelet makanya bisa mendapat papa mu." Sedangkan abraham hannya menjawab istrinya "Suadahlah jangan di bahas lagi, orangnya udah gak ada gak biak ngomongin orang yg udah gak ada." Windi menjawab suaminya "Iya iya." Windi kembali makan tak lama sebuah pesan masuk di hp abraham pada saat di bukanya rupanya dari Roy "Tuan jadwal keberangkatan tuan jam 11.30 nanti." Abraham yg membaca hal itu lantas menoleh pada istrinya "Kita berangkat naik pesawat dan jadwal keberangkatanya jam 11.30 jadi cepatlah makan." Windi yg kendengar hal itu segera menyelesaikan makanya karan sekarang sudah jam 10.44 .
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1