Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 206.Kevin


__ADS_3

Besoknya sudah hari senin jadi Abraham dari pagi sudah berangkat kerja sedangkan windi kini bersiap untuk pergi keluar untuk berbelanja perlengkapam anak anaknya kini ia sedang ada di ruang tamu "Nanti jika mereka menangis, itu asi mereka yg ada di kulkas berikan saja karna mereka tadi pagi sudah makan." keristin mengangguk "Tenang saja nona aku pasti bisa menjaga mereka dengan baik."windi kembali bicara "Nanti jika mereka rewel dan tak mau berhenti menamgis langsung telfon saja aku." Keristin langsung kenjawab "Iya nona, apa anda belum mau pergi, nona sudah 4 kali mengatakan hal ini. Lihat di depan pintu, tuan Simon sudah dari tadi menunggu anda." Windi menoleh ke belakang "Oh iya, aku pergi dulu.." windi pun segera pergi sedangkan Keristin hanya bisa menghela napasnya pelan "Astaga nona, terlalu menghawatirkan tuan muda kecil." Tiba tiba dari belakang terdengar suara bik ijah "Itu hal biasa terjadi pada seorang ibu, nanti juga jika kamu menikah suatu saat nanti dan memiliki anak kamu pasti akan mengerti. Oh iya kenapa kamu belum belum enikah padahal  Jesi sudah menikah." Keristin menolah pada bik ijah "Enggak ah bik, Kristin mah mana ada kepikiran untuk menikah, keristin lebih milih jomblo aja dulu biar bisa laihat cowok cowok tampan di luar sana wkwkwk." Keristin pun merangkul bik ijah "Ayo kita pergi sudah bik, takutnya mereka sudah bangun." Keristin pun segera pergi dengan bik ijah.

__ADS_1


Sesampainya di supermarket mereka segera memarkirkan mobil "Oh iya nona, kenapa ada repot repot untuk pergi berbelanja buknya ada bisa saja menyuruh para pelayan yg ada di rumah." Windi menjawab "kayak mana yah, rasanya aku lebih suka pergi berbelanja sendiri ketimbang menyuruh orang . Lagi pula aku juga gak ada kerjaan apa-apa di rumah jadi suka aja pergi belanja ke supermarket gini." Akhinya mereka selesai memarkirkan mobil lalu mereka keluar dan segera masuk pusat perbelanjaan dan Windi mulai pergi ke bagin anak anak dan ia menganmbil 2 popok setelah itu ia kembali berjalan ke bagian sabun mandi anak dan ia mulai memilih berberapa  setelah dari situ ia kembali ke bain minyak untuk anak anaknya "Bagus pakai minyak kemiri untuk rambut anak anak, tapi rambut mereka sudah sangat tebal." Windi pun memutuskan untuk melewati daerah itu sedangkan Simon ia keluar lagi dan pergi membeli kopi yg kebetulan di depan supermarket di situ ada kafe jadi ia memutuskan untuk membeli kopi sebentar "Permisi mas, espresso satu." Lalu simon segera membayar lalu ia menunggu di sebuah bangku dan tak sengaja mendengar pembicaran dua orang yg ada di belakangnya "Aku dengar suami mu berkerja di perusahan Mittra Grup yah??" Wanita itu menjawab "Ya emang kenapa??" Wanita satunya kembali bicara "Aku dengar CEO perusahaan itu sangat arogan. "Winta itu menjawab "Iya sih, suami ku pernah mengeluh karna di marahin olah bosnya, itu pun bukan hanya sekali tapi berakali kali, untung saja gaji di sana tinggi jadi suaminya masih mau tetap bertahan."

__ADS_1


Simon tiba tiba menggingat sosok CEO perusahaan tersebut "Ku harap peria itu tidak berulah lagi."Simon menoleh ke arah supermarket, sedangkan di supermarket windi kini pergi ke bagian sayuran karna ada sayuran yg harus ia beli untuk MPASI anaknya ia melirik di rak, tanpa menyadari ada seorang juga berhenti di depanya, guma Windi dalam hati 'Brokolinya tinggal satu itu.' Windi berusaha meraih berokoli tersebut begitu juga orang yg ada di depanya juga meraih berokoli itu dan tak sengaja tangan mereka terbentur sontak Windi menarik tanganya "Ah, maaf." Windi menoleh ke depannya "Tidak, saya yg harus minta maaf." Peria itu menolah pada Windi, dan mata mereka saling berpas-pasan "Apa anda mau mengambil itu juga??" Peria itu mengangguk lalu windi kembali melanjutkan kata-katanya "Kok gitu, ada saja yg ambil, ada yg lebih dulu sampai." Peria itu juga merasa tak enak untuk mengambil.

__ADS_1


Peria terdiam dan berguma dalam hati 'Namanya mirip dengan nama istri dari Abraham putra, dan bahkan dia punya dua orang anak. Dan dari kabar yg beredar istri Abraham putra melahirkan di Amerika dan anaknya terlahir kembar apa mungkin wanita ini.." peria itu pun kembali berbicara "Apa anak anda kembar." Windi mengangguk lalu peria itu kembali bertanya "Apa suami anda Abraham putra." Windi kembali mengangguk "Kamu tau dari mana??" Peria itu tersenyum "Tentu, karna aku pernah melihat unggahan Foto kalian di media sosial suami mu. Dan apa boleh aku meminta nomor mu??" Windi menjawab "Maaf tapi aku gak bisa berikan, soalnya suami ku itu cemburuan jadi maaf yah aku gak bisa ngasih." Peria itu tetap tersenyum "Tak papa, sebelumnya perkenalkan nama ku Kevin Jonatan, biasa di panggil Kevin." windi pun mengulurkan tangganya "Salam kenal Kevin." Dan peria itu pun bersalaman dengan Windi dan padanganya tak bisa berhenti menatap wajah cantik Windi setelah bersalaman windi pamit untuk segera membayar karna ia hawatir anaknya yg ia tinggal dan Kevin pun mengangguk lalu mereka pun berpisah pada saat di kasir, Simon baru datang dan tanpa mereka sadari Kevin diam diam menatap mereka namun kali dia harus sembunyi sembunyi karna ia tak mau Simon tau keberadaannya, ia tersenyum dan berbicara dalam hati 'Windi...windi, tak ku sangka kamu begitu secantik, tingkah laku mu saja sudah membuat hati ku yg sudah lama mati kini bisa merasakan rasanya jatuh hati, tapi sayang aku bukan peria pertama yg kamu temui dan kenapa harus Abraham putra dan kenapa bukan bukan aku.'

__ADS_1


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2