Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 229.menghilangkan jejaknya


__ADS_3

Roy kini datang membawa si kembar untuk menemui Windi, karna para pengasuhnya anaknya tadi sudah pulang dan sesampainya di depan kamar terlihat banyak bodyguard yg berjaga karna setelah berita istri sorang peria terkaya no 4 dunia mengalami keguguarn karna kelalayan sebuah hotel bintang 5 tersebar banyak wartawan yg ingin meliput windi dan Abaham namun karan rumah sakit tempat istri dari abraham masih di rahasiakan jadi taka ada yg tau, dan untuk berjaga jaga Abraham meminta bodyguardnya menjaga ruang rawat istrinya selama dia kantor polisi menyelidiki kasus ini, pada saat Roy membuka pinta ia di kejutkan dengan istrinya yg kini tengah duduk di sebelah windi berasama Kristian "Astaga sayang kapan kamu ada di sini??" Jesi menatap suaminya sinis "Kenapa kamu gak seneng ku datang, atau kamu senang ketika aku gak ada biar bisa main cewek gitu."Roy langsung membantah perkatan istrinya "Gak mungkin lah aku begitu, aku ini laki laki baik baik." Sedangkan windi mulai tertawa melihata mereka "Hahah, astaga bumil kita lagi sensi nih." Keristin menjawabnya "Iya nona, selama perjalanan  ke sini ia terus mengoceh sampai rasanya telingaku mau pecah mendengar ocehanya." Jesi menatap keristin "Keris!!" keristian menutup telinga "Aku gak dengar.." lalu ia bangkit dan menghampiri Roy dan menoleh pada Stroller, untungnya mereka sudah bangun jadi Keristin mengangkat satu.

__ADS_1


Jesi yg melihat hal itu jadi kepengen juga mengendong satu "Keris kasih aku aku mau jua..." keristi menjawabnya dengan satai "Ambil aja sendiri." Lalu pergi sedangkan Jedi mulai merasa kesal, roy menghela napas pelan "Tunggu saja nanti aku antarkan Farel untuk mu." Jesi yg mendengar hal itu berubah senang, lalu roy pun mengangkat farel setelah itu ia mendekat "Ini.." jesi menerimanya dan ia terlihat sangat senang dan roy sempat-sempatnya memegang perutnya Jesi "Bagai mana di berjalanan, kamu gak papa kan??" Jesi mengangguk "Kan ada bapak juga ikut, jadi jesi gak papa." Roy kembali bertanya "Kalok Jeri apa dia juga ada ikut."Jesi mengangguk lalu Roy kencium kening istrinya sedangkan dari jauh keristin terlihat tak suka dan yg sadar hal itu adalah Windi "Keris kita berdua berasa jadi obat nyamuk aja yah.." keristin mengangguk "memang yah kelakuan penganting baru, suka pada begini gak lihat tempat." Windi tertawa mendengr perkataan Keristin sandangkan mereka yg baru sadar langsung mengalihkan pandangan karna malu, sedangkan Roy langsung berusaha mengalihkan perhatin "Oh iya aku mau pergi belanja kopi ke luar, apa nona ada mau menitipkan sesuatu." Windi menjawabnya "Beli kue aja, kalok kamu keris, biar nanti pakai kartu kredit ku yg ada pada Roy??" Keristin menjawab "Beli makanan aja, terseah mau makan apa aja yg peting perut ku bisa di isi." Roy mengangguk lalu menoleh pada istrinya "Kalok kamu sayang kamu kamu makan apa??" Jesi menjawab "Samain kayak kristian aja, kebetulan aku juga lagi lapar." Roy mengangguk lalu pamit pergi.

__ADS_1


Sedangkan abraham kini berada di kantor polisi untuk memeriksa CCTV di sekitar situ "Bagai mana Jeri??" Jeri terus terlihat menghela napas pelan "Jika di lihat dari waktunya sepertinya, selama tuan berada di hotel ada berapa part di CCTV yg menghilang yg di curigai di sana ada gambar orang yg membantu nona Selena." Abraham menjawabnya "Apa kemungkinan besar anak buah Kevin bisa melakukan ini??" Jeri mengangguk"Kemungkinan iya, mereka karna dulu juga mereka pernah mencuri data kita tanpa sepengetahuan kita bukan." Mario menjawabnya "Bagai mana CCTV hotel??" Jeri menolah pada mario "Sejauh ini hasil pemeriksaan ku yg di hotel sama sekali tak ada yg hilang dan semuanya lengkap sesuai waktunya kemungkina mungkin mereka tidak masuk ke hotel dan hanya melewatinya saja makanya banyak part yg di habus." Tak lama Terdengar dari belakang suara simon dan Zefano, dan yg menyapa dulu Zefano "Halo semua kami dapat berapa informasi dari seorang yg berja di tempat makan yg ada di seberang hotel. Simon kamu yg jelaskan.." simon mulai menjelaskan "Jadi kata sorang pegawai di sana ia sepat melihat mobil hitam berhenti di depan hotel dan sorang peria berjas hitam bertubuh kekar turun beserta seorang peria berjas biru dan peria itu menoleh ke atas dan bahkan ia menggunakan tropok untuk melihat ke atas kemungkinan objek yg ingin lihat itu jauh."

__ADS_1


Abraham memijat kepalanya yg terasa pusing, memikirkanya saja sudah membuat ingin sekali marah "Ya, kemungkinan mereka lah yg menajdai targetnya." Jeri yg gak mengeri apa yg Abraham dan mario bicarakan kembaki bertanya "Mereka siapa sih." Zefano menatap sinis Jeri "Hey kamu gak peka juga, nona baru kehilangan anak, tentu saja target keduanya itu anak kembar tuan." Seketika jeri terdiam karnatak percaya dan tak lama seorang polisi masuk dan menjelaskan pada mereka mengenai penyelidikan mereka pada Selena setelah selesai ia pamit pergi, zefano menolah pada tuanya abraham "Apa tuan tetap akan pergi??" Abraham mengangguk lalu segera pergi dan ia masuk ke ruangan introgasi di sana selena tengah duduk sambil menunggua Abraham dan ketika ia menemukan peria itu ia langsung mengahampirinya lalu memohon padanya"Abrham ku mohon katakan pada mereka jika aku tidak bersalah." Abraham menatap tajam selena "Menjaulah lah dari hadapan ku,dan mengaku saja kamu ikut terlibat karna dalam rekening peria itu kamu ada mengirimkan dia sejumlah uang." Selena lupa ia memberikan hal itu karna ia berhasil melaksanakan mereka dengan baik lalu ia menjwabnya "Aku memang mengirimkannya uang tapi bukan hanya aku yg melakukan ini semua kevin juga membantu ku." Abraham tersenyum"Percuma kamu mengatakan kevin membantu mu karna para polisi tak mungkin percaya karna peria itu sudah menghilangkan jejaknya dan kamu itu hanya kambing hitamanya." Selena yg mendengar hal itu merasa hancur, ia terjatuh ke lantai dan kini ia tak bisa melakukan apa pun, apa lagi sekertarisnya sudah tak terlihat dan sepertinya dia sudah lari entah ke mana yg jelas ia meninggalkan selena sendiri.

__ADS_1


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2