
Windi terbangun dari tidurnya dan ia mulai melihat di sekitarnya yg terlihat begitu gelap hannya ada satu lampu yg menyala yaitu lampu tidur di sebelahnya namun tak bisa nenerangi ruangan itu sama sekali "Ini di mana, windi kencoba meraih hpnya yg bisa di taruh atas meja samping tempat tidur dekat lampu tidur namun tak ada, setelah itu di perhatikan lagi meja sampingnya itu bukan lah meja yg ada di kamar mereka dan ia juga baru menyadari jika lampu tidur itu bukan lampu tidur mereka sontak ia menoleh sampingnya yg kosong, perlahan ia turun dari kasur lalu ia beralan mengendap endap ke pintu yg asing menurutnya pada saat ia menekan ganggang pintu, namun tak terbuka dan ia mulai panik "kenapa ini, kenapa tak bisa terbuka." Windi terus berusaha membukanya namun tetap tak terbuka.Ia berjalan ke arah teras kamar pada saat ia akan kembuka pintu teras rupanya di kunci juga namun karna pintunya kaca ia berinisyatif untuk mencari benda berat untuk di melemparkan ke arah kaca, jadi ia mencari di sekitar kamar dan ia menemukan sebuah patung yg tak terlalu besar lalu ia mengangkatnya pada saat berjalan menuju pintu teras kamar ia melewati sebuah kaca besar yg di tempatkan di kamar itu dan ia sempat terhenti, bertapa terkejutnya ia saat ini ia hannya mengenakan lingerie hitam yg nerawang "Kenapa pakaian ku seperti ini." Windi menjatuhkan patung tersebut lalu menghampiri kaca dan ia semakin terkejut ketika melihat banyak tanda merah di leher dan bagian kakinya.
__ADS_1
"Apa yg terjadi sebenarnya kenapa di kaki dan leher ku." Perasaan windi mulai tak karuan "Apa aku baru di lecehkan.." tak lama terdengar suara dari luar "Hey, sekarang giliran kami yg berjaga kalian boleh pergi." Dan terdengar lagi jawaban seorang peria "Baiklah." Lalu dua orang yg berjaga di luar kamar pergi dan di gantikan dua orang yang baru dan terdengar lagi dua orang di luar berbicara "Ku dengar yg ada di dalam itu wanitanya tuan." Dan jawaban dari temanya "Ya, tak ku sangka seleranya adalah seorang janda." Salah seorang yang lagi menjawabnya "Aku senang melihat part ketika tuan membunuh dua balita." Dan jawaban salah satu temannya "Ya kau benar, apa lagi ketika darah mereka bercucuran keluar dan ayah anak itu terlihat frustasi seperti orang gila dan pada akhirnya ia mengakhiri hidupnya juga." Lalu mereka berdua tertawa sedangkan windi menjadi kaku tak bisa bergerak apa lagi kengingat apa yg dua orang itu katakan "Apa anak dan saumi ku sudah.." Windi menutup mulutnya tak lama terdengar suara dari luar "Apa kah itu tuan, sepertinya ia datang untuk beristirahat." Windi mulai panik ia cepat cepat mengambil patung tadi lalu berlari membawanya dan menghampiri kaca lalu melempar kaca itu hingga pecah dan terdengar sampai ke luar yg membut dua peria itu panik "Sepertinya kaca di dalam ada yg pecah." Tak lama terdengar suara pintu kamar yg di buka kuncinya.
__ADS_1
Windi yg panik berlari ke teras kamar dan tak peduli kakinya yg terkena serpihan kaca yg ia pecahkan barusan, sesampai di luar berapa terkejutnya ia berada di lantai paling atas rumah itu yg berada di tengah hutan "Aku di mana ini." Tak lama terdengar suara dari luar "Tun itu dia tuan.." windi sontak menoleh ke belakang dan ia terkejut ketika melihat tiga orang peria berlari kenghampirinya, windi mulai panik dan kembali melihat depannya "Jika benar suami dan anak ku sudah tiada aku ingin menyusul mereka dari pada aku hidur yg tak bahagia." Windi pun melopmpat namun tanpa ia sadari tangannya malah berhasil di tangkap oleh seorang peria dan windi yg awalnya menutup matanya sontak menoleh ke atasnya dan matanya membulat ketika melihat seorang peria yg tak asing baginya "Kevin.." peria itu tersenyum "Mau ke mana kamu hah, kamu sekaranga adalah wanita ku." Windi menangis dan berusaha melepas tangan peria itu agar ia biasa jatuh, namun karna kekuatan tangan peria itu ia malah di tarik ke atas "Lepaskan ku, aku mohon lepskan aku." Ia menarik windi ke dalam sedangkan dua peria itu juga mengikuti dari belakang namun mereka lebih dulu pergi keluar dari kamar sedangkan windi di hempaskan ke kasur.
__ADS_1
Windi tiba tiba terbangun dari tidurnya setelah bermimpi buruk badannya berkeringat ia melirik sekitarnya ternyata masih kamar mereka.Karna windi yg bangun dadakan membuat abraham yg memeluknya dari belakang terbangun juga "Sayang ada apa.." abragam perlahan bagkit dan ia melihat keringat bercucuran dari istrinya "Apa kamu bermimpi buruk??" windi mengangguk lalu ia memeluk suaminya dan saat itu ia langsung menangis di pelukannya "Jangan tinggalkan ku, tetaplah bersama ku." Abraham sedikit terkejut namuan ia berusaha menenangkan istrinya "Tenang aku akan selau bersama mu jadi tak usah takut." Abraham membelai rambut istrinya pelan dan setekah tak terdengar lagi suara tangis istrinya yg ia pun mengangkat kepala istrinya lalu ia menghapus air matanya "Jangan menangis tenanglah aku akan selalu ada di bersama mu dan akan selalu menjaga mu."abraham pun mulsi mencium bibir manis istrinya dan windi pun membalasnya namun karna semakin lama semakin ganas windi melepaskan ciuman itu "Sayang jangan di sinia anak anak sedang tidjr." Abraham menjawabnya"di kamar mandi mau." Windi berpikir sejenak mungkin kebih baik kamar mandi dari pada mereka harus jauh jauh ke kamar tamu yg ada di bawah jadi ia mengangguk dan abraham langsung terseanyum lalu mereka segera pergi.
__ADS_1
Bersambung...
__ADS_1