
Saat umur ku 9 tahun dan Kakak Isabel berusia 10 tahun kami diam diam menuntit seorang peria yg tengan duduk di sebuah taman di tengah pingir kota,
Windi yg di bawa oleh Isabel terus mengeluh "Apakah masih jauh,aku sudah lelah.." Isabel terus meyakinkan Windi "Tenag saja sebentar lagi..,nah kita sampai" Pada saat Windi akan melihat apa yg di lihat Isabel, sontak sahabanya itu meminta mereka menunduk dan bersembunyai di tumpukan bunga yg besar.
Windi berusaha berbicara sekecil mungkin "Kenapa kita bersebunyi." Isabel menutup mulut Windi "Sut.... nanti kita ketahun, targetnya sudah di depan sana.." Isabel menunjuk dari sebuah selah kecil dan pada saat Windi lihat.
Terlihat seorang peria yg tengah duduk dan mendengar lagu dengan earphone,ia begitu tampan "Astaga, lebih tampan dari yg aku bayangkan. Kenapa kamu baru memberi tau ku." Windi menoleh pada Isabel.
Sejak mereka mengendap endap datang peria itu sudah sadar dia hanya tersenyum lalu menoleh pada semak semak di mana Windi dan isabel bersembunyi "Tak perku bersembunyai ,sejak awal aku sudah tau kalian bersembunyi, keluarlah."
Windi dan Isabel saling melirik satu sama lain "Apa kita ketahuan??" Isabel menganguk "Mungkin saja, ayo kita ke luar." Windi dan isabel pun keluar dari persembunyian mereka "Maaf kak, kami tadi kebetulan saja lewat,jadi tak sengaja ketemu kakak. Kami kira kakak orang jahat jadi sembunyi."
__ADS_1
Peria itu tersenyum "Dapat kah kata kata mu ku percaya??" Isabel dan Windi kembali melancarkan Akting meteka "Kak, ada kah anak seusia kami berbohong, lihat Wajah polos kami. Kami adalah anak yg polos dan lugu."
Peria itu tertawa "Aku tadi juga mendengar percakapan kalian, bukanya teman mu yg di sebelah mu itu mengatakan bahwa aku tampan bukan". Windi yg terkejut langsung menjadi linglung dan langusng menoleh pada Isabel "Padahal aku sudah berbicara kecil tapi dia tetap mendengarnyakan..".
Peria itu tak kuasa menahan tawanya, sampai sampai membuat mereka kebingangan apa yg terjadi padanya "Kalian ini lucu sekali, siapa sih orang yg bisa mendengar sejauh ini apa lagi aku mengunakan Erepon, yg ku katan tadi hanya tebakan ku saja. Tapi tak ku sangka benar."
"Lalu bagi mana kakak tau kami bersembunyi di sini??" Peria tadi tersenyum "Tentan itu, aku mengetahinya dari insting ku. Aku bisa merasakan opjek hidup yg mendekat pada ku. Bukanya ini bukan kali pertama kamu datang, kalok tidak salah sudah 7 kali aku bersembunyi di sana untuk menguntit ku..".
"Emang kenapa, aku kan Isabel cewek yg paling cantik di SD Mentari Cemerlang." Windi mengangguk"Kau benar kakak, kakak paling cantik dari segala cewek di sekokah".Peria itu tak kuasa menahan tawanya "Kenapa kau ketawa , gak ada yg lucu aku serius".
"Perkenalkan nama ku Isabel , umurku 10 tahun dari Kelas 3 A"
__ADS_1
Kali ini Windi "Perkenalkan nama aku Windi , umur 9 tahuan kelas 3 A".
"Apa motifasi kalian menguntit ku??" Mereka kembali saling menokeh satu sama lain "Tentu saja karna kakak tampan" peria tadi kembali tertawa.
Isabel yg kesal"Kak kenapa ketawa terus sih, gak ada yg lucu tauk. Sekarang giliran kakak lagi..".
"Kalian ini membuat perut ku sakit karna terus tertawa. Bocah yg baunya bau bawang punya selera yg tingi juga..." peria tadi kembali tertawa.
Kini Windi yg kesal" Kakak Sudah ketawanya, gak lucu tauk..".
Tawa peria tadi pun mulai reda "Baik lah akan ku perkenalkan diri ku, Nama ku Robet Anata, mungkian kalian tidak tau keluraga Anata biar ku perjelas keluarga Ananta itu keluara ternama di kota ini dan usia ku 16 tahuan."
__ADS_1
Isabel yg kesal" Telalau panjangang aku jadi tidak mengerti." Robet kembali tertawa. Setelah kejadian hari itu Isabel dan Windi sering beramian berasama Robet....
Bersambung...