
Malam pun tiba kini Abraham dan Windi sedang menonton Filem yg Windi suka tidak lain adalah Anime,Windi terus tertawa sedangkan Abraham yg bosan memutuskan untuk membuat kopi "Sayang aku bosan menonton kartun Anak-anak mulu tiap malam, coba ganti sekali kali gitu" Windi masih Fokus pada Filem yg ia tonton,Guma Abraham 'Dia sama sekali tidak menoleh pada ku.'(Abraham diam diam menatap bingung pada Windi).
"Yasudah lah, kalom gitu aku mau membuat kopi di bawah."Abraham segera berdiri dari duduknya, namun tiba-tiba Windi memangilnya "Sayang.."
Abraham menoleh padanya "Ada apa??".
"Buatkan aku susu, kamu tau kan kota susuku ku simpan di dalam lemari." Abraham menganguk lalu langsung pergi. Awalnya Windi tidak mempedulikan kepergian Abraham namun ketika ia ingat gelas yg baru ia beli di tarunya di laci gelas.
"Astaga aku lupa memberi tau Abraham." Sontak Windi berlari mengejar Abraham namun terlihat pintu lift baru saja tertutup. "Sial dia sudah pergi." Sontak Windi turun dari tangan dengan tergesah gesah.
__ADS_1
Sesampai di lantai dua , Abraham langsung ke dapur dan membuka lemari ,setealh itu ia mengambil susu Khusus untuk ibu hamil milik Windi lalu di tarunya di meja dan pada saar ia membuka laci tempat gelas tiba-tiba matanya berubah kesal.
"Mengangu sekali dua gelas ini." Abraham mengangkat kedua gekas yg berbeda dari yg lain "Bukanya sudah berapa kali ku katan pada Bik ijah untuk tidak membeli barang Jelek seperti ini.
Abraham segera menghari sebuah tongsampah dan pada saat akan di buang tiba tiba terdengar suara dari tanga yg cukup keras yg membuat Abraham menoleh ke arah tanga "Jangan Di Buang...." terlihat Windi yg tere engah engah karna harus turuh dengan anak tanga yg begitu banyak.
Sontak Abraham menaruh dua gelas tadi ke atas meja dan segera menghampiri istrinya . Windi perlahan menuruni tanga dan pada saat sudah mendekat ke bawah begitu juga Abraham terlihat dekat sudah. Tak sengaja Windi terpeleset karna tidak konsen turun karna terlalu lelah.
Windi terpeleset sontak ia menutup matanya sontak Abraham segera berlari dan mengkap istrinya untung saat itu hanya tersisa dua anak tanga jadi pada saat Abraham mengkap Windi mereka terjatuh ke belakang dengan dengan posisi Windi yg menidih tubuh Abraham.
__ADS_1
"Sayang apa kamu tidak papa.." Windi yg mendengar suara Abraham di telinganya perlahan membuka matanya "Sayang apa kamu tidak papa, apa perut mu merasa sakit??".
"Windi yg mengingat hal tadi sontak menagis." Abraham terlihat kebingungan "Apa perut mu sakiat, apa kita perlu ke ruamah sakit.."Abraham terlihat kawatir, sedangkan Windi terus menagis.
Windi perlahan bangkit dari tubuh Abraham duduk di lantai dan di ikuti suaminya, Abraham memegang perut Windi "Sayang apa perut mu sakit.." Abraham masih terlihat kawatir, Perlahan Windi megelengkan kepanya namun ia tak hentinya menangis Abraham menghapus air mata istrinya itu setelah itu memelunya untuk menengankanya.
"Tenag saja aku ada di sini,lain kali jangan turun lagi lewat tanga."Windi memeluk erat tubuh Abraham, dan menagis Setelah cukup lama mereka berpelukan kini perlahan Air mata Windi sudah perlahan berhenti, Abraham melepas pelukan mereka dan menatap wajah istrinya itu dan menghapus sisa Air matanya pelan.
"Apa kamu benar benar tidak apa, atau kita ke dokter untuk memeriksa??" Windi mengeleng "Apa kamu yakin.."Windi menganguk,"Aku percaya pada istri ku ini"Abraham pun mencium kening Windi.
__ADS_1
"Lain kali jangan begitu lagi" Windi menganguk, Abraham pun bernapas lega lalu segera berdiri lalu mereka pun ke dapur.
Bersamnung....