Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 223.Perwakilan


__ADS_3

Paginya windi di antarkan sarapan dan abraham lah yg menyuapinya sedangkan gadis itu menyusu anaknya untungnya asinya masih tetap lancar sedangkan yg para bodyguard masih menjaga di luar, abraham menyendok kuah sup yg masih panas lalu meniupnya setelah sudah dingin ia menyodorkana pada istrinya "Sayang, ayo buka mulutmu." Windi membuka mulutnya lalu abarahm memasukannya ke mulut istrinya, abraham kembali bertanya "Bagai mana sayang??" Windi menjawabnya "Hambar.." abraham tersenyum "Namanya juga makanan rumah sakit, cepat makan  nanti setelah dokter memeriksa keadan mu nanati dan kita sudah boleh pulang, kamu mau makan apa aja di luar nanti bolah aja, tapi untuk sekarang makanlah dulu yg ada." Windi mengangguk lalu abraham kembali menyuapnya, windi menoleh ke bawah dan melihat kedua anaknya yg sedang menyusu "Untung saja anak-anak mama tidak cerewet ketika papanya yg mengurus." Abraham tersenyum "Pastlah, mereka itu anak baik dan penurut jadi mau itu ayah ,ibunya, paman, bibiknya mereka tidak akan pernah cerewet kecuali sakit dan mengantuk saat itulah mereka akan cerewet luarbiasa" windi tersenyum lalu menoleh pada suaminya "Kau benar.." windi kembali di suap oleh Abraham dan pad saat itulah windi teringat  perkataan suaminya waktu itu "Sayang bukanya kamu bilang kalok kamu akan bertemu dengan teman bisnis mu orang jerman itu bukan??" Abraham tersenyum "Bukankah sudah pernah aku bilang, aku sekarang tak peduli dengan uang dan yg terpenting sekarang adalah keluarga kecil ku harus sehat semua dulu." Windi senang mendengar jawaban suaminya lalu ia kembali di suap.

__ADS_1


Sedangkan di sebuah reston seorang wanita cantik mengenakan gaun ketat yg sangat terbuka berwarna merah tengah duduk di sebuah krsi sambil melipatkan kedua tanganya di dadanya, tak lama pintu di ketukan dan sorang peria masuk "Nona mereka sudah datang.." selena tersenyum dan berguma dalam hati 'Sudah ku katkan kalok abraham sama sekali tidak tersingung, lagi pula dia tau kalok itu hanya candaan.' Ia menjawab peria tadi "Suruh mereka masuk.." lalu pintu terbuka dan memperlihatkan Roy, simon dan Zefano namun tak ada Abraham bersama mereka yg membuat selena sedikit terkejut lalu Roy segera duduk di sebauh kursi "Saya sebagai perwakilan tuan saya Abraham putra, karan saat ini beliau berhalangan untuk hadir ." Selena tersenyum "Ternyata dia tidak datang , apa karna istrinya??" Roy menjawabnya dengan tenang "Nona tolong tidak usah mencampuri kehidupan rumah tangga tuan dan nona saya, mari kita mulai saja pembicarakan mengenai bisnis karna saya tak mau berlama lama di sini." Selena mengepalkan tangannya dan berguma dalam hati 'Sial dia mengabaikan ku. Tapi tak papa lebih baik yg ku lihat Roy dan bukan Abraham putra.'

__ADS_1


Setelah melakukan pemeriksaan akhirnya windi sudah boleh pulang dan kini ia sedang mengganti bajunya sedangkan abraham di luar berkemas barang  mereka tak lama windi keluar dengan dres putih bunga-bunga lengan pendek lalu ia mengurai rambutnya "Sayang kita langsung jalan jalan kan??" Abraham mengangguk lalu menoleh pada istrinya "Wah tak ku sangka kamu cantik mengenakanya "Windi tersenyuam "Pastilah, istri siapa lagi?" Windi mendekat suaminya lalu peria itu mencium pipinya,  "Ayo kita berangkat." Windi menunjuk barang barang anaknya "Bagai mana dengan barang barangnya??" Abraham menjawabnya santai "Nanti ada yg akan membawanya, sekarang kita pergi saja dulu." Lalu mereka keluar dari kamar dan abraham mendorong Stroller anaknya lalu seorang bodyguard masuk  dan mengambil barang barang tadi sedangkan yg lain mengikuti mereka hinga masuk ke dalam lift dan sesampi di lantai dasar mereka keluar dari rumah sakit ruapnya sudah ada dua mobil yg menunggu jadi mereka masuk salah satu untungnya sudah di siapkan tempat untuk anaknya jadi mereka tingal membaringkan anaknya di atasnya lalu memaskan sabuk pada mereka sedangkan Abraham ia yg menyetir mobil sedangkan windi ia duduk di sebelahnya "Sayang kita jalan ke mana dulu??" Abraham tersenyum "Tebak kita mau ke mana?" Windi mengangkat kedua tanganya "Mana ku tau, kaok malah tanya balik."abraham terkekah karna ia malah bertnya istrinya, tentu saja ia tidak tau mau ke mana karna ini pertama kalinya ia ke thailand.

__ADS_1


habis dari tempat makan itu mereka menyusuri jalan dan menemukan pedagang yg menjual beragam makanan dan windi mulai kembeli satu persatu dari setelah itu mereka cari tempat untuk memarkirkan mobil dan makan di dalam mobil, windi menoleh ke belakang rupanya anaknya sudah tidur "Seperrinya kita tak bisa berbicara besar-besar, mereka sudh tidur." Abraham tersenyum "Mereka cepat sekali tidurnya, padahal pada saat kamu pergi membeli makanan tadi mereka masih terbangun." Windi senang melihat anaknya lalu ia menoleh pada suaminya "Suadahlah ayo kita makan." Windi mengambil salah satu makanan tadi "Nah yg pertama kita makan adalah yg ini tapi dari kelihatnya seperi ote ote saja tapi bedanya ini langsung di campur sama saus saja." Abraham yg penasran kenyendok satu lalu memaknya hanya sekali makan "Hem enak, ternayata ada campuran udangnya.." windi baru teringat "Oh iya dari tulisanya bapak yg jual katanya seafood Pancake, apsur juga namanya, padahal tingang bilang aja jual ote ote." Abraham kembali terkekah dengan perkatan istrinya, windi pun ikut mencoba "Eh kamu benar sepertinya ada uadangnya, tapi kok pedas yah." Windi mengambil sebuh cup "Untung aku ada beli ES krim kelapa tadi." ia menyendok sedikit lalu memakannya abarham menoleh padanya "Aku juga mau."windi menyendok lagi "Sini buka mulut mu, biar aku suap." Abraham tersenyum lalu membuka mulutnya lalu windi pun menyuapnya namun pandangan abraham tiba tiba tertuju pada rambut istrinya lalu ia bukanya membuka mukut ia malah mendekat dan memperbaiki rambut istrinya lalu menyelipkannya pada belakang telinga istrinya . Pada saat abraham menolah pada istrinya wajahnya sudah memerah lalu mejauh suaminya dan memalingkan wajahnya karna malu sedangkan abraham bingung kenapa istrinya tiba tiba malu seperti itu padahal ia hanya memperbaiki rambutnya.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2