
Kini windi dan Abraham tengah berkeliling kota Honolulu lalu mereka berhenti di sebuah tempat makan dan memesan 2 Saimin ,1 malasada, 1 Haupia,1 Acai bowl dan 2 Mai Tai. Sambil menunggu Abraham menjelaskan rencana ya yg akan meningalkan windi di wosington bersama Julius dan Mariam"Sayang..." Windi menjawab "Ada apa sayang??" Abraham terlihat ragu ingin membicarakanya namun ini harus ia lakukan "Sayang jadi semalam aku menjelsakan semua yg terjadi pada kita berapa waktu lalu." Windi sempat terdiam lalu mulai bertanya "Lalu apa tanggapan mereka." Abraham dengan sedihnya menjawab "Mereka meminta ku untuk menyembunyikan mu di Wosington bersama mereka untuk berapa bulan kedepan dan aku akan kembali dan menyelesaikan masalah ." Terjadi keheningan karna windi terlihat terdiam dan terus memainkan kukunya.
Hinga seorang pelayan Restoran itu datang dan memecahkan keheningan, ia menyajikan makanan mereka ke meja dan setelah selesai windi tersenyum pada pelayan wanita itu "Thank you." Walu itu hanya senyum paksaan yg keluar dari bibirnya, dan Abraham yg sadar berusaha tersenyum dan menggajak istrinya makan "Ayo kita makan." Windi mengguk namun ia masih belum mau bicara pada suaminya dan masih diam Abraham yg tak mendengar satupun jawaban yg keluar dari bibir istrinya semakin sedih dan mulai menyesal dengan perkataanya tadi.
*
*
__ADS_1
*
Di sebuah gedung besar yg dari luar terlihat tak terpakai namun di dalamnya mesih bagus dan bahkan terdapat banyak penjahat di dalamnya dan di sebuah ruangan yg sangat di jaga ketat dan di dalam Robi tengah duduk di sebuah sofa sambil melap pisaunya dengan kain dan pintu ruangan itu pun terbuka dan memperlihatkan Rudi sambil menunduk hormat pada tuanya "Tuan, saya mau melapor bahwa saya sudah mendap info tentang keberadan Windi dan Abraham saat ini ." Robi menghentikan pergerakan tanganya lalu tersenyum menatap Rudi "Katakan sekarang mereka di mana??" Rudi menjawab "Mereka pergi berlibur Hawaii untuk menenangkan windi dan mereka membawa 4 bodyguard, namun saya menduga dia membawa lebih dari 4 karna tidak mungkin seseorang yg kaya dan cerdas seperti dia akan melakukan kesalahan untuk yg ke tiga kalinya dia pasti akan membawa banyak untuk pengaman dia dan istrinya. ." Robi tersenyum "Oh ternyata kelinci kecil kita mengalami ketakutan rupanya, padahal aku belum menyentuhnya sama sekali waktu itu dan Rubah licik kita sepertinya ia sedang dalam ketakutan saat ini, dua kali dia sudah lalai bertapa teledornya dia." Robi tertawa dan Rudi pun langsung pamit "Tuan saya akan segera menyiapkan makan malam untuk anda,Saya permisi tuan." Rudi pun lansung pergi.
Dan perjalan ke luar ia mendengar para angota elang perak yg membicarakan Tuanya dan berhenti sejenak"Apa kamu merasa tidak asing pada istri Abraham putra." Sahabtnya mengguk "Bukanya itu gadis yg membuat tuan kita yg dulu jatuh cinta." Mereka tertawa lalu salaha satu dari mereka kembali bicara "Tapi tak ku sangka dia mati saat itu." Dan satu sahabatanya kembali bicara "Tapi sepertinya bos kita yg satu ini juga teropsesi padanya, berbeda dengan yg dulu. Kalok yg dulu ia selalu bersikap baikpadany di telfon dan aku perhatika ia selalu menelfonya tiap satu minggu 3 kali dan ia terlihat dekat denganya sedangkan untuk bos kita yg baru ini ia seperti teropsesipadanya namun ia sepertinya tak pandai mendekati wanita." Satu di antara mereka menjawab "Aku sependapat pada mu, jika yg dulu ia terlihay gagah dan perkasa namun yg sekarang lebih terlihat Lemah dan menjijikan." Mereka semua tertawa.
Ia menjawab telfon itu "Halo Jes ada apa??" Jesi langsung menjawab "Kamu sibuk gak aku mau menjawab soal yg waktu itu..." Rudi yg mendengar hal itu menjadi berdebar dan menjawab "Kita ketemu di mana?" Jesi menjawab "Di tempat makan xxxx aku akan menunggu kamu langsung di sana, kamu sedang tidak sibuk kan." Peria itu begitu bahagia lalu menjawab "Baikalah aku akan langsung ke sana." Ia mematikan telfon mereka dan dengan smangatnya menaiki mobilnya lalu pergi ke tempat yg mereka janjikan itu, ia tak bisa berhenti tersenyum selama perjalan hingga ia sampi di parkiran rumah makan tiba-tiba senyumanya memudar ketika melihat Roy juga ada dan sedang duduk di samping Jesi.
__ADS_1
Ia keluar dari mobil dan segera menghampiri Jesi dan duduk di depanya sedangkan Jedi menoleh pada tunanganya dan Roy yg sudah paham langsung bangkit dari duduknya lalu duduk paling belakang dan Jedi pun mulai berbicara pada Rudi "Sebenarnya aku mau memberi tau mu dari Chat tapi mungkin aku harus menjawab di hadapan mu langsung..." Jesi terlihat bingung harus berkata apa karna tak bisa menyakiti hati Rudi namun karna ia tak mungkin juga bisa berpacaran denganya apa lagi dia akan menikah dengan Roy.
Dengan seluruh keberanianya ia menjawab "Maaf aku gak bisa..." Rudi terdia Hatinya tetasa sakit "Apa maksud mu tandi, kamu gak bercanda kan" Jesi menggeleng dan Menjawab Rudi "Maaf sebelumnya aku seharusnya menjawab mu waktu itu tapi aku takut kamu akan kecewa dan bodohnya aku malah menunda, dan aku sudah menerima Kak Roy minggu depan kami akan bertunangan aku harap Kak Rudi saat itu bisa hadir." Rudi terdiam mendengar hal itu, ternyata apa yg ia harapkan tidak sesuai dengan apa yg terjadi dan ia malah di tolak oleh Jesi, ia berdiri dari duduknya dan tanpa menjawab perkataan Jesi ia langsung meninggalkanya dan pergi sedangakan Jedi yg melihat hal itu menjadi merasa bersalah.
Rudi segera menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan Rumah makan tersebut ia berhenti di depan ruamahnya lalu membuka hpnya "Dasar gadis sialan." Ia melempar hpnya ke lantai mobil "Aku takan membiarakn mu pergi. Walu kamu menikah dengan peria bajingan itu akan mendapatkan mu dengan cara apa pun." Tiba-tiba hpnya bergetar dan ia mengambil hpnya yg sudah retak rupanya Bosnya yg menelfon "Astaga aku lupa dengan makan malam tuan." Ia kembali kerumahnya tanpa sadar dan sampai lupa bawa ia belum membeli makan untuk tuanya ia kembali dan membeli makanan yg tuanya suka.
Bersambung....
__ADS_1
6 sore