
Apa maksud mu,Aku tidak mengerti".
Abraham tersenyum "Berhenti berekting bahwa tidak terjadi apa-apa,antara diri mu dan Anastasua."Bambang yg sudah menyerah berusaha menguatkan dirinya dan memberi tau Abraham apa yg terjadi sebenarnya.
"Sudah ku duga,kamu jangan mengharap seorang wanita yg keras kepala mau menuruti keinginanmu. Karna pada dasarnya mereka hanya mementingkan ego mereka sendiri. Aku sangat mengenal Ana dia itu wnita keras kepala,dan bodoh."
"Kau benar,sepertinya selama 7 tahun pacaran dan 1 tahun pertunagan. Ku kira aku sudah benar benar mengenalnya,tapi ternyata aku salah.."Bambang menunduk dan sambil menahan rasa sakit yang ia rasakan.
"Kamu masih muda,dan tampan. Kamu masih bisa mencaai wanita yg lebih baik dari dia."
Bambang menhepalkan tanya. "Entah kenapa aku sanat sulit untuk melupaknya". Abraham tersenyum. "Itu artinya kamu masih mencintainya. Jangan menipu diri sendiri,aku tau kamu sangat mencintai dia. Kembali lah,saat ini hanya kamu yg bisa mengerti dia". Bambang berusaha mencerna satu persatu perkataan Abraham. "Bagai mana??" Bambang pun mencoba menguatkan hatinya kembali. "Ijinkan aku untuk menenangkan pikiran ku,dan mencoba memikirkanya kembali".
"Baik lah, lebih baik kamu memikirkanya di dalam kamar"
__ADS_1
Bambang pun berdiri dari duduknya. "Aku mau mengambil hp ku dulu". Dan langsung pergi.
Abraham menarik napas pelan. "Kenapa aku harus repot mengurusi urusan asmara orang sedankan aku payah dalam kisah asmara."
*****
Anastasia terus menelfon Bambang namun tetap saja tidak di angkatnya
"Bagai mana ini, Aku sudah berkali kali menelfonya tapi tidak di angkat angakat juga". Ana terlihat frustasi,ia Bambang pergi dari rumah belum makan dan terus memikirkan perkatan Bambang." Dia gak mungkin putusin aku,dan aku tau dia pasti pada saat itu hanya bercanda".
"Semua ini karna obat ini". Anastasia segera mengambil obat aborsi yg ia beli tadi lalu di buangnya ke tempat sampah." Jika bukan karna obat ini,mungkin aku masih bisa hidup bahagia bersama Bambang".
Anastasia memegang perutnya dan tangisnya semakin membesar. "Nak maaf kan apa,mungkin jika mama tidak seceroboh ini. Mungkin kamu bisa memiliki seorang ayah yg baik dan yg akan selalu menyayangi mu". Anastasia terdiduk dan tangan kananya memegang dadanya yg tersa sesak.
__ADS_1
*******
Windi yg baru selrsai berbelanja kebutuhan dapur Sesampai di rumah ia melihat abraham yg masih asik memainkan hpnya." Sayang aku pulang".Abraham menoleh kearah Windi.
"Baru pulanp,cepat amat belanjanya"
Windi yg kesal segera duduk di sampaing Abraham. "Emang kamu gak suka aku cepat pulang??".
Abraham tersenyum lalu membelai rambut windi pelan. "Bukan begitu,aku cuman heran aja cepat banget belanjanya bulamya aku gak suka kamu pulang cepat. Lagian aku sendiri aja di sini gak ada teman".
"Eh,emang kakak Bambang belum turun??". Sontak Windi berdiri dari duduknya,lalu segera di taha Abaham "Biarkan dia sendiri dulu". Windi sempat terdiam mendengar perkatan Abraham lalu kembali berbicara "Baiklah..".
'Di dalam kamar'
__ADS_1
Bambang terlihat terdiam di atas ranjang, ia melihat 50 pangilan tak terjawab dari Anastasia.
Bersambung.....