Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 186.Gaun


__ADS_3

Windi dan abraham kini tengah makan di sebuah Restoran sedangkan kedua anaknya tegah tidur di seroller windi makan sambil melihat media sosialnya hingga ia terhenti di sebuah postingan "Wah gaunya cantik sekali sangat cocok di tubuh ramping Jesi." Windi memperlihatkan pada suaminya "Sayang bagai mana menurut mu??" Abraham mengambil hp istrinya lalu menggeser samping layarnya dan terlihat berapa foto jesi dan Roy yg memakai pakian pengantin mereka "Lumayan lah.." Abraham menggembalikan hp istrinya "Gaunya cantik lah sayang, masak lumayan aja." Abraham kembali menjawabnya dengan mengatakan jika gaun pengantin mereka dulu lebih baik dari itu namun ia terhenti ia baru sadar gaun yg ia berikan pada windi pada saat menikah itu hanya Dres murah yg dadakan mereka beli karna tak ada persiapan dan bahkan dres putih itu tak ada istimewanya sama sekali hanya Dres putih polos.


Abraham jadi berpikir mungkin maksud istrinya mengatakan hal tadi mungkin saja ia iri dengan gaun jesi, padahal Windi hanya berpendapat dan tak ada niat sekali untuk menyinggung namun abrham berpikiran lain "Sayang apa kamu mau membeli gaun seperti itu, jika kamu mau habis dari sini kita cari gaun yg lebih cantik dari itu." Windi yg mendengar hal itu terkejut lalu menatap suaminya "Ngapain beli seperti itu, lagian kita udah nikat untuk apa membeli lagi, bikin penuh rumah aja." Abraham menatap istrinya "Trus, maksud kamu bertanya soal pakian jesi tadi buat apa??" Windi yg kesal menjawabnya "Itu hanya pendapat sayang bukanya aku minta." Lalu abraham kembali bertanya "Bagai mana dengan pernikahan kita yg dulu bukanya itu sangat sedrhana, apa kamu tak kecewa, kalok kata orang-orang nikah itu hanya sekali seumur hidup." Windi tersenyum pada Abrham lalu ia menjawabnya "Dulu kan kita nikahnya dadakan jadi gak ada persiapan, dan jika di tanya kecewa aku sih tidak aku gak akan kecewa karna aku bersukur bisa mendapat suami seperti mu udah ganteng, pinter,berpendidikan dan yg paling penting punya mu gedek, hahaha...." Abraham langsung memeluk windi dari samping "Astaga istri ku ini udah gak posos lagi..." hal itu malah membuat windi makin tertawa dan akhinya abraham ikutan tertawa untungnya tempat mereka makan itu adalah ruang VVAP jadi suara mereka tidak sampi terdengar keluar.

__ADS_1


Setelah dari restoran itu mereka kembali pulang dan itu sudah jam 9 malam jadi pertama tama mereka membersihkan diri setelah itu mereka mulai berbaring di ranjang dan windi langsung berbicara paa suaminya "Tidurlah kamu pasti lelah." Abraham menarik istrinya yg menyender pada dinding tadi mendekat padanya "Ayo kita tidur sama sama." Windi menjawab suaminya "Tapi aku masih harus mengurus anak-anak kita." Abraham menjawab istrinya "Kalok gitu aku gak jadi tidur deh." Windi kembali menjawab "Aku nyanyikan lagu tidur deh, tapi kamu tidur yah??" Abraham tetap menggeleng "Mending aku gak tidur deh." Windi kembali berpikir lalu ia mendapat ide lalu ia menunduk agar bibirnya mendekat ke telinga suaminya lalu ia berbisik sesuatu yg membuat wajah Abraham tersenyum lalu ia menatap istrinya "Beneran kan??" Windi mengangguk dan Abraham langsung mengambil posisi tidur dan windi yg melihat hal itu tersenyum akhirnya ia berhasil membujuk suaminya tidur lalu ia menunggu suaminya itu benar benar tidur dan benar saja, setengah jamnya berlalu Abraham akhirnya tertidur dan Windi diam diam turun dari ranjang lalu ia mendorong box dorong putranya keluar dan di tangga Jeri dan Zefano sudah menggu lalu mereka berdua membantu windi dengan mengangkat box dorong tadi ke bawah lalu mereka segera ke dapur .


Lalu mereka membagi bagi tuagas "Untuk kamu yg banyak ngoceh...." Jeri menjawabnya "Iya nama ku jeri." Windi menjawabnya "Iya kamu, tugas mu untuk membuat krimnya dan untuk teman mu kamu manusia kalem saya tugaskan untuk belikan sebentar lilin aku tak sempat belanja tadi pagi karna dia mengikuti ku jadi kamu beli yg angkanya 31 kalok boleh sekalin beli topi ulangtahun juga,oke ."Zefano hanya mengangguk Jeri terkejut karna bagain Zefano paling mudah sedangkan dia di minta untuk membuat krim "Nona ini tidak adil, masak dia yg cari lilin dan topi lah aku yg membantu ini tidak adil namanya." pada sat windi akan berbiara tiba-tiba terdengar tangis salah satu anaknya lalu ia langsung mendorong dorongkan lagi bok dorang putranya dan anaknya itu kambali tidur lalu ia kembali menatap Jeri "Kalok gitu kamu jaga mereka aku bisa melakukanya sendiri karna caranya tidak terlalu sulit juga membuatnya." Jeri senang karna ia mendapat giliran duduk lalu ia dengan sombangnya berjalan menghampiri Box dorong tadi lalu mengantikan Windi sedangkan windi kembali ke dapur untuk menyiapkan kue.

__ADS_1


Dan setelah cukup lama menunggu akhirnya hari berganti juga dan mereka segera memasang lilin tadi di atas kue lalu mereka berjalan ke dalam kamar dan yg mendorong Box dorong anaknya adalah Zefano pada saat pintu terbuka rupanya Abraham masih tertidur dan mereka pun menghampirinya lalu mulai menyalakn lilin kue tersebut, lalu windi melirik Jeri dan berbicara dengan suara kecil "Kamu yg bangunkan." Jeri menggeleng "Aku tak mau, karna aku masih sayang nyawa ku."Jeri tersenyum lalu windi terpaksa memberikan kue tadi pada Jeri lalu ia duduk di pinggir ranjang dan mulai membangunkan suaminya "Sayang bangun ..." abraham yg merasa tenganggu mulai terbangun "Ada apa sayang." pada saat ia membuka mata ia terkejut karna di depanya ada jeri, Zefano dan windi dan terlihat sebuah kue yg di atasnya ada dua lilin yg menyala "Selamat ulanggtahun sayang..." Abraham tersenyum lalu bangkit dari barinya sedangkan mereka yg melihat tuanya tersenyum sedikit terkejut karna sangat jarang melihat tuanya itu tersenyaum,lalu mereka mendekat kan kue tadi dan mereka mulai bernayanyi selamat ulangatahun untuk Abraham dan peria itu pun membuat permohonan dengan berdoa setelah itu Abaham pun meniup lilin kue tersebut tidak lupa ia mencium istrinya yg sudah menyiapkan ini semua untuknya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2