Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 231.Telfon dari mariam


__ADS_3

Besoknya Abraham bekerja dari rumah sakit dan yg mengurus masah persidangan ada Roy  sedangkan simon yg sudah menjaga dari malam sampai pagi di gantikan Zefano dan yg membantu kepolisian mencari barang bukti lain ada mario dan jeri. Tiba tiba hp abraham bergetar pada saat di lihatnya rupanya yg menelfon adalah mariam Firasat Abraham sudah buruk namun ia tetap mengangkatnya "Halo.." dan benar saja baru saja ia berbicara ia sudah mendapat ocehan "Kenapa kamu tak memberitahuku bahwa kamu baru saja kehilangan seorang anak, dan bagaia mana hal ini bisa terjadi kenapa kamu begitu lalai dalam mengurus keluarga mu, kukira kamu tidak akan seperti Eli tapi rupanya kamu 11, 12 saja sama kalian itu!!" Abraham menghela napas pelan "Iya maaf aku akan menjelaskan tapi ketika aku ke sana saja." Mariam menjawab "Tak perlu, karna aku dan papa mu akan ke sana, dan kami sedang dalam perjalanan ke bandara ." Abraham yg mendengar hal itu terkejut "Untuk apa??" Mariam menjawabnya "Tentu saja menemui cucu ku, aku akan menelfon mu lagi setelah sampai di sana." Abraham tak bisa menolak "Iya, hati hati nanti di jalan." Pangilan itu pun berakhir sedangkan windi terus memandang ke arah suaminya sambil menyusui anaknya "Apa tadi mama??" Abraham mengangguk "Mereka mau ke sini."windi tersenyum "Ku harap perjalanan mereka lancar sampai ke sini." Windi menoleh pada anaknya "Apa kalian dengar, nenek dan kakek bule kalian mau datang." tampa windi sadari Abraham terus memandangnya dari jauh.

__ADS_1


Abraham mematikan leptopnya lalu menghampri istrianya "Sayang.." pada saat Windi menoleh pasa suamina "Iya ada a..." belum selesai ia bicara Abraham langsung menyambar bibirnya, sontak ia terkejut kan kondisinya ia sedang menyusui anaknya. Pada saat ia akan melepasnya kepalanya di tahan oleh suaminya sehingga membuatnya kesulitan melepas ciuman itu, dan di sela itu tiba tiba pintu terbuka "Nona ini saya bawakan pesanan anda.." perkataaan keristin terhenti ketika melihat tuan dan nonanya sedang berciuman, sedangkan jesi yg baru akan masuk "Ada apa keris.." keristin lantas menarik jesi kembali ke luar lalu menutup pintu sedangka suara pintu yg terdengar tidak membuat abraham menghentika aksinya justru ia malah semakin memperdalam cimanya dan perlahan Windi sudah mulai kesulitan untuk mengambil napas ia memukul-mukul dada suaminya dan peria itu yg mulai sadar dan melepas ciumannya dan Windi terlihat terengah-engah ia menutup bibirnya "Ada apa dengan mu, tiba tiba mencium ku tanpa aba aba.." abraham tersenyum "Entah kenap bibir mu terlihat monggoda dan membuat ku tidak konsen untuk bekera." Abraham mendekat lalu melepas tangan istrinya dan ia mulai menyentuh bibir istrinya "Apa kita lanjut lagi??" Windi menatap sinis suaminya itu "Lebih baik kamu mandi setelah itu tidur karana dari semalam kamu belum tidur dan sibuk bekerja." Abraham menujuk bibirnya "Morning kiss dulu." Windi menghela napas pelan lalu ia menarik suaminya mendekat dan mengecup bibirnya (cup) "Sudah sekarang pergilah." Abraham menjawab istrinya "Cuman segitu, tapi aku maunya lebih." Windi menghela napas lagi "Nanti malam saja, ini masih pagi." Abraham tersenyum "Baiklah akan ku tagih janji mu." Lalu abraham segera pergi ke kamar mandi.

__ADS_1


Tak lama keristin dan jesi masuk namun kali ini mereka terlebih dahulu mengetuk pintu baru masuk dan yg pertama menengok adalah keristin "Apa sudah selesai??" Windi tersenyum pada mereka "Ayo masuk, apa kamu sudah selesai membeli pesanan ku??" Kerstin mengangguk lalu masuk di ikuti jesi dan mereka duduk di kursi pinggir ranjang dan menaruh satu buah keresek yg berisi berapa pesanan windi "Itu nona tadi kami tidak menemukan rasa bubur bayi sesuai dengan yg nona cari jadi kami mencoba rasa lain dan kami ambil satu persatu siapa tau tuan muda kecil suka." Windi mengangguk "Gaka papa, yg penting ada sudah yang kamu beli karna punya mereka sudah habis. Aku sangat kualahan menyusu mereka terus dari semalam sampai pagi."keristin menjawab nonanya "Susah juga punya anak yah, untung saja aku belum menikah." Jesi memukul paha sahabatnya itu pelan "Kamu jangan ngomong gitu. " windi menjawab jesi "Alah awalnya memang kamu mungkin akan mersa lelah kara tidak terbiasa bergadang, tapi lama lama nanti kamu akan mulai terbiasa jadi jangan takut."jesi yg mendengar perkataan nonanya hannya mengangguk walau hatinya masih belum tenang.

__ADS_1


Malamnya mariam dan julius segera ke ruang rawat Windi dan mereka terlihat sanat tergesah-geasah sedangakn zefano yg melihat mereka dari kejauhan lantas bangkit "Selamat datang tuan julius dan nona mariam." Mereka mejawab Zefano "Ya, apa mereka ada di dalam." Zefano mengangguk lalu mereka masuk dan menemukan windi yg tengah makan bersama abraham di sofa sedangkan anak anaknya sudah tidur di stroller dan mereka terkejut ketika melihat mariam, windi bangkit dari duduknya "Eh mama.." mariam langsung memeluknya "Asatag putri kecil ku apa kamu tak papa??" Ia melepas pelukannya lalu melihat windi dari bawah sampai atas untungnya ia tak ada hal yg bisa membuatnya hawatir "Sukurlah." Setelah mariam kini julius yg memeluk Windi "Syukurlah kamu tak papa kami sangat menghawatirkan mu." Abraham bangkit dan ikut mengampiri mereka "Ku kira kalian akan lebih dulu ke hotel dan besok baru ke sini." Mariam menjawabnya "Kami di sini hanya tiga hari jadi kami tidak mau menyia nyiakan waktu kami untuk istirahat. Kemarilah.." abraham mendekat lalu berpelukan "Jangan terlalu menyalahkan diri mu yah, belajarlah menerima kenyataan dan belajarlah juga dari kesalahan, kamu sudah menikah dan tanggung jawab mu juga besar." Abraham tersenyum lalu julius juga ikut memeluknya. Setelah berpelukan mereka kembali duduk ke sofa, untungnya mereka banyak memsan makanan jadi julius dan mariam malam itu makan bersama dengan mereka, abraham senang untungnya ibu dan ayah angkatnya mau datang menemui mereka jika tidak mungkin mereka berdua akan terus menyalahkan diri mereka sediri, dan mereka juga terus menguatkan mereka berdua sehingga abraham kembali bersemangat dan akan terus berjuang untuk melindungi anak dan istrinya dari ancaman Kevin.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2