Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 89.Memasak


__ADS_3

Keesokanya Windi terlambat bangun pagi namun Abraham yg melihat hal itu tidak ingin membangunkanya sama sekalisemalam karna ,sepulang dari rumah sakit Windi tidak bisa tidur sama sekali hinga Abraham yg tidur pukul 1 pagi namun Windi masih berbaring dan sesekali memainkan hpnya,Abraham terbangun dari tidurnya dan menoleh pada sampinya lalu di belai pelan pipi istrinya itu "Ku rasa semalam kamu begadang, sepertinya aku harus bekerja dari rumah lagi." Abraham melihat jam pada jam dindinya "Sudah jam 6:30." Abraham segera turun dari ranjanya lalu segera mandi,Setelah 30 menit Abraham mandi .Abraham keluar dengan badan yg segar lalu segera menganti bajunya dan pada saat ia keluar dari ruang ganti baju jam sudah menunjuk pukul 7.28 lalu ia menoleh pada istrinya "Masih tidur juga".


Abraham menghampiri Windi lalu mencium kening istrinya itu lalu segera keluar dari kamar, Windi terbangun pada pulul 8.32, Windi terkejut tiba tiba terdengan suara dari dalam perutnya "Sepertinya perutku sudah lamapar".Windi turun dari ranjang segera ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan menyikat giginya ,setelah itu segera keluar dari kamar dan masuk dalam lift menuju lantai dua. Sesampai di lantai dua pada saat pintu lift terbuka sudah tercium bau masakan yg begitu harum."Dari baunya sepertinya ini enak..",Windi segera ke dapaur ,tiba tiba langkanya terhenti "Sayang..." Abraham menoleh pada Windi lalu melepas celemek yg ia pakai ,lalu menghampiri Windi.


"Good morning.."Abraham mencium kening istrinya itu lagi "Apa yg kamu lakukan di dapur,apa kamu tidak bekerja??" Abrham tersenyum lalu merangkul istrinya itu ke meja makan "Tentu saja aku sedang memasak dan untuk hari ini aku dirumah, aku sudah meminta Roy untuk membawa berkas kerjaan ku di ruamah".


Windi tersenyum lalu segera duduk di salah satu kursi dan di ikuti Abraham perlahan makanan yg sudah Abraham buat di sajikan di atas meja "Wah kelihatnya enak. Sayang emang apa saja yg kamu masak ini??".


Abraham tersenyum "Aku memasak Rendang,Opor ayam,Ayam goreng,dan Ayam bakar." Windi bingung "Sebanyak ini ,kamu sendiri." Abraham tersenym "Tentu saja tidak, bik ijah dan yg lainya juga membantu. Aku hanya membuat bumbunya dan memasak Rendang. Sekarang coba kamu lihat keluar."


Windi melihat dari dekat kolam terlihat mereka banyak berkumpul dan memgang piring masing masing. "Apa mereka makan di luar??" Abraham menganguk "Aku sudah meminta untuk makan di dalam tapi mereka ngotot makan di luar. "


"Oh..,sekarang aku sudah boleh makan kan??" Abraham tertawa "Tentu saja boleh,kenpa kamu bertanya begitu. Tapi ingat apa kata Dokter semalam untuk tidak berlari apa lagi cepat cepat menuruni tanga, kamu mengerti kan".


Windi menganguk pelan,"Lalu menikmati makananya." Tak lama kemudia Roy datang "Tuan maaf menggangu tapi ada kabar buruk" Windi menoleh pada Roy "Eh kakak Roy sini, ayo makan" Roy menganguk pelan lalu kembali melihat tunya."Roy kamu dengar gak sih aku ngomong, aku bilang duduk makan dulu baru membahas soal kerjaan..".

__ADS_1


"Tapi nona ini..." Windi terlihat memohon pada Roy, dan di belakang Abraham menatap sinis pada Roy.


'Guma Roy'


Mati lah aku...


"Baik nona saya akan duduk."Lalu Windi tersenyum lalu Roy duduk di samping Abraham "Eh kok jauh jauh duduk di sana??". Roy menunduk lalu terlihat tangan tunya sudah mengepal tanganya,Guma Roy


'Oh Tuhan apunilah hamba mu ini...'


Roy berusaha tersenyum "Saya kesini karna bangkunya nyaman nona" Roy berusaha tersenyum pada hal sedang di ancam "Orang bangkunya sama aja.." Roy menoleh pada tuanya memohon bantaun, abraham mengelurkan napas kasar "Sudah lah, ayo kita makan. Buknya kamu sudah lapar sayang??".


********


Setelah sarapan Roy mengikuti Abraham ke ruang kerja sesampai di ruang tengan Abraham segera duduk dan di ikuti Roy yg duduk menghadap tuanya itu "Apa yg ingin kamu bicarakn??"

__ADS_1


Roy mengelurkan hpnya dari sakunya lalu memberiknya pada Abraham dan Pada saat Abraham lihat bertapa terkejutnya ia melihat Artikel tersebut


"Tempat aku menemuka  informasi tentang CEO Bakti Grup." Abraham yg kesal sontak membantikng hp Roy.


'Guma Roy'


Baru saja aku menganti hpku tiga minggu yg lalu , sekarang aku harus membeli lagi. Mentang mentang orang kaya pakai ending banting hp pulak, tapi setidaknya bukan punya ku juga kalik...(Roy berusaha menahan kesedihanya).


Abraham menatap Wajah Roy "Kenapa dengan wajah jelek mu itu, cepat lanjutkan apa yg kamu dapatka  lagi??" Roy kembali berusaha seriusa "Rumah Wnita paruh baya yg memberi tau informasi pada ku saat itu menghilang pada saat peristiwa kebakaran itu hanya di temukan cucu nya yg berusia 5 tahuan dan anak keduanya yg berusia 21 tahun. Jasat mereka di bawa ke RS xxxxxx untuk di lakukan otopsi."


Abraham terlihat sangat marah "Tiadak ada kah sisi tv di sekitar sana??" Roy kembali berbicara "Tempat mereka itu di pingir , dimana tidak ada sama sekali sisitv di sana." Abraham kembali marah dan kali ini meja kaca yg depanya yg di pukul hinga tanganya berdarah.


'Guma Roy'


Seram sekali ,dia menghajar kaca yg bahkan tebanya bisa setebal jempol kaki ku hinga pecah.

__ADS_1


Abraham berdiri dari duduknya"Cari wanita paruh baya itu dan cari tau juga tentang penyebab kebakaran itu. Aku yakin ini ada sangkut pautnya dengan Geng mafia yg lari dari kepolisian Rusia itu dan CEO Bakti Grup."Roy menunduk"Baik tuan". Abraham segera keluar dari ruangan tersebut.


Bersambung ......


__ADS_2