
Tak terasa hari minggu pun tiba kini acara itu pun di mulai banyak tamu yg rata-rata pembisnis yg sangat sukses seperti abraham putra di undang dan mereka di sambut dengan istimewa di sana dan acara itu baru selesai jan 11 malam dan sekarang para tamu sedang menikmati hidangan yg di sedikan sedangkan windi ia menidurkan anak anaknya di sebuah kamar yg memang di sedaikan untuk windi atas permintaan abraham, agar istrinya bisa menyusu anaknya dan di luar di jaga ketat oleh simon dan Zefano serta berberapa bodyguard yg lain untuk mengantisipasi jika ada musih bisnis Abraham yg berniat buruk pada windi dan anak anaknya, kini abraham tengah berbicara dengan berberapa rekan bisnisnya tak lama seorang menghampirinya dan menepuk bahunya sontak abrham menoleh ke belakang dan raut wajahnya seketika berubah dari yg tersenyum kini ia menatapnya dengan kesal, abraham menepis tangan selena "Ada apa lagi.." selena menarik tangan Abraham lagi "Ayo kita bicara.." tiba tiba terdengar salah seorang pembisnis yg memanggil Selena "hello miss selena how are you??.(halo nona selena apa kabar anda??)" Selena tersenyum padanya "I'm fine, I'll excuse you because I need Mr. Abraham.(saya baik, saya permisi dulu karena saya ada perlu dengan tuan abraham.)" Peria itu mengangguk lalu Selena pun menarik abraham, belum jauh abraham sudah melepas paksa tangan selena.
__ADS_1
"Apa mau mu cepat katakan, dan jangan menyentuh ku ." Selena menghela napas pelan "Ada apa dengan mu, kenapa aku tak boleh menyentuh mu dan kenapa kamu tak datang menemui ku waktu itu??" Abraham menatap tajam Selena"Nona selena anda berperilaku terlalu kelewatan dan seharusnya anda tau jika saya sudah menikah dan ada hati yg harus saya jaga. Sebaikanya kita harus menjaga jarak, dan di antara kita ini hanya sebatas kerja sama bisnis jadi anda tak perlu mencampuri kehidupan perbadi saya." Lalu abraham segera berbalik dan pada saat ia akan pergi selena menahan tangannya "Aku suka pada mu dan aku cemburu kamu dekat dengan istimu, seharusnya aku yg ada di samping mu dan bukan gadis itu."abraham melirik ke belakang lalu ia menepis tangan selena "Aku tak peduli dengan ungkapan perasaan mu itu, seharusnya anda malu karna menyatakan perasan pada sorang peria yg sudah beristri." Abraham pun meninggalkanya namun selena tak berhenti sampai situ, ia mengejarnya sampai ke lorong yg menuju kamar windi dan kali ini karna kosong ia memeluk abraham dari belakang dan tanpa mereka sadari seorang mengambio gambar mereka, selena mengeratkan pelukannya "Jika aku tak bisa jadi yg pertama di hati ku maka jadikan lah aku yg kedua." Abraham melepas paksa pelukamn selena dengan kasar hinga wanita itu merasa sakit pada tanganya, kali ini abraham sudah tak bisa menahan emosinya.
__ADS_1
"Jangan ganggu ketentraman kelurga ku sudah cukup sekali istri ku sakit karna mu, pergilah sejauh mungkin dari kehidupan ku dan keluarga ku. Karna ku tak mau melihat wajah mu, aku muak dengan kata kata mu, sudah cukup aku bersabar menghadapi mu dan sekarang pergilah dari hadapan ku jika tidak aku mungkin akam memutus kerja sama kita yg sudah di bangun sejak lama, kamu mengerti !!." Selena membeku mendengar perkataan abraham tiba tiba seorang memanggil abrahm "Sayang.." abraham menoleh ke belakang lalu menghampiri windi dan seketika nada bicaranya berubah "Sayang kenapa keluar, bagai mana anak-anak kita??" Windi belum bicara pada saat ia menoleh ke belakang selena sudah pergi, sepertinya wanita itu kecewa dengan jawabn abraham lalu windi menatap suaminya lagi "Sepertinya kamu terlau kasar padanya sayang.." abraham menggeleng "Tidak dia memang seharusnya tau apa yg aku pikirkan mengenainya agar dia tidak terus mengganggu keluarga kita, wania itu juga memeliki niatan buruh dia bahkan meminta ku untuk menjadikanya orang kedua." Windi yg mendengar hal itu terkejut "Lalu kamu menerimanya??" Abraham tersenyum dan menggeleng "Satu-satunya wanita yg ku cinta di dunia ini sekarang hanya kamu seorang." Windi memeluk suaminya lalu abraham pun membelai rambut istrinya pelan "Ayo kita pulang." Windi mengangguk lalu mereka pun kemabli pulang.
__ADS_1
Benar saja setelah adegan itu berakhir baru mereka kembali menolehke layar TV dan windi pun mengelus dadanya pelan "Untung saja sudah selesai, ceweknya begitu ganas membuat ku tak mau melihatnya." Abraham tersenyum "Kayak kamu gak ganas aja.." windi memukul suaminya "Aku mana ganas, kamu lah yg ganas. Tapi kenapa kamu ikut meamlingkan wajahmu bukanya cowok suka sama adegan gitu." Abraham tersem "Suka sih suka, tapi kalok di tonton doang gak enak, harusnya ikut main juga begitu, emang kamu mau kita main begitu sambil menonton??" Windi terkejut"Gila mana ada orang begituaan sambil nonton." Wajah windi memerah sedangkan abraham senang karna berhasil menggoda istrinya lalu ia merangkul tubuh istrinya mendekat "Sudah-sudah, ayo kita selesaikan menontonya ." Lalu mereka lanjut menonton tiba-tiba sebuah pesan masuk pada hp abraham dan peria itu segera mengambil hpnya dari sakunya dan pada saat pesan itu di buka "Tuan, kami sudah mengemukan peria yg mengambil gambar itu." Lalu abraham membalasnya "Tugulah sebentar, ku akan segera ke sana." Setelah membalas pesan itu ia kembali fokus pada film yg ia tonton.
__ADS_1
Betsambung.....
__ADS_1