
Di ruangan itu abraham yg sudah kesal terus menghajar jeri hingga babak belur namun ia sama sekali tak peduli dengan keberadaan mario yang ia mau sekarang peria itu mendapt ibasnya namun mario yg melihat hal itu menjadi iba pada Jeri jadi ia menahan tangan abraham yg akan kembali menghajarnya "Tuan sudah, dia nanti mati." Abraham mengurungkan niatnya untuk memukul jeri dan menatap tajam peria itu "Untuk saat ini aku akan membiarkan mu hidup namun jika kamu menghianati ku untuk yg ke dua kali mungkin aku takan segan segan untuk kembunuh mu." Abraham keluar dari ruangan itu sedamgkan mario membantu Jeri bangkit "Pealan pelan.." setelah berdiri ia memapahnya keluar dan di luar rupanya simon, dan Zefano sudah menunggu di luar dan mereka begitu terkejut dengan wajah jeri yg babak belur "Apa yg terjadi pada Jeri.." mario belum mau memberi tau dan hannya menjawab mereka "Akan aku katakan tapi sebaiknya kita bawa dulu ke rumah sakit ." Simon mengangguk sedangkan Zefano membantu Mario memapah Jeri keluar dan gumanya dalam hati 'Apa yg terjadi sebenarnya, kenapa tuan abraham begitu marah pada Jeri , apa mungkin ada sesuatu hal yg besar yg di tutupi oleh jeri dan baru saja di ketahui tuan sehingga membuatnya marah.' Setelah sampai di luar mereka memasukan Jeri ke dalam mobil lalu segera membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
Setelah kejadian itu abraham berapa hari ini tal pernah menghubungi mereka, dan jika ada berapa dari mereka yg datang melapor di kantornya langsung dan responya hannya bisa saja dan tiap malam ia juga terus meminta jatahnya pada windi, awalnya gadis itu mengira ini semua normal namun setelah cukup lama ia akhirnya sadar jika ada yg tak beres darinya dan ia pun mulai bertannya pada Simon apa yg sebenarnya terjadi,di saat mereka akan pergi berbelanja perlengkapan anak anak, windi sengaja bertanya ketika masih di jalan "Simon apa yg terjadi pada tuan mu, sifatnya tak seperti bisanya ia lebih agresif." Simon berusaha menutupi apa yg terjadi dengan tersenyum "Astaga nona agresif bagai mana, mungkin nona saja yg merasa tuan agresif karna sebagi istrintya bukan kah kata nona jika tuan dan nona berencana untuk punnya momongan lagi jadi hal itu biasa nona." Jawaban Simon seketika membuat windi malu mungkin apa yg ia kataksan benar tapi entah kenapa jawaban itu sama sekali tak membuatnya puas "dan windi kembali berbicara "Ya, memang ia agresif seperti itu karna kami sedang program untuk punya anak lagi tapi maksud ku juga kenapa setiap ada pangilan telfon dari mau , Zefano dan mario hingga jeri ia selalu tak mau menjawabnya dan bahkan tadi pagi saat kamu menemuinya wajahnya terlihat datar sekali."
__ADS_1
Simon terdiam ia sejenak berbicara dalam hatinya 'apa yg harus aku katakan, apa kah ketika nanti aku jujur nona bisa membantu jeri meminta maaf pada tuan.' Karna somon lama merespon mereka hampir menabrak kucing yg etah kenapa ia menyebrang dari seberang jalan sontak windi memukul Simon "Simon awas ada kucing." Sontak simon menekan rem mobil dan untungnya kucing itu bisa selamat dan akhirnya simon bisa bernapas lega "Untung saja." Sedangkan windi pun kembali memukul bahu dimon "Astaga simon, lain kali jangan bengong kalok lagi mengendarai mobil, untung hanya kucing kalok orang kamu bisa apa hah."simon merasa bersalah "Maafkan saya nona." Dan mobil itu kembali berjalan dan windi kembali bertanya "Apa yg sebenarnya terjadi pada mu, kenapa kamu seperti ini??" Simon akhirnya jujur dan menjelaskannya pada windi dengan fersinya dan kisah itu hanya menjelaskan jika abraham marah pada Jeri karna menghianatinya dan mereka juga terkena imbasnya, abraham tak percaya lagi pada mereka dan mengira mereka sama saja. Seteh mendengar ceri itu akhirnya windi paham "Oh jadi masalahnya seperti itu, baiklah aku akan bicra padanya untuk meluruskan masalah ini, tapi nanti setelah pulang panggil jeri ke rumah ku, aku mau bicara denganya juga." Simon mengangguk.
__ADS_1
"Tapi kamu sama sekali tak berusaha, jika kamu tak mau berjuang mendekatinya dan minta maaf maka masalah ini juga takan selesai dan mungkin selamanya kalian takan bisa berbicara dengan tuan kalian apa kamu tau imbas dari perbuatan mu sampai pada teman mu." Jeri yg mendengar hal itu terkejut sontak menoleh pada simon ia tak tau jika temannya juga mengalami hal sama sepertinya, lalu windi kembali berbicara "Suami ku bahkan kehilangan kepercayaan pada kalian, ia kecewa pada kalian dan hari ini aku akan mencoba membantu kalian." Jeri dan simon yg mendengar hal itu terkejut karna mereka tak menyangka jika nonanya akan mau membantu mereka "Apa nona.." windi kembali berbicara "Aku akan buicara pada suami ku, aku harap setelah dia menemui mu kamu juga harus segera meminta maaf padanya." Jeri merasa terharu dan mulai menangis "Terima kasih nona karna mau membantu ku hik.., aku akan berjanji untuk tidak akan mengulagi hal ini lagi." Windi menarik Jeri ke dalam pelukannya dan karan peria itu cukup tinggi jadi ia sedikit harus berjinjit untuk menayamakan tubuhnya dengan tubuh jeri "Iya tak masalah, namun lain kali jangan pernah membuat abraham kecewa lagi, dia sudah cukup tersiksa setelah kehilangan anaknya." Jeri meanjawabnya "Ya nona, aku bersumpah takan melakukanya lagi dana akan memperbaiki kesalahanku hik.." simon sedikit tenang untungnya nonanya bisa membantu mereka menyelesaikan masalah ini.
__ADS_1
Bersambung.....
__ADS_1