Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 225.Bunuh diri


__ADS_3

Setelah filem selesai abaham bagkit dari duduknya lau mengambil jaketnya yg ada di atas meja dan windi yg melihat hal itu jadi bertanya"Sayang mau ke mana??" Abrahm menoleh ke arah istrinya sebentar "Aku mau ke luar sebentar, jika kamu butuh sesuatu pangil saja Roy karna dia ada di luar." Windi mengangguk "Baiklah, hati hati nanti dan jangan pulang larut aku gak mau sendirian." Abraham mengangguk lalu segera keluar dari kamar ia menoleh pada roy yg sedang berada di ruang tamu sambil mengetik sesuatu di leptopnya "Roy, jaga istri dan anak ku. Jangan biarkan mereka keluar dari hotel sebelum aku kemabli." Roy sontak berdiri dan menjawab tuannya "Baik tuan." Lalu abraham segera pergi sedangkan Roy mengelus dadanya pelan karna ia terkejut ketika abraham berbicara tadi "Hampir saja jantungkau mau terlepas dari tempatnya." Roy berpikir kenapa tuannya keluar "Tuan keluar umtuk apa??" Roy memutuskan untuk membuka hpnya dan rupanya Simon mengirim pesan untuknya 'Siap siaga, kami berhasil menagkap sorang anak bauah dari Kevin, kemungkinan mereka juga ada di antara wartawan dan para kariawan hotel jadi berhati hatilah.' Roy yg membaca pesan itu begitu terkejut "Apa.." Roy berjaln ke luar lalu mengintip dari celah pintu para Bodyguard abraham masih ada di luar lalu ia membuka pintu dan menatap mereka "Dua orang masuk ke dalam sisanya tetap berjaga, lalu dua orang bodyguard pun masuk dan sisanya tetap berjaga di luar.

__ADS_1


Sedangkan abraham keluar dari hotel melalui pintu belakang hotel dan di sana Simon sudah menunggunya lalu abraham melirik sekitar sebentar setelah itu ia masuk lalu mobil itu pun mulai berjalan  "Bagai mana situasinya sekarang apa sudah ada yg mendekat??" Simon mengeleng "Sejauh ini tak ada tuan sepertinya mereka tak peduli dengan salah seorang yg kita tangap ini, kemungkinan mereka ada banyak dan bisa jadi ada di atara para wartawan itu serta setaf hotel dan dia sepertinya anak buah dari kevin." Abraham terlihat kesal mendengarnya, sesampai di sebuah hotel merela masuk dan menuju sebuah kamar hotel tempat peria itu di sekap dan di sana juga di jaga oleh berapa Bodyguard abraham dan pada saat masuk terlihat peria itu yg duduk di sebuah kursi dengan tangan dan kaki yg di ikat pada kursi dan ia sepertinya tak sadarkan diri dan Zefano yg duduk di hadapanya "Zefano apa kamu dapat informasi mengenai keberadaan mereka di mana??" Zefano menggeleng "Tapi tuan kemungkinan tuannya juga saat ini berada di Bangkok." Abraham tersenyum kecut "Bagai mana dengan motifnya mengambil gambar dan menyebarkan rumur yg tidak benar itu ." Zefano menajwab "Dia hanya bilang jika tuan mengambil barang yg seharusnya tuanya miliki, dan tuan jugs tidak pantas memilikinya." Abraham memikirkan perkatan peria itu hingga ia teringar kevin yg pernah mengirim pedan pada istrinya kemungkinan 'barang' yg di maksud peria ini adalah 'Istrinya.' Abraham terdiam dan kembali berpikir 'Dia tak mungkin tertarik pada sesorang jika tidak pernah bertemu dengannya, begitu pada saat dia masa lalu. Tapi apa kah mungkin ia pernah bertemu istriku tapi di mana kenaps aku tak tau, jadi selama ini ia menginginkan istri ku!.'

__ADS_1


Simon pun menebak "Mungkin saja bisnis tuan, bukanya dulu juga seperti itu ia pernah menyerang kita karna tak senang dengan bisnis tuan abrahm yg semakin berkembang." Zefano mengangguk "Mungkin saja, tapi itu sudah lama terjadi  ku kira dia sudah menyerah untuk menggangu kita tapi rupanya dia malah kembali melakukannya dan kali ini kasusnya karna barang." Abrham menjawabnya "Barang yg ia maksud bukan bisnis, sekejam-kejamnya aku jika di banding dia, dia lebih kejam dari aku mungkin aku bisa melihat seorang sebagi manusia sedangkan dia menatap manusia itu hanya sebuah barang karna pikiranya itu sudah di cuci, semalam aku mendapat pesan dari seorang anak buah pak burhan ia mengatakan jika kevin itu sorang korban experimen sebuah kelompok mafia yag pada saat di tangkap ada banyak anak yg di temukan di markas mereka salah satunya Kevin yg saat itu berusia 5 tahun dan rata rata anak anak yg di temukan di sana hampir semuanya sering keluar masuk penjara karna kasus kekerasan dan pembunuhan dan bahkan di mata mereka manusia itu hanya brang dan hanya Kevin di antara semua anak itu yg menjadi orang sukses, kemungkinan besar Exprimen mereka yg berhasil itu lah Kevin."

__ADS_1


Di sebuah kamar hotel selena duduk di sofa dan di hadapnnya terdapat seorang peria yg tidak asing untuknya "Apa maksud mu menyebarkan foto ku dan abraham putra??" kevin tersenyum "Bukankah kamu menyukai dia, seharusnya kamu senag dan berterima kasih pada ku karna menyebarkan foto itu dan kita di untungkan dengan hal ini." Selena menjawabnya dengan kesal "Untung dari mana aku malah jadi omongan, lagi pula aku juga tidak menyukainya." Kevin tersenyum "Benarkah, apa aku perlu kemutar rekaman suara mu dengan sekertaris mu yg mengatkan jika kamu tak mau ke hotel dan mau menunghu abraham di pintu keluar bandara dan juga kenapa kamu harus berbohong di hadapanya jika orang yg kamu suka itu Roy dan bukan abraham."selena terkejut "Apa mau mu sebenarnya.." kevin tersenyum "Keinginam ku simpel saja, aku mau minta kerja sama mu untuk membantu ku memisahkan mereka." Selena terkejut "Apa kamu menginginkan gadis itu." Kevin tersenyum "Ya, jadi jetika kita berhasil memisahkan mereka maka aku akan mencuci otak mereka setelah itu kamu mau bersama abrham aku tak masalah karna yg aku inginkan hanya istrinya." Selena berpikir sejenak lalu berguma dalam hati 'Apa aku harus bekerja sama denganya, tapi kemungkinam  berhasilnya pasti keci tapi aku sangat menginginkan abraham jadi apa pun caranya akan kau lakukan.' Ia mengangguk "Baiklah aku setuju." Lalu ia menyodorkan tangannya lalu di terima oleh kevin lalu mereka pun berjabat tangan.

__ADS_1


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2