Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 256.End..


__ADS_3

Berapa jam berlalu windi begitu hawatir pada abraham ia tak hentingnya mondar mandir dari hadapan para pelayannya itu sedangkan simon dan keristin sudah berusaha menenangkannya hingga ia merasa sakit pada perutanya yg membuat ia berhenti berjalan "Ah..., sakit.." windi jatuh ke lantai sedangkan orang orang yang ada di sana sontak panik, begitu juga simon dan keristin yang di dekatnya "Ada apa nona.." windi memegang perutnya "Perut ku sakit..." simon mulai panik lalu bik ijah datang dan langsung memegang perut windi untuk memijatnya namun ketika tanganya menyentuh perut windi ia merasakan perut nonanya yg sedikit keras , ia terlihat terkejut lalu menatap simon "Simon cepat beri tau tuan jika nona dalam bahaya kita harus segera ke rumah sakit." Simon terkejut "Apa.." lalu simon pun mulai memberi kabar pada tuannya dengan HT miliknya"A2..ini simon." Abraham yg sedang menembak mendapat pesan dari simon "Sial.." sedangkan di sebelahnya ada Roy yang terlihat kaku dalam menembak, hingga terdengar suara tembakan yang mendekat padanya namun peluru Roy sudah habis, sontak Abraham menarik simon dan berlindung di sisi tembok "Dasar payah, apa kamu cari mati.."roy langsung menjawab tuannya "Maaf tuan." Abraham memberikan pistolnya pad Roy lalu ia menerima pesan dari Simon "Ya ini A2, bagai mana kondisi..."simon menjawabnya dengan panik "Nona merasa sakit pada perutnya tuan." Abraham yg mendengar hal itu sontak terkejut namun kondisinya ia saat ini sedang tidak baik.


Ia menjawabnya "Baiklah, keluar dari jalan rahasia, aku harap burhan sudah selesai mengurus yang ada di luar." Sinon menjawabnya "Baik tuan..." lalu simon menatap sekitar "Yang lain tetap di sini, aku dan bik ijah akan pergi mengntar nona dan jangan ada yang keluar karna di luar masih ada musuh." Keristin yang mendengar hal itu terkejut "Tapi bagai mana dengan nona??"simon menjawabnya "Nona harus segera mendapat penanganan medis dan kita harus bisa mengambil resiko, kamu jaga saja tuan muda kecin baik baik di sini." Keristin terdiam lalu Simon mengangkat windi dan baik ijah pun mengikutinya dan mereka keluar dari sebuah pintu yang hanya bida di buka oleh orang tertentu saja dan dia sana mereka masuk ke dalam sebuah lift lalu lift itu naik ke atas dan berhenti di parkiran mobil, Simon mengendap endap hanya uantuk menaiki mobilnya untungnya tak ada lagi musuh di sana karna sepertinya mereka semua sudah tiada namun bau darah dari mereka membuat windi merasa mual ,Simon mulai panik lagi "Bertahan lah nona sebentar lagi nona." Mereka masuk ke dalam mobil lalu simon melajukan mobilnya ke luar untungnya ia punnya remot yang dapat membuka pintu itu jadi pintu itu pun terbuka dan simon tanpa aba aba melajukan mobilnya, untungnya Burhan dapat meliat mobil simon dari atas sana jadi ia pun langsung memerintahkan anak buahnya uantuk mengecoh kevin agar tak bertemu mereka dan hal itu berhasil jadi Simon berhasil keluar dengan selamat dan langsung mengantar noanya ke rumah sakit.

__ADS_1


Sedangkan abraham ia kembali mengambil pistolnya lalu mulai menembak ke arah suara tembakan untungnya suara tembakan itu perlahan menghilang dan abraham serta Roy saling menatap satu sama lain dan berbicara dengan suara kecil "Apa sudah selesai.." Roy menjawab "Mungkin.." pada saat ia akan pergi tiba tiba Abraham mendengar suara jejak kaki yang menginjak serpihan kaca sontak ia menahan Roy "Jangan keluar, biat aku saja yang keluar."Roy mengangguk lalu abraham melirik ke luar dan ia di kejutkan dengn Loren yang ada di hadapannya dan peria itu langsung menarik pakayanya dan sempat terjadi perkelahian atara Abraham dan Loren "Aku akan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak tuan ku dari mu walu harus mempertaruhkan nyawa ku." Abraham tersenyum"Seorang peretas handal dan petarung yang kuat, tapi sayangnya kamu masih saja bodoh.." tiba tiba dari belakang sebuah tembakan mengenai punggung loren namun peria itu masih bisa bergerak namun abraham menendang kepalanya yang membuatnya langsung jatuh pingsan "Kerja bagus Roy.." roy mengangguk lalu abraham memberikan informasi pada Mario "A1.. posisi.." mario menjawab "Sudah.." lalu abaham kembali bertanya pada Zefano "A3 bagai mana posisi.." zefano menjawab "Aman.." abraham akhirnya bisa bernapas lega lalu berguma dalam hati "Sekarang tainggal burhan dan Jeri saja."


Di laur Kini kevin terkepung dan peria itu mulai kehilangan persedian peluru "Sial aku terkepung." Tak lama terdengar suara tembakan lalu kevin mulai menembak ke arah sumber tembakan, tanpa ia sadar dari belakang seorang langsung menahan kedua tanganya lalu memborgolnya dan wajah peria itu terlihat tertutup masker sedangkan kevin berusaha memberontak namun peria itu terlihat santai saja dan bahkan ia duduk di atasnya dan mulai menelfon seseorang sambil membuka penutup wajahnya "Halo, tugas ku sudah selesai, apa sekarang aku sudah boleh membuat pakayan lagi..." jojo dengan santainya membuka satu buah permen tusuk, dan terengar jawaban Burhan "Tentu saja bolah nak, bagai mana apa kamu sudah bertemu deangan adik mu." Jojo menjawabnya "Pah, aku ke sini untuk mencari ketenangan agar bisa fokus mendesain baju bukanya cari berisik dengan menemui dia, entah kenapa bisa aku puna adik yang berisik seperti itu, memang papah pungun dari mana dia dulu." Burhan tertawa "Hahaha, sudahlah cepat pulang jika tugas mu sudah selesai pulanglah." Jojo menjawabnya "Ya." Lalu panggilan itu pun berakhir sedangkan  kevin terus kengoceh agar jojo mau melepasnya, bukannya di lepas jojo malah memukulnya dangan senapan miliknya pelan hianga pingsan "Berisik.."

__ADS_1


"Nona.." windi menoleh ke arah mereka, entak apa yang ia katakan pada josua tiba tiba ekspresi jousua terkejut karna ia baru tau jika wanita yang ia suka rupanya sudah menikah dan bahkan peria yang menjadi Suaminya rupanya adalah Abraham putra yang sudah dia anggap om sendiri,lalu windi berjalan menghampi abraham lalu langsung memeluknya "Syukurlah kamu baik baik saja.."Abraham tersenyum "ya." Windi manatapa suaminya dan wajah yang bahagia "Anak-anak mana??" Abraham menjawan "Masih di mobil, karna mereka tadi tudur jadi Keristin yang jaga di sana." Windi tersenyum bahagia karna suaminya baik baik saja sedangkan abraham mulai mempererat pelukanya,Sontak windi mendorong suamainya dan pelukan itu terlepas lalu abraham menatap bingung istrinya "Ada apa sayang." Windi kenatap sebel suaminya "Jangan kuat-kuat, nanti baby yang ada di perut kesakitan lo." Abraham yang mendengar hal itu begitu terkejut bercampur bahagia "Kamu hamil sayang.." windi tersenyum dan mengangguk, abraham menitihkan air matanya lalu memeluk kembali istrinya dan mereka berdua saling menangis karna terharu akahirnya tuhan kembali memberi kesempatan pada mereka untuk mendapat momongan lagi. Sejak saat itu sudah tak ada lagi masalah yang menerpa pasangan ini dan bahkan mereka hidup bahagia dengan anak anak mereka hingga tua dan kisah cinta mereka menjadi panutan anak anak mereka kedepannya agar selalu sabar dalam menjalani hidup dan saling percaya serta komunikasi yang baik kunci keluarga yang bahagia, hingga maut memisahkan mereka di usia pernikahan mereka yang sudah menginjak 60 tahun dan mereka tiada di satu rungan yang sama di rumah sakit yang sama dan di waktu yang tidak jauh hanya beda yaitu 5 menit dan mereka meaninggalkan 5 orang anak serta menantu dan cucu cucu mereka.Di pertemukan hanya karna ketidak sengajaan dan di satukan olah kontrak dan berakhir bahagia.


End.....

__ADS_1


terima kasih karna sudah mau membaca cerita autor🙏🏻, walau awal-awal autor buat cerita ini hanya untuk menyalurkan imajinasi autor dan tak manyangka bisa sampai seperti sekarang, terima kasih untuk para pembaca setia Kontrak Nikah Dengan CEO tampan 🙏🏻dan terima kasih karna sudah menemani autor dalam menulis kisah🙏🏻, berkat kalian autor bisa kembali mendapat semangat hidup dan sudah lama Novel ini mau autor Tamtkan, dan autor berapa kalia menangis😭 namun sekarang autor sudah kuat untuk melepas novel pertama autor yang penuh kisah pilu di dalamnya 😢dan sedikit info karakter windi yang bodoh autor ambil dari sifat autor yang begitu bodoh dan mudah di manfaatkan sedangkan karakter abraham adalah karakter peria impian yang selalu autor hayalkan , walau tak bisa mendapat orang seperti abraham setidaknya autor bisa menulis kisah tentangnya.Jika ada salah salah kata autor mohon maaf dan terima kasih atas dukunganya "Dōmo arigatōgozaimasu"🙏🏻✨☺


__ADS_2