
Setelah cukup lama menunggu di ruang tamu akhirnya mereka datang dan windi mengunakan slip dress sedangkan Abraham mengunakan buju lengan pendek berwarna putih serta celana Cropped pants berwarna hitam. Mereka bersama-sama menuruni tangga dengan tangan yg saling bergandengan namun pandangan Eli tertuju pada Windi yg terlihat cantik di malam hari, apalagi pakianya sexsi yg ia pakai menambah kesan menawan windi, sesampai di bawah windi manatp suaminya "Sayang apa kamu lapar??" Abraham menjawab "ya, kami beri tau saja pada Simon , ia akan memberi tau waiternya untuk segera membawa makanan?? ." Windi mengganguk lalu berjalan keluar sedangan Abraham langsung duduk di depan sahabtanya itu, Eli dari tadi hanya melihat windi hinga wanita itu kuar kepalanya terus menoleh pada pintu rumah, Abaraham yg kesal langsung berbicara "Apa kamu kesini hanya datang untuk melihat istri ku saja???" Ia dengan santai menjawab "Ya.." abraham yg kedal "Keluar..." Eli menoleh pada sahabtnya itu "Apa??" Abaraham kembali bicara "Keluar sebelum aku meminta para Bodyguad ku menyeret mau keluar."
Tak lama kemudian windi datang dan langsung duduk di samping suaminya sambil menyenderkan kepalanya di pundak suaminya dan meminkan hpnya, sebuah kaliamat tak terduga keluar dari mulut Eli "Cantik...." sontak Windi berhenti memainkan hpnya lalu menatap suaminya "Dia ngomong sama siapa??" Abraham menjawab "Jangan pedulikan orang gila ini sayang." Eli yg tak terima dengan perkataan Abraham membalas "Aku tidak gila, istri mu mamang cantik dan aku suka padanya." Windi malah tertawa mendenar perkataan Eli "Sudah dewasa, pemikiran masih lugu. Kamu mengingatkan ku pada anak SD yg pacaran padahal baru pertama kali ketemu." Eli bukanya tersinggung malah semakin jatuhati pada windi "Ya kamu benar, aku mau menjadi pria kedua yg menduduki hati mu. " abraham sebenarnya kesal dan pada saat dia akan membalas perkataan Eli windi langsung menutup mulutnya dan menjawab Eli "Maaf tapi anda bukan tipe saya, saya gak suka pria yg kepedean seperti anda dan ceplas-ceplos seperti anda. Saya oranya setia untuk satu orang dan takan berpalaing." Abraham yg mendengar hal itu begitu bahgia , ternyata istrinya sangt mencintainya.
__ADS_1
Eli menjawab "Apa kamu tak takut di masa depan jika suatu saat suami mu ini akan mencintai wanita lain." dan windi dengan santai menjawab "Di mungkin menghiyanati ku tapi aku takan menghiyanatinya . Tapi selama aku tinggal bersamanya walau belum terhitung lama tapi aku percaya dia hanya mencintai aku seorang." Abraham tersenyum mendengar perkataan istrinya, berbeda dengan Eli dengan santai menjawab "Aku tak peduli seberapa cintanya kamu padanya, tapi cinta ku pada mu takan pernah berubah." Windi sangat kesal buatnya karna sudah berapa kali ia berusaha membuat peria itu menyerah tapi dia malah semakin bersemangat. Tak tak lama kemudai ada berberapa pelayan datang dan menghidangkan makanan di meja malan dan windi langsung pergi ke meja makan karna ia merasa muak dengan Eli "Dasar peria aneh, ia membuat ku merasa jengkel."
Abraham bangun dari duduknya "Kamu tetap di sini, aku akan memangil bodyguard ku di luar untuk menyeret mu keluar." Eli bukanya takut malah dengan santainya berbicara "Tidak kah kamu mau menawar ku untuk makan malam bersama kalian??" Abraham seketika menghentikan gerakanya lalu menoleh pada Eli "Apa kamu sudah gila, datang hanya untuk melihat istri orang dan dengan senakanya meminta di berimakan, sana kamu pergi cari makan diluar sana, ayah mu tak mungkin memberi jajan sedikit pada mu." Abraham menghampiri windi yg sudah duduk menungunya di meja makan, kali ini mereka duduk berhadapan tiba-tiba Eli yg seperti orang tuli bukanya pergi ia malah menghampiri Abraham di meja makan lalu duduk di sampinya.
__ADS_1
Windi terdiam ia menatap suaminya untuk menacari penjelasan kenapa peria gila itu ikut juga makan malam betsama mereka. Abraham menghela napas pelan "Jika saja ayah mu bukan orang baik yg selalu membantu ku mungkin kamu sudah dari tadi ku seret pakasa." Windi menatap suanya "Sayang udah gak papa. Dan untuk kamu sehabis makan langsung pulang saja karana kami juga butuh istirahat." Eli tersenyum menatap Windi sepeti sosok Abraham yg berada di sampinya itu tak pernah ada "Tidak bisa kah aku menginap di sini?" Abraham menajwab "Gak bisa, tempat ini tak menerima peria aneh yg tiba-tiba menyatakn persanya pada istri orang, sudah di tolak masih aja ngotot." Eli masih tak mempedulikam Abraham dan tangan peria itu sudah mengepal dan sudah bersiap untuk menghajarnya namun istrinya meanatapnya "Sayang kamu duduk di samping ku saja."
Di dalam kamar Windi membaringkan tubuhnya yg sangat kenyang sambil mengelus-elus perut buncitnya itu di samping suaminya "Untung saja peria aneh tadi menepati janjinya, aku sedikit takut ketika dia tak henti melihat ku tadi." Abraham menatap istrinya "Tenang saja sayang dia takan bisa masuk ke villa atau mendekat pada mu lagi aku berjanji." Windi penasaran apa hubungan Abraham dan Eli "Apa hubunagan mu dengan Eli sebenarnya, sepertinya kalin sangat dekat." Abaham menjawab "Kami dekat karna ayahnya adalah salah satu Investor ku nama ayahnya julius dan ibunya Maria, mereka sudah menggangap ku anak mereka sendiri karna aku selalu bermain ke sana ketika di Wosington dan bisa di bilang aku anak angkat mereka." Windi menajwab "Lalu bagai mana bisa kamu ikut-ikutan dia main perempuan??" Abraham berpikir "Mungkin karna aku saat itu berusia 28 tahun saat itu sudah mulai mengginkan kehangatan dari wanita jadi aku di ajaknya ke klup malam."
__ADS_1
Tak lama kemudian terjadi keheningan hingga windi kembali membuka pembicaraan "Aku merasa perut ku sangat besar, ketika kita melakukan cake up waktu itu aku melihat wanita yg hamil 4 bulan tak sebesar milik ku, sepertinya mereka yg berada di dalam ku sangat besar." Abraham tersenyum lalu mengelus perut istrinya "Itu karna anak kita seperti saat aku dulu, dulu mama ku pernah cerita katanya aku terlahir 4,5 kg dan tinggi ku 55cm, karna memang keturuan dari papa ku mungkin anak kita akan seperti itu." Windi menjawab "Apa tidak papa aku nanti melahirkan normal saja??" Abraham menajawab "Gak papa orang pangul mu luas kok dari wanita rata-rata ." Windi mencubit hudung suaminya "Dasar kesum." Abraham tertawa dan malam itu mereka habiskan untuk bercerita.
Bersambung.....
__ADS_1