
Malamnya abraham pulang lebih lambat karna ia harus pergi ke sesuatu tempat dulu namun ia tiba tiba di kejutkan ketika windi tiba tiba berlari dari ruang tamu dan langsung memeluknya sontak abraham sedikit terkejut dan terjadilah keheningan namun windi tak mau bicara sama sekali hingga abraham membalas pelukannya lalu dan mencium puncak rambut istrinya itu, aku pulang sayang." Windi tidak membalas ia justru mengeratkan pelukanya sedangkan abraham sedikit tersenyum "Loh, suaminya kasih salam itu di balas dong, kok malah diam aja." Windi meangkat wajahnya menghadap atas dan mata mereka saling menatap satu sama lain serta matanya yang berkaca kaca abraham tersenyum lalu mengecup bibir istrinya "Maaf kan aku mengenai masalah waktu itu." Windi akhirnya menjawabnya namun wanita itu kemabli lagi memeluknya "Aku cemburu..." satu kata itu yg membuat abraham terkejut lalu windi kembali berbicara "Aku cemburu kamu mencium wanita lain." Abraham mengeratkan pelukannya "Maaf, aku berjanji untuk takan melakukannya lagi." Windi meneteskan air matanya "Jangan tinggalkan aku.." abraham menjawabnya "Takan pernak, sampai kapan pun orang yag aku cinta hanya kamu." Abraham melepas pelukannya lalu mengeluarkan sebuah cincin emas "Cincin apa ini?" abraham tersenyum "Ini cincin pernikahan mendiang nenek buyut ku yang pernah di gunakan tiap generasi ke generasi keluarga Putra, dari nenek ku hinga ibu ku dan sekarang kamulah yang akan memakainya karan kamu adalah nona keluarga Putra." windi bahagia walau hanya cincin mas bisa namun artinya begitu istimewa "Terima kasih." windi kembali memeluk abraham, pria itu bahagia karan cincin itu cukup untuk di jari istrinya yang mungil itu.
Malamnya pada saat windi tidur abraham terus menatap wajah cantiknya ia membelai pipi windi pelan "Entah kenapa menatap wajah mu tak pernah membuat ku bosan."ia teringat apa yg menjadi permasalahan mereka "Apa aku harus memafkan mereka." Ia terdiam sejenak memikirkan perkataanya tadi namun ketika menggingat masalah yg terjadi padanya dan istrinya,mungkin tak ada salahnya ia memafkan jeri dan meminta peria itu mempertangung jawabkan kesalahnnya "Mungkin aku akan memaafkannya, jika dia mau mempertanggung jawabkan semua kesalahan yg telah ia lakukan." Setelah mengatakan itu ia kembali tidur namun kali ini ia memeluk istrinya itu erat dan langsung tertidur. Besoknya ia pergi ke markas mereka dan ia juga meminta Jeri untuk datang ke ruanganya karna ia akan berbicara empat mata dengan peria itu, dan setelah jeri masuk abraham dapat melihat perubahan peria itu walau hanya seminggu ia terlihat tak bertenaga dan bibirnya terlihat pucat, abraham lebih dulu berbicara "Apa kamu tau kenapa aku memangil mu di sini." Jeri menjawabnya "Anda mau menghukum saya." Abraham tersenyum "Menghukum mu setelah apa yg kamu lakukan pada keluarga ku, kamu kira itu cukup!." Jeri terdiam lalu abraham kembali berbicara "Karna kebaikan istri ku, ia meminta ku untuk memafkan mu saja tapi..." jeri terkejut dengan kata 'Tapi' itu dan abraham menatap matanya "angkat kepala mu!." Jeri mengangkat kepalanya dan menatap tuanya "Tapi kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu, karna hanya itu yg aku mau sisanya jika kamu mau bertahan aku tak masalah namun jika kamu mau berhenti juga aku tak masalah , kamu mengerti kan." Jeri terharu mendengar perkataan Abraham lalu peria itu berterima kasih pada abrham dengan mata yg berkaca kaca.
__ADS_1
"Terima kasih tuan, atas kesempatan yg telah anda berikan pada saya setelah semua kesalhan yg telah saya lakukan pada anda senginga ada harus kehilagan..." belum sempat Jeri berbicara abraham menjawabnya "Jangan beebicara lagi, sekarang kamu keluar, aku masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan bukan hanya mengurus kamu yg sudah besat itu." Jeri mengangguk "Baik tuan, saya permisi.." lalu jeri segera pergi sedangkan abraham ia kembali bekerja. Di luar simon, Zefano, Mario dan Roy yg tadi mengantar abraham mulai menatap dia "Bagai mana" Jeri menangis lalu menjawab mereka "Aku tak jadi di hukum dan tuan juga memberika kesempatan baru untuk ku hik..." mereka semua yg mendengar hal itu begitu senang lalu memeluknya "dan mereka terlihat gembira karna mereka akan terus bersama sedangkan Mario hannya meliaht 4 orang anak muda itu yg terlihat gembira itu sambil tersenyum bahagia.
Flesbek off
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Kevin yang tak mendapat kode dari lore mulai tak bis menahan emosinya ia melempar HTnya "Sial kami kehilangan kontak." Tiba tiba seorang peria berlari mendekat padanya "Gawat tuan, mansion di serang ." Kevin yg mendengar hal itu terkejut "Apa.." ia mempertimbangkan lagi apa yg harus ia lakukan namun alangkah terjejutnya ketika mendengar suara tembakan yg membuat mereka semua langsung bersembunyi karan mereka berada di hutan yg ada dekat lamapan golof milik abraham "Suara tembakan dari mana itu..." dan ia mengambil tropongnya dan memeriksa sekitar dan ia menemukan sebuah mobil yang mendekat namun mobil itu langsung meyamping dan kaca mobil pun terbuka dan memperlihatkan senjata api M2HB BMG dan senjata itu mulai menembak ke arah mereka sontak Kevin berteriak "menghindar..." lalu mereka semu menghindar namun karna ada yg belum sempat menghindr kereka lah yg tiada sedangkan Kevin segera mengambil geranat lalu melempar kearah mobil itu dan seketika meledak dekat mobol itu namun dua orang supir mobil berhasil menghindar lalu pasukan lain datang dari arah belakang anak buah kevin karna terdengar suara tembakan yg menembak anak buah kevin "Sial, kita terkepung. " ia segera lari bersama berberapa yg masih selamat dan sesekali mereka juga menembak ke arah sumber tembakan dan hal itu dapat di lihat oleh burhan karna dia menerbangkan sebuh dron agar dapat melihat mereka dari atas "Kevin.. kevin, kamu salah mencari lawan. Kamu itu selalu mementingkan ego mu dan tak pernah berpikir kelemahan mu." Burhan tertawa di dalam ruanganya.
berdambung...
__ADS_1