Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 69.Acara di Ruamah Windi


__ADS_3

Malam pun tiba kini semua persiapan Windi selesai dan yg pertama datang itu Jek dan keluganya."Malam Abraham,apa kabar mu??".


"Aku baik saja".


"Ravi ini om Abraham salim dulu sama omnya".


"Gak Ravi gak mu ,omnya kayak seram",


Guma Abraham dalam hati


'Untung lo masih anak anak,kalok lu seusia gua bakal babak belur lo gua hajar.'


"Ravi mama papa gaka ajar kamu ngomong orang jelek".


"Kalok dia tidak mu gak apa,kalok gitu ayo kita langsung ke taman yg dekat kolam aja".Mereka pun segera pergi ke taman yg berada di dekat kolam yg merupakan tempatnya Tak lama kemudia Roy datang dan ikut bergabung bersama mereka di sana.Di sana mereka sangat ramai di tambah para pekerja yg bekerja di rumah abraham dan mereka semua juga sangat menikmati makanan dan minuman yg di sajikan.Windi yg merasa lelah memutuskan untuk duduk di samping Ravi putra Enjelika dan Jek."Tante ngapain ke sini".


"Tante capek berdiri mulu"Windi pun memegang perutnya."Tante hamil,apa boleh Ravi pegang..".


"Boleh",Ravi pun memegang perut Windi,dan dari jauh Jek dan Abaraham yg sedang berbicara berdua tak sengaja melihat apa yg di lakukan Windi dan Ravi dari jauh."Sepertunya putra ku menyukai Windi".


"Yaiyalah,anak mana yg gak suka main sama orang dewasa yg tingkah lakunya kayak anak anak seperti Windi ."

__ADS_1


"Tapi kalok ku lihat dia lebih dewasa dari mu."


"Maksut mu...",terlihat Enjelika menganghampiri Windi dan Ravi ."Cuman bercanda,ayo kita duduk di sana"Jek menunjuk ke arah istrinya dan Windi berada,"Ayo"Abraham dan Jek pun menghampiri mereka."Tante kenapa adiknya gak gerak,apa adenya udah mati".


"Ravi gak bolaeh ngomong gitu".


"Terus kenapa adeknya gak gerak,waktu mama teman Ravi hamil pas Ravi pegang perutnya dan di dalam perut adeknya gerak gerak kok".


"Itu tantenya usia kehamilanya udah delapan bulan ,kalok tante Windinya masih tiga bulan,jadi babynya masih kecil ."


"Oh,tapi perut tante Windi kelihatan besar.Kayak bola yg kakek beli buat Ravi waktu itu."


"Masak perut tantenya mirip bola sih"


"Isi perut tante mu itu ada kembar lo,adek yg sering Ravi mau",Ravi langsung menoleh pada ibunya"Mi Ravi mau adek kebar juga".


"Kalok Ravi mau adek kembar gini,ravu harus banyak berdoa.Suapaya di kasih tuhan adek kembar".


"Oh jadi gitu ma",Tiba tiba Kristin berlari menghampiri mereka."Nona,tuan di ruang tamu ada pak Bambang.Ia terlihat mabuk,jadi saya tidak berani mendekat".


'Guma Windi dalam hati'

__ADS_1


Tumben kak Bambang datang ke rumah malam begini."Jek,kamu bawa istri dan anak mu untuk menikmati makanan yg sudah di sediakan di sana,aku dan Windi akan melihat tamu sebentar".


"Oke Ham",Windi dan Abaraham pun segera meninggalkan mereka dan segera pergi ke ruang tamu,di sana terlihat Bambang yg tengang berbaring di sofa ruang tamu.Windi mengoyangkan tubuh Bambang pelang"kakak...,kakak Bambang".Bambang perlahan membuka matanya langsung duduk.


"Oh,Windi yah.."Bambang berusaha memperbaiki pandanya yg agak kabur."Sepertinya kakak kebanyakan minum,biarkan aku ambil segelas air putih dulu",Windi pun segera pergi,dan di sana hanya tersisa Bambang dan Abraham."Apa terjadi masalah ,tidak biasanya kamu datang ke ruamahku di malam hari".


"Bukanya kamu tadi mengundang ku ke acar mu".


"Bukan itu,maksudku tidak mungkin Bambang yg lugu dan bodoh ini datang dan meninggalkan wanita yg paling ia cintai".


"Sejak kapan aku punya wanita,aku ini peria lajang yg sedang mencari wanita cantik untuk ku tuduri".Tiba tiba Bambang merasa ada yg ingin keluar dari dalam perutnya.Abraham pun segera menghampiri Bambang setelah itu mengangkatnya."Ada apa,apa kau ingin mengusir ku??".


"Tidak,aku mau mengantar mu ke kamar mandi."Windi yg melihat hal itu dan mendengar pernyatan Abraham terkejut,


Guma windi dalam hati 'Sepertinya Abraham sudah mulai dekat dengan kakak Bambang.'


Tiba-tiba isi perut Bambang mau keluar lagi"hey bodoh,jangan sampai lantai mahal ku tercemar karna muntah mu itu"


'Guma Windi kembali'


Mungkin tidak,sepertinya Abraham memang masih suka ngomong kasar.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2