Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan

Kontrak Nikah Dengan CEO Tampan
Bab 135.Keputusan Abraham


__ADS_3

Kini Abraham tengah menunggu mereka di ruang dan tak lama kemuduan mendapat info bahwa mereka ada di depan, mereka berdua langsung menunggu mereka di depa pintu dan dari jauh Abraham tapak tak suka bukan karan kedua orang tua angkatnya tapi karna ke hadiran Eli yg tak terduga membuat ia tak suka dan windi yg sadar lamgsung merangkul tangan suaminya dan mengaitkan kedua tangan mereka, Abraham tau istrinya sadar bahwa ia sedang dalam mood tidak baik dan mencoba tersenyum.


Sedangkan suami istri itu yg melihat keharmonisan pasangan itu manjadi kagum "Wah anak mama ini sudah Romanti- Romantisan gini bikin mama iri deh." Windi malu-malu dan menjawab "Mama biasa aja.." ibunya menatap Abraham "Oh iya orang banyak-banyak berjaga di luar itu kenapa, mereka banyak sekali mungkin sekitar 50 orang, mana kalok mama perhatikan ada yg membawa senjata api." Windi yg mendengar hal itu tu terkejut karna tak di beritahukan Abraham sejak awal mengenai Para Bodyguad yg ia bawa "Apa, mana ada ma, kami aja datang tadi hanya bawa berberapa Bodyguad gak mungkin sebanyak itu, atau mungkin..." Windi menatap suaminya dengan perasaan hawatir dan matanya mulai berkaca-kaca sedangkan Abraham mencoba menenagkanya "Sayang mereka bukan orang seperti itu kok, itu hanya polisi Hawaii yg kebetulan lewat kalik." Abraham menatap mariam mencoba meminta bntuan.

__ADS_1


Wanita itu pun langsung menjawab "Oh iya mungkin saja, aku sepertinya salah lihat, benarkan sayang." Dan dengan gagapnya Julius menjawa "Ah ya... mungkin kami salah lihat." Windi  menoleh pada Maraim dan suaminya "Benarkah.." Maraim segera menghampiri windi lalu mereka lebih dulu ke dalam rumah karna tak mau gadis itu menangis, Windi tak sempat menagis namun ia bergetar seperti ada teroma padanya. Eli yg melihat itu menatap sinis Abraham "Apa yg telah kamu lakukan padanya hinga ia setakut itu..."  dan Abraham terlihat lesu lalu berbicara "Ayo kita makan dulu dan setelah makan akan ku ceritakan." Mereka pun masuk ke dalam Villa tak lama kemudian banyak pelayan datang dan membawa makanan  dan mereka mulai menikmati makan malam tetsebut, windi terlihat tak bersemangat dengan makananya dan malah memaikan makananya "Sayang makanan jangan di main gitu." Windi menatap suaminya "Rasanya aku gak selera buat makan."


Dan tiba -iba Eli yg berada di samping ibunya menjawab "Mau ku suap gak??" Abraham menjawab dia "Gak usah repot kamu, urus aja makanan mu itu." Eli mendengus kesal "Siapa tau dia mau makan kalok di suapin sama suami keduanya ini." Mereka berdua saling menatap satu sama lain dan mariam pun ikut membujuk Windi "Win , makan dulu kamu harus tetap menjaga kesehatan mu." Windi mengangguk walau terpaksa ia  memakan makananya walau begitu sulit untuk di telan tapi ia berusaha keras agar bisa menelanya, dan makan malam itu kembali sunyi.

__ADS_1


Setelah makan Windi dan Mariam memutuskan untuk ke kamar di lantai dua untuk berbicara di sana saja sedangkan Abraham, Eli dan Julius mereka berbicara di ruang tamu dan yg membuka pembicaraan pertama kali adalah Julius "Apa yg sebenarnya terjadi, kenapa istri mu sampai seperti itu ketika mendengar orang-orang bersenjata." Abraham menunduk dan mulai bercerita "Ini sebenarnya sudah terjadi dua kali dan yg pertama yg di targetkan memang istriku dan saat itu ia di culik oleh Putra Markus yaitu Brayen karna masalalu istriku dangan putranya yg tak dapat ku cerita di sini dan yg menjadai dalang dari semua ini adalah Jordi adik tiri ku yg pernah aku curigai sebagai salah satu angota elang perak, dan pada saat kasus penculikan istriku 3 orang Bodyguard ku terbunuh oleh mereka, mereka di tembak dengan senjata api SPR-2 yg kecepatanya bisa mencapai 900 meter perdetik. Dan dia duga tembakam itu di lepas dari jangkawan 1 KM dari tempat kejadian dan tepat pada sasaran, dan salah satu Bodyguard ku yg ahli dalam nembak-menembak mengatakan selain dia ada satu orang yg bisa menembak secara akurat seperti itu..."


Eli yg jengkal langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Abraham lalu mengakat kedua kerahnya dan terangkat ke atas dan mata mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan sinis "Dasar kamu bajingan sialan." Julius langsung berdiri dari duduknya dan mencoba menenagkan mereka, sedangkan Abraham menjawabnya sambil tersenyum sinus "Aku juga gak berharap hal ini terjadi pada istri dan anak ku." Eli menghempaskan tubuh Abraham kembali ke kursi dengan kasar "Badebah sialan.." ia kembali duduk ke kursinya dan ayahnya menghela napas "Eli jagan begitu nak, hal ini terjadi mungkin sudah memag takdirnya tapi percayalah  ada arti dari semua kejadian ini." Ia pun kembali duduk dan muali kembali bertanya pada Abraham "Sekarang apa tindakan yg akan kamu lakukan berikutnya" Abraham menjawab " Mungkin aku akan memperketat pengamanan di rumah."

__ADS_1


Julius menghela napas pelan "Lebih baik kamu tingalkan saja dia bersama kami di Wosington saja , dan kamu selesaikan masalh itu. Mungkin dia akan lebih aman bersama kami, dan aku harap kamu bisa menyelesaikan masalah itu sesegera mungkin, takutnya mereka tau keberadaan mu dan mencoba menculinya, bisa jadi istri mu akan di jadiakn sandra jika berhasil tertangkap mungkin itulah rencana mereka dari Awal." Abraham berpikir sejenak dan Eli tiba-tiba berbicara "Dari pada mikir lama, iyakan saja istri mu akan aman bersama ku." Abraham menatap sinis Eli "Justru yg membuat aku hawatir itu kamu, bagi mana ketika istri ku tidur kamu menggangunya." Julius berusaha meyakinkan Abraham "Kamu tak perlu hawatir pada istri mu kami akan melindunginya, dan jika kamu hawatir karna keberadaan Eli maka kami akan mengusinya ke apartemenya selama istri mu bersama kami." Abraham berpikir sejenak dan Eli yg mendengar hal itu keluar dari mulut Ayahnya "Apa maksud papa tadi..." belum selesai ia berbicara Abragam menjawab perkataan ayahnya tadi "Baiklah, aku percaya pada mu." Abrham tersenyum lalu Julis mendekat pada Abraham lalu meleluknya, "Terima kasi anak mu." Sedangkan Eli kembali kesal karna dia di cuekin oleh kedua orang ini.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2